My Little Woman

My Little Woman
Acara Lamaran


__ADS_3

Sore harinya, Devano mengumpulkan keluarganya di ruang keluarga untuk membicarakan tentang lamaran yang akan di lakukan besok malam. Berhubung keluarga Amira tinggal di Indonesia, maka Devano dan kedua orangtuanya akan pergi ke sana. Sedangkan Amira sudah ia terbangkan lebih dulu menggunakan jet pribadinya. Ia tak ingin keluarga Amira kaget mengetahui tentang dirinya yang tiba-tiba datang melamar.


"Ma, Pa, besok malam aku mau ke Indonesia buat melamar Amira," ujar Devano membuat mereka tersenyum bahagia karena itu artinya Amira telah memberikan lampu hijau buat Devano meminang dirinya.


"Baiklah, besok akan Papa temani," sahut Darma.


"Mama juga akan ikut ke Indonesia," tutur Dania yang tak mau ketinggalan moment penting seperti ini.


"Aku gak ikut deh kayaknya, gak papa kan. Soalnya lusa Mas Go akan ke Jerman dan aku akan mendampinginya," celetuk Rahma.

__ADS_1


"Iya sudah gak papa, yang penting kalian hati-hati ya. Nak Go, jaga Rahma ya," ujar Darma yang masih sja was-was terhadap putrinya


"Iya Pa. InsyaAllah aku akan selalu jaga Rahma," jawab Gofur tersenyum ramah


"Kalau gitu, Mama akan menghubungi teman Mama untuk memesan kue dan yang lainnya karena tak mungkin kita ke sana dengan tangan kosong," ujar Dania yang mulai menyiapkan apa aja yang akan ia bawa untuk melamar Amira sebagai menantunya


"Bukan hanya kue, kita bisa beli buah tangan yang lain. Karena di sana tentunya akan banyak keluarga yang menyambut kedatangan kita," seru Darma.


"Belikan juga Gamis buat Kak Amira, Ma. Belikan yang paling bagus, perhiasan, dan lain sebagainya. Mungkin Kak Amira akan menolak semua itu tapi tidak dengan keluarganya. Belilah juga sesuatu yang membuat mereka terkesan," kata Rahma yang sedari tadi mendengarkan perbincangan mereka

__ADS_1


"Kamu bener sayang, besok kamu bantuin Mama ya pergi ke Mall. Kamu pasti lebih tau kesukaan calon menantu Mama itu, kalian kan hampir seumuran. Kalau Mama yang pilihkan takutnya enggak cocok. Nanti Mama akan beli untuk keluarganya aja, sedangkan kamu beli khusus untuk Amira," ujar Dania.


"Baik, Ma. Besok aku akan ikut Mama ke Mall. Kebetulan juga besok aku kosong, gak ad aktivitas," jawab Rahma.


Mereka pun terus berbincang. Hingga dua jam kemudian, Rahma pamit untuk ke kamarnya bersama Gofur. Dan di ruang keluarga, hanya tersisa Devano, Darma dan Dania yang masih membahas untuk acara besok


Sedangkan di kamar, Rahma mengajak sang suami ngobrol berdua.


"Mas, besok malam Kak Dev sudah mau melamar Kak Amira. Dan tak sampai sebulan lagi, Kak Dev dan Kak Amira akan menikah. Lalu Kak Dev akan memboyong Kak Amira keluar dari rumah ini. Aku pun ingin melakukan hal yang sama, setelah Kak Dev menikah, aku ingin kita keluar dari sini. Aku ingin kita belajar mandiri agar tak terus menerus bergantung sama orang tua. Lagian sudah saatnya kita pisah rumah sama Mama dan Papa. Aku sudah memikirkannya, jika Mas Go setuju, tak jauh dari sini ada rumah kosong dan sedang dijual. Bukankah dulu Mas Go ingin membeli rumah itu? Kalau kita tinggal di sana, setidaknya masih satu kompleks dengan Mama dan juga Kak Dev. Jadi kalau kangen atau ada apa-apa, masih bisa untuk minta tolong. Lagian kalau punya rumah sendiri enak, bebas ngapa-ngapain, gak merasa malu dan sungkan sama Mama dan Papa," ujar Rahma berbicara panjang lebar.

__ADS_1


"Semuanya terserah kamu, Sayang. Aku akan mengikuti kemauan kamu," tutur Gofur sambil membelai kepala istrinya dengan lembut.


Rahma pun tersenyum mendengarnya, inilah enaknya punya suami yang cinta padanya, ia akan selalu patuh dan menuruti kemauannya.


__ADS_2