My Little Woman

My Little Woman
Perasaan Bahagia


__ADS_3


 


Afifatur Rahmania


=====================


 


Setelah selesai chatan dengan Pak Go, Rahma sangat sangat bahagia, ia tak menyangka Allah mengabulkan doanya secepat ini. Bahkan ia benar benar tak habis fikir, bagaimana mungkin Pak Go, yang ia sukai secara diam diam melamar dirinya. Padahal selama ini, ia selalu saja acuh tak acuh terhadapnya tapi siapa sangka di balik sikap dingin dan cueknya itu, ternyata Pak Go menyimpan perasaan yang sama seperti dirinya.


Rahma berharap pagi segera tiba agar ia bisa segera menelvon aby dan umynya untuk membicarakan masalah lamaran ini. Dan nanti saat hari Sabtu tiba, sepulang sekolah ia akan segera pulang karena Minggunya Pak Go dan kedua orang tuanya akan datang ke rumahnya yang ada di kampung. Jadi sebelum Pak Go datang, ia harus sudah ada di rumahya. Ia sudah gak sabar ingin bertemu Pak Go dan mengubah statusnya yang single menjadi seorang istri dari Ahmad Ghofur, guru yang mengajar di sekolahnya. Jodoh, rezeki dan umur hidup seseorang memang tak ada yang tau bahka dirinya pun tak pernah berfikir akan menikah di usia muda seperti ini tapi ia yakin InsyaAllah ia bisa menjadi istri yang baik untuk suaminya kelak walau umurnya pun masih terbilang cukup muda.


Setelah puas menghayal ini dan itu, Rahma pun memutuskan untuk tidur karena hari pun sudah semakin larut.


 


---------------------------------------------------


 


Jam 3 pagi, seperti biasa. Rahma bangun untuk sholat tahajjud. Selesai sholat, ia mengaji sampai nunggu adzan shubuh tiba. Setelah adzan, ia segera sholat shubuh dan setelah itu ia menelvon aby dan umy nya. Karena ia sangat yakin aby dan umy nya pasti udah bangun dan udah sholat.


Saat hp nya berdering 3x, suara orang di seberang sana pun mengucap salam.


"Assalamu'alaikum." Ucap umy nya.


"Waalaikusam, umy ini aku Rahma." Jawab Rahma dengan tersenyum bahagia.


"Oh Rahma, ada apa nak? Tumben nelvon jam segini." tanya umynya Rahma.

__ADS_1


"Gak ada umy, cuma pengen nelvon aja. Emang umy gak kangen tah sama kau setelah hampir satu minggu gak ada kabar?" tanya Rahma basa basi.


"Kangen dong nak, mana ada seorang ibu yang gak kangen sama anaknya. Kamu kapan pulangnya  nak?"


"InsyaAllah Sabtu depan umy, aku pulang.


"Tumben sayang pulang sebelum semester?"


"Iya umy, kangen soalnya pengen cepet cepet ketemu umy. Aby mana umy?"


"Oh aby lagi di masjid sayang, belum pulang."


"Hemm gitu. Oh ya umy, aku boleh bertanya."


"Mau nanya apa nak?"


"Gimana jika ada laki laki yang melamar Rahma?"


"Ya bagus dong sayang."


"Lihat dulu nak laki lakinya gimana? Dia sholeh apa gak? Kalau dia sholeh dan bisa bertanggung jawab. InsyaAllah aby dan umy pasti merestuin. Tapi kembali lagi ke kamu, soalnya kan nanti yang menjalani pernikahan kamu dan pasanganmu nak bukan umy sama aby. Emang kenapa sayang? Kenapa tiba tiba bahas seperti itu? Apakah ada laki laki yang ingin melamar kamu?" tanya Umy.


"Iya umy, insyaAllah minggu dia akan datang ke rumah umy buat melamar aku sekaligus nikah umy."


"Oh pantesan kamu mau pulang hari Sabtu ternyata ada seseorang yang mau melamarmu toh nduk. Siapa dia nak? Apakah dia orang baik?"


"Iya umy dia sangat baik. Dia juga tampan, dia juga baik, dia juga sholeh, dia juga pintar. Pokoknya dia saangat perfek umy."


"Emang kamu kenal sama dia di mana nak?"


"Dia guruku umy."

__ADS_1


"Guru? Apakah dia sudah tua? Dia bukan suaminya orang kan nak? Umy gak mau kamu jadi pelakor."


"Tenang aja umy, dia belum menikah dan usianya masih muda. Masih 24 tahun tapi dia sudah lulus S2 dan ngajar di sekolahku umy. Dia juga punya usaha yang cukup lumayan maju. Dia sangat mandiri umy, insyaAllah dia bisa jadi imam yang baik untukku umy."


"Syukurlah nak, jika dia masih muda dan belum menikah. Baiklah nanti umy akan membicarakan masalah ini dengan aby jika aby sudah pulang."


"Baiklah umy, kalau gitu telvonnya aku tutup dulu. Soalnya aku mau bersih bersih dan setelah itu mandi dan berangkat sekolah."


"Iya sudah, kamu hati hati ya nak di sana. Jangan neka neko."


"Iya umy. Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah menutup telvonnya, ia pun segera merapikan kamar tidurnya yang sedikit berantakan dan setelah itu ia menyapu dan mengepell kamarnya, tak lupa ia juga membersihkan kamar mandinya biar gak kotor dan tetep bersih. Setelah selesai semua, ia pun segera mengambil baju yang kotor dan mencucinya di kamar mandi. Setelah selesai mencuci, ia pun mejemurnya di depan kos kosan. Selesai mencuci baju, ia segera mandi. Dan setelah itu, ia langsung memakai baju seragamnya dan menyiapkan buku yang akan ia bawa dan memasukkannya ke dalam tas.


Setelah semua beres, ia keluar dari kamar dan pergi ke kamar sahabatnya, Della.


"Del, udah bangun belum?" tanya Rahma dari luar pintu.


"Udah Rah, bentar ya. Entar lagi aku keluar kog." Jawab Della dari dalam kamar, entah lagi apa itu anak. Setelah menunggu sekitar lima menit, akhirnya Della pun keluar juga dari kamarnya.


"Ayo." Ucap Della. Rahma pun hanya mengangguk dan mereka pun pergi ke sekolah dengan jalan kaki. Sesampai di sekolah, mereka tak langsung masuk ke kelas melainkan pergi ke kantin untuk sarapan pagi terlebih dahulu. Setelah kenyang, barulah ia masuk ke kelas karena kebetulan bell pertanda masuk pun juga sudah berbunyi.


 


 



 

__ADS_1


 



__ADS_2