
Dua minggu setelah melihat vidio Rahma, kini Gofur mulai sehat kembali, ia makan rutin 3 hari sekali, dan tidur yang cukup dan tak pernah bergadang lagi. Berat tubuhnya pun mulai naik lagi walaupun baru 2 kg. Tapi lumayanlah.
Dan rencana hari ini dia akan bekerja kembali, ia akan mengurus restod an kerja di perusahaan lagi, ia akan bekerja keras untuk Rahma.
Seperti saat ini, dia bangun pagi pagi sekali lalu olah raga sebentar, setelah selesai ia segera mandi, pakai baju dan sarapan pagi bersama mama dan papanya.
"Kamu yakin mau kerja sekarang nak?" tanya Pagho.
"Yakin pa, yakin banget malah," jawab Gofur semangat.
"Iya sudah nanti kalau kamu kerja jangan terlalu lelah ya, kamu kan belum sembuh total, papa takut kamu sakit lagi," ucap Pagho menasehat putranya itu, putranya yang sudah kembali seperti dulu lagi.
Magho pun juga sangat bahagia, karena melihat putranya yang kini telah semangat dan tak terpuruk lagi.
Saat mereka lagi menikmati makanannya, tiba tiba, bell rumah berbunyi.
"Siapa yang bertemu pagi pagi gini ma?" tanya Pagho.
"Enggak tau, biar mama yang buka pintunya," ujar Magho sambil pergi membukakan pintu.
"Maaf, apa benar ini rumah Tuan Gofur?" tanya seorang laki laki saat setelah pintu itu di buka.
"Iya, maaf dengan siapa ya?" tanya Magho ramah.
"Ini ada paket untuk Tuan Gofur dari Nyonya Rahma," ucap laki laki sambil menyerahkan kado kepada Magho.
"Eh ini beneran dari Rahma?" tanya Magho kaget sambil menerim kado tersebut.
"Iya, Nyonya. Kalau gitu saya permisi dulu," ujarnya lalu pergi.
Magho yang tercengang pun langsung sadar, ia segera membawa kado itu buat putranya.
"Nak, ini ada kado buat kamu dari istrimu," ujar Magho sambil menyerahkan kado itu buat Gofur.
Gofur yang mendengar nama Rahma di sebut pun langsung mengambil kado itu dengan senyum cerianya.
Ia membuka kado tersebut dan ternyata isinya roti
"Isinya roti ma, pa," ucap Gofur sambil memperlihatkan rotinya.
__ADS_1
"Ini kan roti Jepang," ujar Pagho.
"Apa dia mau ngasih tau kalau dirinya saat ini ada di Jepang?" tanya Magho.
"Ini ada suratnya," ujar Gofur.
Ia pun membuka surat tersebut dan membacanya.
"Assalamualaikum mas, kaget ya isinya cuma roti hehe. Kemarin kakak ada pekerjaan di Jepang, terus karena dia kepikiran kalau aku gak ikut, akhirnya dia pun ngajak aku ke sana selama 3 hari. Karena aku emang gak boleh lama lama karena masih tahap pengobatan.
Sebenarnya aku pengen jalan jalan di sana, pemandangannya sangat bagus, tapi gak boleh sama kakak, karena aku takut kecapean, padahal aku cuma duduk di kursi roda, gak jalan kaki hehe. Dia emang super protektif.
Tapi kata kakak, kalau mau jalan jalan, ajak aja suami kamu ke sini terus jalan jalan sampai puas sekalian honeymoon gitu hehe.
Emang mas mau aku ajak ke Jepang?
Oh ya aku beli roti ini karena rasanya enak banget, jadi aku beli 3, buat aku, kakak, dan Mas.
Sebenarnya aku pengen ngirim hadiah yang spesial, tapi aku sadar, aku di sini cuma numpang, aku juga belum bisa kerja karena keadaanku yang seperti ini.
Kakak emang sering memberikan aku fasilitas lengkap dan mewah, dan juga ngasih aku kartu unlimited tanpa batas, cuman ya aku tetep gak enak aja saat makeknya.
Oh ya, aku akan pulang 6 bulan lagi. Tapi jangan kasih tau kakak ya, pasti kakak marah.
Kata dokter jika kondisi ku makin baik tiap harinya, 6 bulan lagi aku pasti sembuh total. Aku juga sudah bisa jalan, walaupunya masih tertatih tatih.
Emm boleh gak, beliin aku boneka yang besar, buat aku peluk tiap malam kalau mau tidur, dua hari lagi, akan ada seseorang yang datang ke rumah mas, kasih aja ke dia.
Tapi kalau mas keberatan, gak papa. Aku juga sebenarnya punya banyak boneka, kakak sering beliin aku boneka, tapi aku ingin mas yang di beliin buat aku.
Oh ya sebenarnya aku pengen nelfon mas, tapi kakak gak ngizinin, takutnya aku ketagihan main Hp terus, tapi anehnya dia ngizinin aku ngirim surat tapi tetap dalam pantauan nya.
Dah dulu ya, aku harus mandi dan ke rumah sakit ntar lagi, salam buat mama dan papa.
Aku sayang kalian semua, doain aku biar aku ingat kalian. Kakak sering cerita, kalau aku sangat beruntung punya suami seperti Mas, katanya mas itu suami yang paling baik, namun hanya kesalahan fahaman, mas marah sama aku.
Tapi aku sudah maafin mas, walaupun aku gak tau apa yang terjadi.
Salam jauh dariku, Rahma."
Setelah membaca surat tersebut, Gofur tersenyum bahagia."Ma, dia minta di beliin boneka, aku harus membelinya yang paling bagus, karena dua hari lagi akan ada seseorang yang mengambilnya. Oh ya dia juga akan pulang 6 bulan lagi, dan aku sudah gak sabar nunggu 6 bulan lagi. Oh ya ini roti buat mama satu, sama buat papa satu," ucap Gofur sambil memberikan roti itu buat mama dan papanya.
__ADS_1
Magho dan Pagho pun menerimanya, walaupun roti itu juga pernah beberapa kali mereka makan kalau liburan ke Jepang, namun karena roti itu pemberian sang menantu, mereka pun menerimanya dengan senang hati. Begitupun dengan Gofur, ia juga sering makan roti itu saat ada di Jepang. Dulu sebelum nikah, ia sering liburan ke sana sama mama dan papanya, kadang ke paris.
Namun baginya roti pemberian sang istri adalah hal yang sangat spesial, walaupun hanya roti, namun ia sangat berterima kasih karena sang istri selalu ingat dirinya walaupun dia masih lupa dengan masa lalunya.
"Oh ya ma, tadi Rahma juga ngajak aku ke Jepang, kenapa dia masih nanya aku mau apa gak, aku pasti mau. Kemanapun dia ingin pergi, aku pasti akan menemani nya walaupun harus keliling dunia.
Sekalian honeymoon hehe, aku kan belum honeymoon, aku juga mau mendaftarkan pernikahan ini di KUA biar sah secara hukum dan agama. Oh ya ngomong ngomong dari pada orang itu tau, kalau aku belum pernah ngajak istriku honeymoon, apakah diam diam mereka mencari tau tentang aku ya ma, pa?" tanya Gofur.
"Entahlah, tapi satu hal yang harus kita tau, orang yang nolong Rahma bukan orang sembarang, karena dia punya bisnis sampai keluar negeri, dan memberikan fasilitas yang sangat mewah buat istri kamu, belum lagi kartu unlimited yang tanpa batas seperti yang istri kamu tulis tadi. Dan masalah biaya pengobatan juga pasti tak murah, selama dua tahun Rahma di rawat, belum lagi kondisi Rahma yang terluka parah bahkan dokter memfonis hanya 10%, tapi kini bisa sembuh total. Dan yang papa tau ada satu dokter hebat yang bisa menyembuhkan orang yang hidupnya bahkan berada di ambang kematian dan itu hanya ada di negara S.
Dan jika memang dokter itu yang menyembuhkan Rahma, maka biaya yang di keluarkan pun sangat sangat fantatis. Dan hanya orang terkaya yang mampu melakukannya. Bahkan harta kita pun tak kan cukup buat bayar semuanya," ujar Pagho.
Magho dan Gofur pun mendengar nya dengan sangat serius.
"Apa orang yang nolong Rahma sekaya itu?" tanya Magjo.
"Entahlah papa tidak tau, tapi yang jelas orang yang nolong Rahma bukan orang sembarangan. Tapi papa yakin, dia orang baik. Dia membantu Rahma dengan ikhlas, jika memang dia orang jahat, pasti dia minta tebusan. Tapi nyatanya dia bahkan bicara jujur tentang status Rahma saat ini dan selalu membicarakan kita yang baik baik. Bahkan membiarkan Rahma berkomunikasi dengan suaminya, tapi yang Rahma sebut kakak, dia itu cewek apa cowok ya, tapi kalau cowok pasti dia jatuh cinta sam Rahma mengingat wajah Rahma yang cukup cantik dan manis," ujar Pagho.
"Mungkin cewek pa, yang nolong Rahma," ujar Magho.
"Iya mungkin," jawab Pagho.
"Ini sudah jam setengah 7 loh, kalian gak mau berangkat kerja?" tanya Magho saat melihat jam di dinding.
"Hah, aku jadi lupa waktu. Iya sudah kalau gitu papa mau siap siap berangkat kerja, Go, kamu mau berangkat kerja sama papa apa enggak?" tanya Pagho.
"Enggak Pa, aku mau berangkat agak siangan aja, aku mau ke toko Boneka dulu, mau beli boneka buat Rahma," jawab Gofur.
"Iya sudah, kamu hati hati di jalan,"
"Iya pa," jawab Gofur.
Setelah Pagho selesai siap siap, iapun berangkat kerja dengan di antar Magho sampai depan pintu.
Sedangkan Gofur, ia menaruh roti itu di meja kamarnya namun ia mengambil satu, buat di bawa ke kantor nanti, buat cemilan.
Setelah bersiap siap, ia pun segera berangkat setelah pamitan dengan Magho.
Hari ini akan memilih boneka yang bagus untuk istri tercinta.
Membaca surat dari Rahma membuat Gofur semakin bersemangat menjalani hari harinya.
__ADS_1