
Malam harinya, mereka kumpul bersama untuk makan malam, mejanya berbentuk persegi panjang.
Darma, Dania, Gofur, Rahma, Pagho, Magho, Devano, Della.
"Kenapa ruang makan aja sebersih ini, sengecling ini ya?" gumam Della dalam hati.
"Ayo makan semuanya," ujar Darma.
Mereka pun mengangguk, lalu mulai makan dengan tenang. Tanpa ada yang mengeluarkan suara. Della yang merasa deg degan pun berusaha untuk tenang, untung Refaldo sudah mengajari makan ala orang kaya dan bangsawan sehingga Della bisa dengan mudahnya mengimbangi mereka semua.
Habis makan mereka kumpul di ruang keluarga.
"Ini katanya resepsi dan akad nikah mau di lakukan besok, kenapa orang orang pada nyantai semua ya, seharusnya kan pada sibuk semua, ini malah seperti gak ada apa apa," gumam Della dalam hati. Ia pun berbisik sama Rahma yang kebetulan duduk di dekatnya.
"Resepsi dan pernikahan kamu besok kan?" tanya Della.
"Iya, kenapa?" tanya Rahma.
"Tapi kenapa mereka semua pada nyantai?" bisik Della.
"Ya emang harus gimana?" tanya balik Rahma.
"Ya kan seharusnya pada sibuk semua?" ujar Della lagi.
"Hehe apa gunanya bayar ratusan orang kalau pada akhirnya masih keluarga aku yang harus turun tangan,"
__ADS_1
"Hehe iya juga ya, enaknya jadi orang kaya, tinggal nyuruh ini itu ke orang lain, dan tinggal nunggu beresnya aja. Oh ya aku belum beli gaun buat besok, astaga, aku lupa," panik Della.
"Santai aja, baju kamu sudah di siapkan kog,"
"Beneran?"
"Iya Del, ngapain aku bohong," jawab Rahma.
"Syukurlah," ujar Della lega.
Rahma dan Della sibuk ngomong sendiri. Begitupun dengan Devano dan Gofur yang juga sibuk ngomong berdua, Magho sama Dania, Pagho sama Darma. Mereka sibuk membahas kegiatan besok hanya Rahma dan Della lah yang bahas lain.
Saat Rahma dan Della asyik cerita, hp Della bergetar, ia pun langsung mengambil Hp di saku celana, lalu membuka pesan. Ternyata dari Refaldo.
"Sayang, kog gak chat aku, sibuk ya?"
"Oh gitu, iya sudah gak pap. Yang penting kamu di sana jaga diri baik baik dan jaga hati,"
"Iya sayang, kamu juga di sana harus jaga hati. Aku cuma 3 hari di sini, setelah itu aku pulang,"
"Baiklah aku tunggu kamu, aku sudah sangat merindukan kamu,"
"Sama hehe. Iya sudah ya, nanti kita lanjut chatan kalau aku sudah masuk kamarku sendiri, sekarang masih kumpul kumpul nih,"
"Oke okey sayang."
Setelah itu gak ada chatan lagi. Della pun menaruhnya di saku celananya lagi.
__ADS_1
"Dari Refaldo?" tanya Rahma.
"Hehe iya, kog kamu tau?" tanya balik Della.
"Cuma nebak aja sih," jawab Rahma.
"Della kamu kalau mau istirahat, bisa tidur di lantai dua ya sayang, kamar nomer 3 dari kanan," ucap Dania.
"Iya tante, tapi saya belum ngantuk, kalau sudah ngantuk saya akan langsung ke kamar nanti," jawab Della ramah.
Dania pun hanya tersenyum menganggukkan kepala, "Ra, itu mama kamu kog masih kayak umur 30 an ya, cantik banget, gak ada keriputnya sama sekali, heran deh," tanya Della.
"Mama perawatannya mahal Dell, perminggunya bisa 10-15 juta sekali perawatan. Mama juga rajin olahraga dan makan makanan sehat, terlebih mama hidup bahagia, gak mikir ini itu, makanya awet muda," jawab Rahma terkekeh.
"Hehe iya juga ya. Pantes orang kaya itu pada cantik dan tampan tampan walaupun sudah tua, ternyata karena perawatannya yang super mahal dan.pola hidupnya yang bagus, kalau nanti aku menikah dengan orang kaya, aku juga mau perawatam biar awet muda," ujar Della tersenyum
"Refaldo kan kaya Dell,"
"Walaupun kaya tapi belum jadi suami Ra, gak mungkin aku minta uang ke dia buat perawatanku,* jawab Della.
"Iya juga sih,"
Della dan Rahma terus saja ngobrol, sedangkan Devano seakan tak terganggu walaupun ada orang asing di rumahnya. Walaupun Della adalah sahabat adiknya tetep aja bagi Devano, Della adalah orang asing. Namun ia tak menghiraukannya dan.lebih asyik ngobrol dengan adik iparnya itu.
Saat ia lagi enak enaknya ngobrol, Devano merasa terganggu dengan Hp nya yang berbunyi. Ia pun mengambil Hp dan ternyata ada chat dari Dita.
Devano yang males meladeni memilih untuk mematikan Hp nya.
__ADS_1