
Sedangkan di tempat yang berbeda karena ini hari Minggu, jadi Gofur libur kerja begitupun dengan yang lain. Nah mereka pun punya kegiatan masing masing, Devano yang ada janji kumpul sama teman temannya, Darma dan Dania yang akan pergi ke salah satu rekan bisnis Darma yang lagi kecelakaan dan terluk parah di rumh sakit, sebenarnya Darma dan Dania mau ke sana kemarin hanya saja, karena Darma banyak pekerjan jadi baru hari ini mereka bisa datang ke rumah sakit untuk menjenguknya.
Sedangkan Gofur dan Rahma mereka pergi ke Villa Danendra, Vila yang sangat luar biasa bagusnya dan tentunya sepi dan nyaman untuk mereka liburan.
"Aku gak nyangka akan ada Villa semewah dan seluas ini," gumam Gofurr.
"Aku pun tak menyangka mas, ini juga aku pertama kalinya ke sini bareng kamu, aku bahkan belum pernah ke sini bareng Kak Dev ataupun mama sama papaku,"
"Oh ya, terus selama ini kamu kemana?"
"Gak kemana mana, aku kan sakit mas, cuma fokus sama kesehatanku aja, dulu aku taunya cuma apartemen sama rumah sakit aja, dan sejak ketemu mama dan papa, aku bisa pergi ke mall dna tempat hiburan lainnya, dan setelah ketemu mas Go, banyak tempat yang sudah kita kunjungi sampai aku bingung tempat mana aja yang sudah kita jelajahi,"
"Apa kamu senang?" tanya Gofur.
"Tentu, aku senang, dulu saat aku sakit, aku sudah janji sama diri aku sendiri, kalau aku sembuh aku akan pergi kemana aja sesuka aku, menikmati hidup ini dan pergi bersama Mas Go tentunya untuk menemani aku menjelahi tempat tempat yng menarik,"
"Baiklah gimana kalau kita sering sering keluar ktia jelahi semua yang ada di negara S, sebelum kita jelajahi negara lainnya, gimana"
"Aku setuju tapi gimana dengan pekerjaan Mas Go,"
"Tenang aja jangan fikirkan itu, InsyaAllah semua nya akan tetap berjalan lancar seperti biasanya,"
"Makasih ya mas, terima kasih sudah membuat aku bahagia,"
"Aku yang berterima kasih sayang, karena sudah membuat aku sebahagia ini hanya cukup berada di samping kamu, aku harap kita akan terus seperti ini, hidup bahagia bersama selamanya,"
__ADS_1
"Iya mas. Oh ya mama sama papa balik ke sini nanti sore kan?" tanya Rahma.
"IYa sayang, tadi Kak Dev sudah bilang ke aku, jam setengah dua akan ada orang yang menjemputnya, jam 3 mungkin orang orang Kak Dev sudah ada di sana untuk membawa mama dan papaku kemari, kenapa?"
"Gak papa mas, cuma nanya aja, ia sudah ayo masuk, oh ya bibi mana ya?" tanya Rahma sambil mencari bibi.
"Aku gak tau, coba cari ke belakang," ujar Gofur. Rahma pun mencari bibi dan benr saja bibi sedang ada di belakang dan sedang membakar sate buat makan siang Rahma dan gofur.
"Bibi, lagi apa?" tanya Rahma sambil menghampiri bibi.
"Lagi bakar Sate, non," jawab bibi, ia sudah tau klau Rahma adalah anak majikannya. Bahkan tadi Devnao sudah menelfon bibi dan mewanti wanti bibi untuk membuat Rahma dan Gofur senyaman mungkin di sana.
"Oh mau aku bantu bi?" tanya Rahma.
"Gak usah non, ini juga tinggal sedikit, ntar lagi juga selesai,"
"Ia non." Jawab bibi ramah, ia bersyukur anak majikanya itu, baik Devano maupun Rahma sama baik nya. Dulu bibi pernah kerja jadi pembantu di rumah orang kaya, tapi bibi di perlakuan bak hewan, ia harus bekerja 24 jam dan hanya istirahat bentar, bahkan ia hanya makan satu kali itupun sedikit, ia juga kerap di marahi atas kesalahan yang tak dia lakukan, bahkan saat ia tak sengaja memecahkan satu piring, ia harus menanggunnya dengan memotong gajinya sampai 50%. Karena sudah lelah di bentak dan di suruh kerja bak rodi, ia pun memilih untuk mengundurkan diri, lalu ia bekerja di keluarga Danendra sebagai pembantu di Villa. Ia hanya membersihkan Villa itu saja dengan gaji yang sangat mahal, bahkan ia di berikan kamar yang cukup mewah karena ia harus tinggal di Villa itu. Ia juga masak untuk diirnya sendiri, sedangkan beras dan lauk pauk setiap bulan ada yang mengirimin, kadang bibi di kasih uang lebih untuk belanja sendiri.
Ia hanya memasak dan melayani majjikannya jika datang, itupun jarang sekali datang, bahkan dalam setahun hanya 3 sampai 5 kali saja. Jadi bibi jarang bertemu mereka, dan gaji bibi juga selalu utuh tiap bulannya, bahkan jika pun keluarga bibi ada yang datang merkea pun memperbolehkannya tapi tidak boleh sampai membuat Viiila kotor.
Jika bibi sibuk memanggang sate, sedangkan Rahma mengajak Gofur untuk keliling sekitar Villa, sangat di sayangkan jika datang ke sini hanya untuk duduk santai dan tidur tiduran, apalagi suasana di Villa ini sangat enak, ada taman yang sangat bagus, pepohonan yang di tata rapi, dan ada beberapa pohon buah yang sudah siap di ambil, Rahma pun mengambil buah itu dan memakannya, ia juga mengambilnya satu kali dan memberikan ke Gofur.
"Mas, nanti saat resepsi aku mengundang Della dan Refaldo, gak papa kan?" tanya RAhma.
"Gakk papa sayang, kamu mah boleh mengundang siapapun,"
__ADS_1
"Aku gak sabar pengen ketemu Deela, dia makin cantik ya mas, aku pernah vidio call dengannya, diaa makin dewasa dan makin cantik,"ujar Rahma.
"Dan bagiku, kamulah wanita yang paling cantik yang pernah aku temui, dari dulu sampai sekarang, kamu selalu cantik di mata aku sayang,"
"Ih mas ah, makin hari makin pintar ngegombalnya ya,"
"Aku gak gombal sayang, aku ngomong sesuati fakta," ujar Gofur.
"Iya ya terserah mas aja, mas kita duduk di sana yuk, itiu ada tempat duduk, kayaknya sejuk duduk di bawah pohon itu,"
"Iya udah ayo." Ajak Gofur, ia memegang tangan Rahma dan duduk di kursi panjang sambil menghadap ke bunga bunga yang bermekaran.
"Mas, aku boleh nanya," ujar Rahma.
"Boleh sayang, mau nanya apa hem?" tanya Gofur.
"Mas, nanti kan setelah resepsi aku mau kuliah, emm otomatis aku kan punya teman tuh, entah itu cewek atau cowok, aku takut mas salah faham lagi sama aku,' ujar Rahma bingung mau menjelaskan apa yang ada di otaknya saat ini.
"Aku ngerti maksud kamu, aku gak masalah kamu berteman siapapun, karena aku tau betul, walaupun kamu nanti punya temen cowok, kamu pasti akan jaga jarak dengannya, karena kamu bukan lagi anak abg, kita sudah menikah, status kita adalah suami istri, tentu sebagai wanita yang sudah punya status sebagai pasangan suami istri, harus pintar jaga diri, gak boleh sampai membuat pasangan cemburu dan lain sebagainya.
Dan aku percaya kamu tau akan batasan batasan dalam berteman. Aku gak akan membatasi kamu berteman dengan siapapun, aku gak akan mengekang kamu, aku akan memberikan kamu kepercayaan penuh dan aku akan menasehati kamu jika kamu mulai salah jalan. Dan jika ada sesuatu yang mengganjal di hati aku, aku akan membicarakannya secara baik baik, dan tidak akan memakai suara tinggi. Aku ingin menyelesaikan dengan kepala dingin tanpa adanya sebuah pertengkaran. Dan jika ada lagi orang yang ingin memisahkan kita dengan memfitnah kamu, aku gak akan mempercayainya begitu saja, aku akan mencari tau faktanya, terlebih aku akan mempercayai apapun penjelasan kamu karena aku percaya kamu gak akan pernah bikin aku kecewa,"
"Terima kasih mas, tenang aja, aku kuliah bukan untuk mencari cwok atau apa, aku hanya ingin mencari ilmu dan menikmati hidupku yang belum sempat aku nikmati sampai puas, bagiku, aku gak butuh laki laki di luaran sana, kamu saja sudah cukup, lagian kamu itu udah tampan, kaya, mapan, pintar, sayang sama aku, cinta sama aku, setia sma aku, selalu manjain aku, apalagi coba yang aku cari," ujar Rahma tersenyum.
"Mulai sekarang, seberat apapun masalah kita, kita harus hadapi bersama, okey,"
__ADS_1
"Iya mas," jawab Rahma.
Lalu mereka pun berpelukan di sana, tenang aja gak akan ada yang melihatnya karena daerah sana milikk Danendra dan itu tempat privat jadi gak akan da orang lain yang berani ke sana.