
Sejak mendapatkan kiriman vidio itu, lagi lagi kondisi Gofur semakin drop hingga ia harus di larikan di rumah sakit, ia terus bergumam menyebut nama Rahma, Della yang mendengar mantan guru sekaligus suami dari sahabatnya itu pun, datang untuk menjenguk bersama Refaldo.
"Pak, bapak harus kuat ya, saya yakin Rahma pasti baik baik saja dan cepat atau lambat dia pasti akan ke kembali ke pelukan bapak," ujar Della namun Gofur tak bisa menjawabnya karena ia tak sadarkan diri.
Magho dan Pagho pun hanya bisa menangis karena tak menyangka bahwa keadaan putranya semakin memprihatikan.
"Pa, aku mohon pa, cari kembali di mana menantu kita berada pa, aku gak mau keadaan Gofur semakin parah karena terus memikirkan istrinya," ujar Magho menangis.
"Baiklah, papa akan mencari Rahma lagi," ucap Pagho dan ia pun pergi, untuk memulai mencari Rahma lagi.
__ADS_1
Sedangkan di tempat yang berbeda, Rahma yang sudah sadar dari koma panjangnya, kini tengah berlatih untuk berjalan.
"Ayo Ra, kamu harus kuat, aku yakin, kamu pasti bisa jalan kembali," ucap Devano memberikan semangat untuk Rahma, Rahma hanya tersenyum menanggapiinya, ia terus melatih kakinya untuk berjalan walaupun beberapa kali ia harus jatuh karena kakinya terasa lemas dan seperti mati rasa.
"Ini semua gara gara laki laki itu, andai dia mempercayai istrinya, mungkin Rahma tak akan mengalami hal seperti ini," gumam Devano saat melihat Rahma yang meringis menahan sakit saat berlatih jalan.
"Kak, kakak kenapa?" tanya Rahma yang memanggil Devano dengan sebutan kakak,
Setelah mengantarkan Rahma ke kamarnya, Devanon pun kembali ke ruang kerja.
__ADS_1
"Apalagi yang harus aku lakukan, kemarin aku sudah mengirim vidio saat dimana Rahma masih di rawat di rumah sakit, pasti mereka akan terpukul banget melihat vidio itu," gumam Devano. Namun tiba tiba Hp nya berbunyi ternyata dari orang orang suruhannya dan dia mengatakan bahwa keadaan Gofur makin drob dan di larikan di rumah sakit.
"Waduh, aku gak nyangka kalau laki laki itu bisa masuk rumah sakit kembali, pasti dia sok lihat vidio itu. Apa yang aku lakukan sudah kelewatan yak, tapi kan aku ngirim vidio itu biar mereka tau, gimana keadaan Rahma saat masih di rawat di rumah sakit, gimana Rahma berjuang agar bisa tetap hidup, aku ingin mereka merasakan apa yang di rasakan oleh Rahma. Tapi aku gak nyangka apa yang aku lakukan malah membuat keadaan laki laki itu memburuk," ucap Devano merasa bersalah.
"Hemm, apa aku kirim vidio lagi ya, aku kan tadi sempat mengirim vidio Rahma saat ia belajar berjalan, paling tidak vidio yang ini akan memberitahu mereka kalau Rahma sudah sadar dan selamat dari sakaratul maut," ucap Devano, ia pun lagi lagi mengirim vidio itu kepada Della dan juga Gofur.
Setelah mengirim vidio itu, ia lagi lagi memotong kartu itu agar tidak bisa di lacak keberadaannya, setelah selesai, ia pun segera membuka laptopnya dan mulai bekerja, sekitar dua jam, barulah ia ke kamar Rahma dan melihat Rahma yang ternyata masih terlelap, mungkin karena ia lelah habis belajar jalan.
"Baiklah aku akan meminta bibi untuk masak bubur, karena setengah jam lagi, Rara harus minum obat," ujar Devano yang memanggil Rahma dengan sebutan Rara. Andai mama dan papanya tau, dirinya menyembunyikan istri orang, pasti mereka marah hehe, gumam Devano terkikik.
__ADS_1
Untunglah mama dan papanya itu super sibuk sehingga mereka jarang bertemu apalagi saat ini, Devano tinggal di apartemennya. Yah setelah dokter mengatakan bahwa Rahma boleh pulang, Devano membawa Rahma pulang ke apartemen namun selama seminggu 2x, Rahma harus pergi ke rumah sakit untuk cek up.
Apartemen yang di tempati pun tak jauh dari rumah sakit, mungkin sekitar 5 menit jika di tempuh pakai mobil, bahkan Devano bisa melihat rumah sakit itu dari balkon apartemennya.