
Bell berbunyi, semua anak anak pun masuk kelas. Namun setelah nunggu 15 menit, guru tak kunjung masuk. Dan ternyata, jam kedua kosong karena guru yang mengajar Bahasa Indo izin gak masuk karena putrinya yang masuk rumah sakit.
Akhirnya Rahma dan Della memutuskan untuk pergi ke perpus dari pada di kelas gak ngapa ngapain. Sedangkan teman teman yang lain sibuk bergosip, ada yang sibuk dengan Hp dan lain sebagainya.
Namun saat Della dan Rahma mau menuju perpus, tiba tiba Gisella menarik tangan Rahma dan menampar pipi Rahma hingga sudut bibirnya berdarah. Della yang melihat sahabatnya di tampar pun langsung menampar Gisella karena ia tau Rahma tak mungkin bisa membalasnya.
"Loe gila ya, nampar Rahma seenak jidat," ujar Della emosi.
"Sahabat loe yang gila. Dia berani beraninya merayu Pak Go di ruangannya. Dasar lo cewek murahan," ucap Gisella yang mendorong Rahma hingga Rahma terjerembak dan kepalanya terbentur sudut tembok. Tak lama kemudian Rahma pun pingsan.
"Aku pastikan, loe menyesal. Lihat saja nanti," ujar Della marah. Iameminta beberapa teman temannya yang kebetulan lewat untuk menggotong Rahma ke UKS. Tak lupa Della mengabari Pak Go karena bagaimanapun Pak Go harus tau masalah ini.
"Pak, bapak ada di mana?" tanya Della saat sudah terhubung. Untunglah ia mempunyai nomer suami dari sahabatnya itu sehingga jika ada apa apa seperti ini, ia bisa langsung menghubunginya.
"Aku lagi perjalanan mau ke kantor. Ada apa?" tanya Gofur.
__ADS_1
"Sekarang bapak mending ke sekolah lagi. Rahma pingsan, kepalanya banyak ngeluarin darah,"
"Apa?! Bagaimana bisa?" tanya Pak Go emosi.
"Tadi Gisella menampar Rahma saat saya dan Rahma mau pergi ke perpus. Bahkan Gisella menamparnya dengan kerasa sampai sudut bibir Rahma terluka. Gisella juga mendorong Rahma sampai Rahma pingsan karena kepalanya kena tembok," jawab Della.
"Okey, saya ke sana sekarang."
Pak Go yang mendengar istrinya di tampar dan di dorong hingga oingsan langsung marah. Ia pun segera menyebarkan rekaman yang ia dapat barusan di grup sekolah. Sehingga dalam hitungan menit, semua orang pun membicarakan tentang Gisella yang merayu Pak Go.
Namun Pak Go tak memperdulikan itu semua, yang penting saat ini ia harus tau kondisi istrinya. Dan setelah ith, ia akanmemberikan pelajaran kedua untuk Gisella.
Dan itu sukses membuat Pak Go marah besar.
"Maaf pak, saya ...." Della benar benar merasa bersalah karena ia gak bisa menjaga sahabatnya.
__ADS_1
"Gak papa, saya ngerti. Kamu sudah berusaha menjaga dan melindunginya. Sekarang kamu bisa kembali ke kelas, biar Rahma saya yang jaga," ucap Gifur memotong ucapan Della.
Della mengangguk, lalu ia keluar dari ruangan UKS membiarkan Rahma dan Gofur berdua di ruangan itu.
Namun saat ia keluar dari ruangan UKS dan menuju kelasnya, ia melihat semua teman temannya pada heboh.
"Ada apa?" tanya Della kepada Rifka, teman sekelasnya.
"Kamu gak tau, coba liat grup sekolah," ujar Rifka.
Dan Della pun membuka grup itu. Ada rekaman yang di unggah oleh Pak GO.
Dan Della pun mendengarnya. Lalu betapa kagetnya dia saat mendengar Gisella yang menyatakan perasaannya pada Pak Go.
"Gila, tau gak. Gisella mau jadi pelakor secara terang terangan, padahal Pak Go sudah bilang kalay dia sudah punya istri, ucap teman Della yang hanya di tanggapi Della dengan senyuman karena ia gak tau bagaimana harus bersikap.
__ADS_1
Sedangkan Gisella di kelasnya malah dapat bullyan dari teman temannya karena mereka benci yang namanya pelakor. Apalagi Gisella yang gak tau diri, masuk ke ruangan guru tanpa permisi dan mencoba untuk merayu guru yang sudah berstatus suami orang.
Semua yang sekolah di sana bahkan menatap jijik ke arah Gisella. Gisella yang gak kuat, langsung memilih pulang tapi ia bersumpah akan membalas semua perlakukan Rahma dan Pak Go. Karena ia yakin rekaman itu di unggah karena Pak Go gak terima dirinya menyakiti Rahma.