My Little Woman

My Little Woman
Godaan Devano Untuk Amira


__ADS_3

Setelah Amira selesai mandi, kini gantian Devano lah yang mandi. selama Devano mandi, Amira diam-diam membuka lemari baju Devano dan menyiapkan baju kaos warna putih dan juga baju koko warna putih, ****** ***** dan sarung  warna coklat untuk Devano. Karena setelah selesai mandi, pasti Devano akan sholat lebih dulu, tak mungkin ia sholat makai celana sedangkan di dalam lemari ada puluhan bahkan ratusan sarung yang sudah tertata rapi.


"Ah, kalau lihat lemari Pak Dev, kayak aku lihat toko baju aja, banyak banget. Apa ini semua di pakai, kalau enggak, kan eman-eman, cuma buat pajangan aja," gumam Amira dalam hati. Setelah ia mengambil baju, ****** ***** dan sarung, barulah ia segera pergi ke kasur lagi dan meletakkan semua itu di atas kasur, seperti yang Devano lakukan barusan.


Sambil nunggu Devano selesai mandi, ia pun mengambil HP nya dan membuka sosmed.


"Kamu chatan sama siapa?" tanya Devano  mengagetkan Putri yang sibuk lihat curahan hati para emak yang kebetulan lewat di berandannya.


"Aku gak chatan sama siapa, kok. Aku cuma lihat fb aja, nih," Amira memperlihatkan Hp nya ke arah Devano.


"Iya, aku percaya. Tapi ingat ya, mulai sekarang batasi berteman dengan lawan jenis, entah itu di dunia nyata maupun di dunia maya. Ingat! kamu sudah punya suami. Jadi gak boleh genit-genit sama cowok lain," ujar Devano santai sambil mengeringkan rambutnya.


"Iya," sahutnya. Lagian selama ini, ia bahkan pegang Hp hanya untuk cari hiburan semata setelah seharian kerja untuk melepas rasa penat. Ia bahkan hampir tidak pernah berteman dengan lawan jenis baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya, karena emang Amira selalu menghindari untuk berteman dengan lawan jenis. Entah kenapa ia merasa risih aja, apalagi kedua orang tuanya selalu mewanti-wanti dirinya untuk jaga diri. Sebagai seorang perempuan, ia harus bisa menjaga kehormatan dirinya dan kesuciannya yang kelak akan di persembahkan untuk suaminya, yang ternyata adalah bosnya sendiri di kantornya.


"Bagus." Devano senang karena Amira begitu  menuruti ucapannya.


"Tutup matamu, jika tak ingin lihat juniorku," ucap Devano. Walaupun Amira tak mengerti, namun ia langsung menutup matanya dengan patuh. Sedangkan Devano yang melihat Amira menutup rapat dengan rapat pun langsung tersenyum, entah kenapa ia ingin sekali menggodanya.


Setelah selesai memakai ****** ***** dan sarungnya, ia pun meminta Amira untuk membuka matanya.


"Aku sudah selesai, jadi kamu bisa buka matamu sekarang," ujar Devano dan Amira pun membuka matanya dan "Aaaa...." teriak Amira sambil menutup matanya kembali. Untung kamar ini kedap suara sehingga suara teriakan Amira tak sampai terdengar keluar.


"Loh kenapa di tutup lagi?" tanya Devano.


"Bapak ih, gak sopan," jawabnya kesal.

__ADS_1


"Jangan panggil aku bapak, aku bukan bapak kamu,"


"Maksudku Sayang mah suka iseng orangnya,"


"Iseng gimana?" goda Devano sambil berjalan ke arah Amira dengan telanjang dada.


"Itu gak pakek baju, aku kan malu lihatnya,"


"Loh kok kamu yang malu, kan aku yang gak pakek bajunya,"


"Ya malu aja liatnya,"


"Mulai sekarang gak boleh malu lagi, harus belajar untuk terbiasa, okey," Devano memegang tangan Amira yang masih menutup kedua matanya. Lalu setelah itu, ia melihat Amira yang menutup kedua matanya dengan sangat erat.


"Buka matanya!" perintah Devano.


"Mau melawan, ingat melawan suami itu dosa loh," ujar Devano tertawa geli melihat wajah Amira yang lagi-lagi merenggut karena di paksa untuk melakukan sesuatu yang gak ia suka.


Amira yang sudah buka mata tak mau melihat ke arah Devano, ia memilih melihat ke langit-langit kamar.


"Loh kok lihatnya ke atas, emang aku ada di atas,"


"Aku Malu, Sayang. Makanya pakek baju dulu dong,"


"Enggak mau, karena aku pengen kamu yang masangkan baju itu ke butuh aku,"

__ADS_1


"Eh, gak mau ah, malu aku."


"Loh nolak nih ceritanya," ejek Devano sebenarnya ia hanya ingin menggodanya saja. Ia ingin melakukan sesuatu yang bisa membuat dirinya dan sang istri bisa akrab seperti pasangan lainnya.


Amira yang tak suka di ejek pun langsung menatap ke arah Devano. "Siapa bilang aku nolak, sini aku pakaikan bajumu."


"Ih kok ngomongnya gak ikhlas gitu?"


"Aku ikhlas kok,"


"Ikhlas tapi kesannya kok kayak terpaksa. Sudahlah aku pakai sendiri. Ini sama aja kayak aku gak punya istri, atau aku perlu minta bantuan Mbak Nita, yang masih berumur 25 tahun, cantik, muda nan ****. Tapi jangan cemburu loh ya," ujar Devano sambil beranjak dari tempat duduknya.


Ia membelakangi Amira dan mengambil baju kaos serta baju koko yang sudah di siapkan oleh istrinya. Ia tersenyum tipis, ia ingin mengetahui reaksi sang istrinya saja. Lagian mana mau dirinya di pasangkan oleh wanita lain, sedangkan dirinya sudah punya wanita yang sudah ia halalkan.


Saat Devano mau buka pintu, suara Amira langsung terdengar, "Sayang," panggilnya.


"Apa?" tanyanya acuh tak acuh, padahal dirinya sudah merasa girang banget.


"Biar aku yang pakaikan," ucap Amira dengan wajah memerah karena malu. Lagian mana rela dirinya, berbagi sama wanita lain. Ia gak sudi, suaminya di sentuh wanita manapun, ia aja belum di sentuh atau menyentuh suaminya, kok malah wanita lain yang mau menyentuh suaminya lebih dulu. Itu gak akan pernah terjadi.


"Yakin?" tanya Devano sambil berjalan ke arah Amira lagi.


"Aku yakin 100%," jawabnya sambil mengambil baju dari tangan sang suami.


Devano pun pura-pura pasrah. Amira yang tak sengaja melihat perut Devano yang kotak-kotak, pun merasa malu sendiri. Namun ia berusaha menahannya hingga tanpa sengaja ia menyentuh perut Devano dan ia merasa seperti ada aliran listrik yang menyentuh di sekujur tubuhnya. Karena tak tahan, ia pun meminta Devano meneruskannya sendiri.

__ADS_1


"Aku haus, mau ke dapur. Mas Dev terusin aja sendiri," ucapnya yang tanpa sadar memanggil Devano dengan sebutan Mas. Lalu ia pun jalan dengan terburu-buru menuju dapur untuk mengisi kerongkongannya yang seperti tercekat.


Setelah kepergian Amira, Devano pun tertawa lepas karena berhasil menggoda sang istri. Setelah itu, ia pun melanjutkan memakai baju kokohnya dan setelah itu, ia pergi ke kamar mandi  untuk ambil wudhu dan melaksanakan sholat.


__ADS_2