My Little Woman

My Little Woman
Refaldo


__ADS_3


Pagi harinya Rahma dan Della olah raga bareng di sekitar kos kosannya lalu tak lama kemudian, mereka membeli gorengan di warung kecil di pinggir jalan. Setelah merasa kenyang, mereka pulang dan bersiap siap untuk berangkat sekolah.


Namun di sepanjang jalan, mereka bertemu dengan Refaldo.


"Ayo naik." Ucap Refaldo sambil membuka kaca mobil.


"Gak usah, udah deket kog." Ujar Rahma gak enak hati.


"Gak papa. Ayo, naik. Toh tujuan kita sama kan mau ke sekolah." Ucap Refaldo tersenyum manis.


"Kami jalan kaki aja biar sehat." Ucap Della yang melihat sahabatnya enggan untuk satu mobil dengan Refaldo.


"Gak baik lho nolak rezeki.. Ayo cepetan....lima menit lagi bell akan segera berbunyi. Nanti bisa bisa kalian telat kalau jalan kaki." Ucap Refaldo sedikit memaksa.


"Iya sudahlah Ra, kita naik aja. Toh bukan kita yang mau tapi dianya yang maksa." Ujar Della. Rahma sedikit berfikir sebentar dan ia pun mengiyakan ajakan sahabatnya itu.


Della dan Rahma naik ke dalam mobil Refaldo.


"Kog duduk di belakang semua sih. Kenapa gak ada yang duduk di depan?" tanya Refaldo.


"Kami lebih suka di belakang." Jawab Rahma.


"Hemm aku kayak sopir kalau gini." Ucap Refaldo kecewa.

__ADS_1


"Kalau kamu gak suka, lebih baik kami turun." Ujar Della.


"Baikhlah, gak papa kog kalian duduk di belakang. Aku tak masalah kelihatan seperti sopir. Yang penting kalian senang." Ucap Refaldo yang akhirnya mengalah.


"'Oh ya ra, bolehkah kalau nanti pas istirahat kita makan bareng?"' tanya Refaldo hati hati.


"Maaf aku gak bisa." Jawab Rahma.


"Kenapa?" tanya Refaldo.


"Aku gak mau cari masalah dengan fans berat kamu." Jawab Rahma jujur.


"Kenapa kamu pedulikan mereka? biarlah, jangan pedulikan mereka. Toh mereka gak punya hak untuk melarang aku deket dengan siapapun." Ujar Refaldo.


"Mungkin mereka gak punya hak untuk melarang kamu deket sama siapa aja, tapi aku gak mau jadi bullyan mereka seperti wanita wanita sebelumnya. Apakah kamu gak inget, satu minggu yang lalu ada wanita bernama Shasha yang keluar dari sekolahan karena dia gak kuat di bully oleh fans mu. Padahal bukan Shasha yang salah, tapi kamulah yang salah karena berusaha mendekati Shasha tapi Shasha harus menanggung semua rasa sakit itu sendirian. Ia di hina dan di bully habis habisan oleh mereka. Aku gak mau bernasib sama dengan mereka. Jadi aku harap kamu mengerti maksudku. Bahkan jujur, aku gak suka satu mobil denganmu karena jika sampai ada yang melihat, itu sama aja aku cari masalah dengan semua fans mu. Lagian aku sama Della ini masih baru di sekolah ini. Apa kata mereka jika mereka sampai tau kalau aku dan Della satu mobil dengan kamu. Mereka pasti mengira aku dan Della telah menggodamu. Jadi aku harap kamu mengerti maksudku. Dulu aku berfikir di sekolah ini tak ada bully membully tapi ketika sudah cukup lama di sekolah ini, aku baru tau ternyata di sini masih ada kasus bully membully. Jadi untuk itu aku dan Della harus jaga sikap dan tak mau dekat dekat dengan orang yang berpengaruh di sekolah." Ucap Rahma panjang lebar. Refaldo, dia adalah ketua osis. Wajahnya yang tampan, pinter main basket, anak orang kaya membuat dia di sukai oleh semua siswi yang sekolah di SMA Ternama di Jakarta. Tapi tidak untuk Rahma dan Della. Mereka sedikitpun tak tertarik dengan Refaldo.


Rahma dan Della hanya bisa mengangguk dan tersenyum karena Refaldo memahami keadaan mereka. Setelah mobil Refaldo ada di depan pagar sekolah, Rahma dan Della gak segera turun dari mobil tapi mereka masih bertahan untuk berada di dalam sampai semua murid sepi dan tak melihat keberadaan mereka.


"Sana cepetan turun, kayaknya udah sepi." Ucap Refaldo.


Rahma dan Della hanya tersenyum sekilas dan langsung pergi gitu aja. Tapi walaupun mereka hati hati, masih ada aja yang melihat mereka keluar dari mobil Refaldo bahkan mereka masih sempat sempatnya merekam kejadian di mana Rahma dan Della turun dari mobil Refaldo.


Setelah Rahma dan Della pergi, barulah Refaldo memarkirkan mobilnya ke parkiran mobil lalu pergi ke kelasnya seperti biasa. Sebenarnya Refaldo juga kurang suka dengan semua tatapan mereka yang mengarah kepadanya, mereka seperti ingin melahap Refaldo saat itu juga. Entahlah, Refaldo sedikit muak kepada para siswi yang ada di sekolahnya. Mereka ngefans karena dirinya yang mempunyai wajah sedikit tampan dan kaya serta bisa bermain basket. Andai saja dirinya miskin, berwajah jelek dan tidak bisa bermain basket. Apakah masih ada yang menyukainya dan ngefas padanya. Huh! Refaldo hanya tersenyum getir ketika membayangkan dirinya seperti itu.


Saat di kelas, ia melihat sudah begitu banyak coklat, surat dan juga bunga mawar yang ada di atas mejanya. Refaldo pun hanya menaruh semua itu dalam kantong kresek berwarna merah yang selalu ia sediakan tiap pagi.

__ADS_1


"Mereka benar benar menyusahkanku saja." Ucap Refaldo dalam hati.


"Kenapa wajahmu kusut do?" tanya salah satu temannya yang bernama Basuki.


"Biasalah, aku kesel melihat tiap pagi ada sampah di atas mejaku." Jawab Refaldo dengan wajah kusut.


"Ha! Gila kau do! Itu makananĀ  di bilang sampah. Kalau kamu gak mau, kasihkan ke aku aja do." Ucap Joni.


"Kalau mau, ambillah." Ujar Refaldo.


Joni dan Basuki pun berebut mengambil makanan dan bunga yang ada di dalam kantong kresek.


"Lumayanlah pagi pagi dapat bunga dan coklat." Ucap Basuki senang.


"Iya, benar kamu Ki. Coklatnya kita makan sendiri dan bungannya bisa kita kasihkan ke cewek cewek di luar sana. Tanpa modal, kita bisa merayu cewek dengan bunga ini. Pasti mereka akan meleleh kalau dapat bunga dari cowok tampan seperti kita." Ujar Joni menghayal


"Jangan menghayal di pagi hari. Lebih baik baik kerjakan tugas kalian, kalian pasti belum mengerjakan tugas kan?" tanya Refaldo.


"Hehe iya. Aku pinjem bukumu dong." Ujar Basuki.


"Nih. Kalian tuh ya kapan mau pinternya kalau tiap hari kerjanya cuma nyontek doang." Ucap Refado sambil memberikan buku tugasnya kepada Basuki.


"Nanti juga pasti pinter sendiri jika sudah waktunya." Ucap Basuki santai sambil menyalin jawaban Refaldo ke bukunya sendiri begitupun dengan Joni.


Mereka berdua memang sedikit lemot tapi mereka adalah teman terbaik Refaldo karena mereka akan selalu ada di deket Refaldo apapun yang terjadi. Makanya Refaldo tak bermasalah dengan sifat kedua sahabatnya itu. Walau gak terlalu pinter tapi kesetiaan mereka tidak perlu di ragukan lagi. Refaldo sangat bersyukur mempunyai teman dan sahabat seperti Joni dan juga Basuki.

__ADS_1




__ADS_2