My Little Woman

My Little Woman
Perbincangan Gofur dan Devano


__ADS_3

Habis von vonan, Rahma pun menghampiri dua laki laki tampan yang tengah sibuk itu.


"Sudah selesai von vonannya?" sindir Devano.


"Iya," jawab Rahma santai.


"Kamu itu jangan suka menjodohkan kaka sama teman kamu atau yang lain, kayak kakak gak laku aja," ujar Devano kesal.


"Hehe bukan gitu kak, kalau nikah sama sahabat aku kan enak, aku sudah tau bagaimana wataknya dan seberapa baik dia, jadi aku pastikan kakak bahagia bersamanya dan aku pun bisa menjadi saudara dengannya, bukan hanya sekedar sahabat aja, tapi sayang, dia sudah punya pacar di sana," ucap Rahma kecewa.


"Syukurlah, jadi kamu gak sibuk jodohin kakak dengannya," ujar Devano senang.


"Ih kakak mah gitu, ini masih banyak tah pekerjaannya?" tanya Rahma yang melihat masih ada tumpukan kertas di atas meja.


"Ya lumayan, sejam lagi kayaknya selesai," jawab Gofur.


"Hufft, masih lama dong pulangnya," ucap Rahma cemberut.


"Kamu kalau mau pulang sam suami kamu, pulang aja sana, gak papa, biar ini kakak yang menyelesaikan kog, lagian ini juga bisa di kerjakan besok," ucap Devano tak tega.

__ADS_1


"Tapi ini dah nanggung kak," tutur Gofur ke Devano, rasanya ia risih saat setiap kali menyebut kata kak. Namun ia berusaha untuk membiasannya karena bagaimanapun dirinya adalah adik ipar.


"Iya bener, aku nunggu di sofa aja deh, nanti kalau dah selesai bisa pulang bareng, atau mau aku bantu?" tanya Rahma.


"Enggak usah sayang, kamu duduk aja, atau kamu pengen sesuatu?" tanya Gofur.


"Enggak, aku masih kenyang. Aku mau duduk santai aja deh," ujar Rahma sambil duduk di sofa, dan main Hp. Namun sayang, baru beberapa menit, ternyata Rahma malah terlelah dengan Hp yang ada di dadanya. Gofur yang melihatnya pun langsung menyamperi adiknya itu.


"Taruh aja di kamar, sebelah sini ada kamar," ucap Devano. Gofur mengangguk, lalu ia menggendong sang istri dan menaruh di kamar sang kakak ipar, untunglah di ruangan ini ada kamarnya sehingga Rahma bisa bobok dengan sangat nyenyak, bahkan di kamar itu juga lengkap dengan selimut, AC, dan yang lainnya.


Setelah memastian Rahma tidur nyenyak, barulah ia mencium pipi dan bibir sang istri sebelum keluar dan membantu sang kakak ipar membereskan pekerjaannya.


"Maafan aku ya, gara gara aku, kamu malah sibuk kerja kayak gini,"


"Kamu emang baik, aku bersyukur adikku menikah dengan kamu," puji Devano.


"Aku yang bersyukur kak, karena bisa menikahinya, dia wanita yang sangat spesial," ujar Gofur.


Mereka pun bekerja sambil ngobrol agar suasana tak hening dan mencekam. Kalau sambil ngobrol, tak terasa tiba tiba pekerjaan pun selesai.

__ADS_1


Setelah semua pekerjaan selesai, Devano mengajak Gofur ngobrol santai sambil nunggu Rahma bangun dari tidurnya.


"Sebenarnya aku bukan type orang yang banyak bicara kalau sama orang yang baru aku kenal, jadi kadang malah aku bingung sendiri mau ngomong apa," ujar Devano jujur.


"Iya samaa, aku juga bingung," jawab Gofur tersenyum, mereka pun tertawa bersama.


Akhirnya mereka pun memilih diam dan sibuk dengan Hp masing masing.


"Aku dengar dengar kamu lagi ikut tender ya?" tanya Devano.


"Iya, tapi aku sudah menyiapkan semuanya dan nanti saat di adakan rapat, papa dan tangan kananku yang akan  hadir," jawab Gofur.


"Oh gitu, semoga sukses ya. Sebenarnya aku suka dengan caramu bekerja, bagus dan sangat bertanggung jawab. Di siplin dan tak pernah patah semangat, aku yakin proposal kamu 99,9% pasti di terima," ujar Devano.


"Kenapa Kak dev bisa seyakin itu?" tanya Gofur.


"Karena aku yang mengadakan itu," jawab Devano, sebenarnya ia gak mau menjawab jujur tapi ia juga tak mau berbohong.


"Tapi aku harap, Kak Dev bisa berlaku adil, jangan hanya karena aku adik ipar Kak Dev, Kak Dev malah memilik proposal punyaku dan mengabaikan yang lain yang tentunya lebih bagus,"

__ADS_1


"Tenang aja kog, aku orangnya profesional, kalau emang bagus, pasti aku bilang bagus, kalau jelek, pasti aku bilang jelek, aku gak akan bilang bagus, kalau aku gak mencari tau dulu sebelumnya. Aku bisa ngomong gini karena aku sudah mencari tau tentang kamu, semuanya,"


"Syukurlah jika Kak Dev menyukainya, aku hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk semuanya," jawab Gofur dan Devano pun menganggukkan kepala, inilah yang Devano suka, Gofur selalu profesional kalau urusan pekerjaan, ia juga bekerja bukan hanya semata mata meraih keuntungan besar, namun juga  demi semua karyawannya agar mereka terus bekerja dan tak menjadi pengangguran. Gofur juga merupakan pengusaha yang patut di perhitungkan apalagi dengan kejujuran yang ia miliki, tak heran jika Devano menyukai Gofur. Dan ia mempercayakan adiknya itu kepada Gofur, karena Gofur emang orang baik dan pantas bersanding dengan adik kesayangannya.


__ADS_2