My Little Woman

My Little Woman
Pergi Ke Kantor KUA


__ADS_3

Setelah selesai olah raga, Devano dan Amira pun istirahat sejenak sebelum akhirnya mereka pergi ke kamar dan mandi bergantian. Selesai mandi, mereka pun menyempatkan sholat dhuha sendiri sendiri. Selesai sholat mereka pun bersama sama keluar dari kamar mereka dan menuju ruang makan di mana Mama Dania dan Papa Darma menunggu kedatangan mereka untuk sarapan pagi bersama.


"Maaf ya, Ma, Pa. Kami lama  datangnya," ucap Amira tak enak hati  karena ia membiarkan mertuanya menungggu dirinya dan sang suami.


"Gak papa, Sayang. Santai aja, lagian kalian pasti capek setelah habis olah raga tadi," ujar Dania tersenyum ramah.


"Oh ya Dev, kapan kamu mau mendaftarkan pernikahan kalian ke KUA?" tanya Papa Darma.


"Rencanannya sih nanti pa, sekitar jam 9 an, aku dan Amira mau ke sana,"


"Loh gak nyuruh orang aja, biar lebih enak?" tanyanya lagi.


"Enggak, Pa. Aku mau  ngurus sendiri aja bareng Amira, sekalian nanti mau jalan jalan," jawabnya.


"Oh ya udah, kamu juga gak usah kerja untuk beberapa hari ke depan, bagaimanapun kalian itu kan pengantin baru, kalau perlu habis mendaftarkan pernikahan kalian ke KUA, pergilah berlibur," ujar Darma yang sangat pengertian.


"Iya rencananya, sepulang dari KUA, aku mau mengajak Amira ke Villa kita, dan mau menginap di sana selama dua hari,"

__ADS_1


"Iya gak papa, walaupun ke Villa setidaknya kalian bisa menikmati liburann itu agar bisa lebih akrab juga kan,  karena Papa lihat, kalian masih rada rada canggung," ujarnya jujur.


Mereka pun bercakap cakap sekitar 10 menit, sebelum akhirnya mereka pun sarapan pagi bersama. Lalu setelah sarapan, Darma dan Dania pun pamit karena mereka ada pertemuan penting sampai jam 3 sore, Devano  pun mengantarkan mereka sampai depan rumah, begitupun dengan Amira.


Setelah kepergian Darma dan Dania, tinggallah Devano, Amira dan para asisten rumah tangga mereka.


"Enaknya ngapain ya, mau ke KUA masih pagi banget?" tanya Devano, saat ini mereka tengah duduk di ruang keluarga sambil nonton tivi.


"Ya terserah Mas Dev aja sih, aku mah nurut,"


"Emang mau ngapain dulu, kalau aku suka, ya aku mau, kalau gak, ya aku nolak,"


"Nah kalau itu mah berarti bukan terserah aku Sayang, mana ada terserah tapi ada kata nolak," ucapnya.


"Emang mas mau ngapain sih sebenarnya, aku pengen tau dulu biar aku bisa nilai, mau apa gak nya," ujarnya sambil melihat ke suaminya.


"Mau ngajak kamu bikin anak sih, itu pun kalau kamu mau?"

__ADS_1


"Bi ... bikin anak?" tanyanya kaget.


"Iya, kenapa? Kok kaget gitu?" tanyanya pura pura tak tau.


"Hmm gak papa sih, kaget aja, hehe,"


"Oh, terus gimana, kamu mau gak?" tanya Devano.


"Emm harus sekarang ya?"


"Enggak juga sih, tahun depan juga gak papa," jawabnya sedikit jengkel.


"Iya sudah tahun depan aja kalau gitu," jawabnya santai seakan akan apa yang ia ucapkan tak ada artinya di mata Devano.


"Hmm," balas Devano cuek.


Setelah itu mereka pun fokus nonton tivi yang ada di depan mereka, sambil ngemil buah yang ada di atas meja. Setelah jam menunjukkan pukul setengah sembilan, barulah Devano mengajak Amira untuk pergi ke KUA, lagian berkas mereka sudah lengkap, jadi nanti di sana mereka haya sebentar, tinggal menunggu pembuatan buku nikah, lalu tanda tangan dan bisa pulang setelahnya.

__ADS_1


__ADS_2