
Di negara I, Gofur bekerja keras siang dan malam agar bisa memenangkan sebuah tender yang sangat menguntungkan untuk perusahannya. Gofur juga membuka cabang resto di beberapa kota besar, ia sengaja beli bangunan yang sudah jadi dan di tempat yang sangat strategis, tentu harganya pun cukup mahal, namun itu tak masalah buat Gofur.
Karena jika ia masih mencari tanah, belum lagi membangun bangunannya yang butuh waktu yang cukup lama membuat Gofur malah lebih banyak menghabiskan uang, tenaga dan waktu. Di tambah ia butuh waktu cepat untuk membuka cabang restorannya.
Saat Gofur sedang bersantai, tiba tiba Hp nya berbunyi, ada pesan masuk, "3 Minggu lagi aku akan menjemputmu." Itulah isi pesan yang di baca.
"Apa maksud dari chat ini ya, mana nomernya gak bisa di hubungi lagi. Pasti ini dari orang yang nolong Rahma, istriku. Kalau gitu aku harus mempersiapkan semuanya dari sekarang, aku juga akan meminta bantuan papa, untuk mengurus semuanya agar saat aku pergi, aku bisa tenang.
Dan masalah tender itu, aku juga harus memenangkannya, aku akan menyiapkan bahannya dan papa tinggal datang dalam pertemuan tersebut. Karena mungkin saat pertemuan itu, aku gak ada di sini.
Ya Tuhan, aku tak perlu nunggu lebih lama lagi, hanya tiga minggu, aku akan bertemu dengan istriku dan aku gak sabar menunggu hari itu tiba. Aku harus segera pulang dan memberitahu mama sama papa," ucap Gofur. Ia pun segera menaruh Hp nya ke dalam saku. Lalu ia pergi dimana mobilnya di parkir.
---
Satu jam kemudian, Gofur pun sudah sampai di rumahnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum, Ma, Pa," sapa Gofur karena mama dan papanya ada di ruang tamu dan lagi berbibcang hangat.
"Waalaikumsalam, nak. Tumben jam 4 sudah pupang biasanya juga pulang malam terus?" tanya Magho.
"Iya, pekerjaanku sudah selesai, jadi aku pulang. Oh ya ada yang ingin aku omongin sama mama dan papa," ucap Gofur sambil duduk di kursi sofa.
"Apa sayang?" tanya Magho.
"Tadi aku dapat pesan dari seseorang, dan aku yakin dia adalah seseorang yang membantu Rahma selama ini," ujar Gofur.
"Apa isi pesannya?" tanya Pagho penasaran.
"Kenapa? Bukannya masih kurang 5 bulan lagi kalaina akan ketemu, bukannya Rahma sendiri yang akan pulang dan menemui mu?" tanya Magho.
"Ya, aku gak tau apa yang terjadi di sana. Tapi firasatku mengatakan, kalau Rahma ingin segera menemuiku,"
__ADS_1
"Apakah dia sudah sadar?"
"Aku gak tau, tapi aku yakin kalau istriku sudah sadar. Karena gak mungkin orang itu mau menjemputku kalau bukan karena permintaan Rahma," jawab Gofur.
"Apakah mama sama papa mesti ikut?" tanya Magjo.
"Kalau papa jangan, aku ingin papa membantuku mendapatkan tender besar itu. Dan aku akan menyiapkan semuanya sebelum keberangkatanku.
Untuk mama, kalau dia ngizinin, mama boleh ikuy aku. Tapi kalau mama ikut aku, siapa yang jaga papa di sini?" tanya Gofur sambil melihat ke papanya.
"Kamu fikir papa anak kecil yang harus di jaga, papa pasti baik baik aja. Papa juga lebih tenang jika kamu pergi sama mama," balas Pagho.
"Baiklah, aku akan ajak mama nanti," ujar Gofur.
"Mama sudah gak sadar, pengen ketemu mantu mama," ucap Magho yang sangat menyayangi Rahma seperti putrinya sendiri.
__ADS_1
"Apalagi aku ma, aku bahkan pengen rasanya melluk istriku," jawan Gofur sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Aku mau mandi dulu, gerah," ucap Gofur lalu pergi ke kamarnya.