My Little Woman

My Little Woman
Makan Malam yang berantakan


__ADS_3

Keesokan harinya, sehabis sholat Maghrib Pak Go datang dengan mengemudikan mobil barunya yang ia beli sebulan yang lalu.



Pak Go segera mengirim pesan kepada Rahma karena ia gak mungkin masuk ke dalam kosannya. Untunglah sebelum berangkat Pak Go pergi ke resto dulu untuk melihat nomer Rahma yang tertera di daftar formulir.


"Cepet! Aku sudah ada di depan kosanmu."


Itulah pesan yang di ketik oleh Pak Go. Setelah pesan itu terkirim, Pak Go langsung duduk di depan mobilnya sambil memainkan Hp.


Tak lama kemudian Rahma dan Della datang.


"Loh kog berdua?" tanya Pak Go.


"Maaf pak, saya tidak akan pergi jika gak bawa temen. Karena tidak baik jika wanita dan laki laki berduaan tanpa ada orang lain di sampingnya. Itu bahaya. Jadi untuk jaga jaga dan agar tidak timbul fitnah mending saya bawa temen temen saya." Jawab Rahma tersenyum.


"Baiklah gak papa. Kamu boleh bawa temen. Iya sudah ayo masuk." Ujar Pak Go.


"Tunggu pak, masih ada satu orang yang belum datang." Ucap Della sambil mengirimpesan kepada Refaldo


"Siapa lagi?" tanya Pak Go.


"Tuh orangnya sudah datang." Ujar Della sambil menunjuk ke arah Refaldo.


"Maaf telat." Ucap Refaldo tersenyum.


Pak Go hanya bisa menghela nafas. Hancur sudah untuk makan berdua dengan Rahma.


"Ayo masuk." Ujar Pak Go tanpa memperdulikan kedatangan Refaldo.

__ADS_1


Refaldo membuka pintu depan.


"Lho kog kamu duduk di depan?" tanya Pak Go.


 


"Karena gak baik jika wanita dan laki laki duduk berduaan. Jadi lebih enak jika Pak Go sama Refaldo di depan. Dan aku ma Della di belakang." Jawab Rahma.


Lagi lagi Pak Go hanya bisa menghela nafas, "Sabar sabar."


Pak Go pun mengemudikan mobilnya menuju resto termahal di kota itu. Di sepanjang jalan, mereka diam seribu bahasa, tak ada yang berani buka suara dan semuanya larut dalam fikiran masing masing.


Sesampai di resto, Pak Go dan mereka bertiga turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam restoran.


"Lho kog restonya sepi ya?" tanya Della.


"Karena saya sudah booking resto ini selama 3 jam ke depan. Saya tak ingin ada orang yang menganggu." Ujar Pak Go dingin. Tadinya ia booking resto mahal ini karena ingin makan berdua dengan Rahma tapi semuanya sudah hancur berantakan dan hanya menjadi angan angan saja.


"Ini masih punya keluarga saya, jadi kamu tenang aja. Toh semuanya juga gratis." Jawab Pak Go datar.


Mereka makan di tempat yang sudah di desain sebagus mungkin.


"Suasanannya romantis ya?" Sindir Refaldo, ia tau betul sebenarnya Pak Go akan melakukan hal seperti ini. Refaldo bukan laki laki bodoh. Untuk itu, ia tak ingin Rahma berduaan dengan Pak Go. Dan mulai sekarang, ia harus bisa menjauhkan Pak Go dengan Rahma, apapun caranya. Ia tak ingin jika Pak Go dan Rahma semakin dekat. Bagaimanapun juga Rahma akan menjadi miliknya. Setelah lulus SMA, Refaldo berjanji akan melamar Rahma hingga Rahma menjadi miliknya seutuhnya.


"Iya." Jawab Pak Go dingin.


Tak lama kemudian pelayan datang membawa makanan yang hanya untuk dua orang.


"Kog cuma dua sih?" tanya Refaldo.

__ADS_1


"Mbak, pesen lagi dua ya, sama persis seperti ini." Ujar Pak Go kepada pelayan.


"Baik pak." Pelayan itu pun segera undur diri untuk mengambil pesanannya lagi.


"Saya pesan dua karena saya fikir cuma makan saya Rahma doang, saya tidak tau jika kalian juga ikut. Jadi jangan salahkan saya. Jika kalian gak mau menunggu, silahkan ambil makanan saya dan saya akan makan belakangan." Ujar Pak Go dingin, sebenarnya ia sudah tak mood untuk makan tapi karena ia tak ingin melihat Rahma kecewa, mau gak mau ia harus menyelesaikan makan malam ini secepat mungkin. Toh gak ada gunannya ia menyiapkan semuanya jika masih ada orang orang di sekitar nya yang akan terus menganggunnya.


"Gak perlu pak, biar mereka saja yang menunggu." Ujar Rahma yang gak enak hati.


"Iya pak, gak papa. Santai aja." Ucap Della yang melihat wajah Pak Go seperti terlihat sangat kesal.


Dan tak lama kemudian makanan yang di pesanpun datang.


Mereka segera makan tanpa ada yang bersuara. Selesai makan, Pak Go langsung mengantarkan mereka pulang.


"Makasih ya pak makanannya." Ucap Rahma tersenyum.


"Iya, kalau gitu saya pamit pulang dulu. Assalamu'alaikum." Ujar Pak lalu pergi begitu aja meninggalkan Rahma, Della dan Refaldo yang hanya bengong melihat kepergian Pak Go.


"Dia kenapa ya?" tanya Rahma yang tak mengerti bagaimana perasaan Pak Go sekarang.


"Dia kesal." Jawab Della.


"Kesal kenapa?" tanya Rahma.


"Karena kencan kalian di ganggu." Jawab Refaldo.


"Aku gak kencan. Aku hanya makan malam. Kencan itu kan untuk mereka yang menjalin hubungan sedangkan aku dan Pak Go gak ada hubungan apapun." Ujar Rahma.


"Sudahlah, tak perlu di bahas. Mending kita masuk ke kosan masing masing lalu tidur. Ingat, besok ada ulangan." Ucap Della yang sudah ngantuk sehabis makan.

__ADS_1


"Baiklah."


Refaldo pun masuk kosannya sedangkan Rahma dan Della juga masuk ke kosan putri. Kali ini Rahma dan Della tidur di kamar masing masing.


__ADS_2