My Little Woman

My Little Woman
Keinginan Rahma


__ADS_3

Setelah satu minggu berada di Indonesia, kini Devano kembali ke Singapure bersama dengan Rahma dan juga Gofur. Tak ada lagi kata senang-senang karena setelah ini mereka akan di sibukkan dengan aktivitas mereka yang cukup padat, terlebih Rahma, ia akan mulai kuliah di Kampus Wijaya.


Sebelum mereka berangkat ke Singapure, Rahma sempat bertemu dengan Della untuk pamitan karena bagaimanapun ia tak mungkin pergi tanpa pamit kepada sahabat terbaiknya itu.


“Kak Dev,” ucap Rahma memanggil kakaknya itu.


“Apa?” tanya Devano sambil menoleh ke adik kesayanganya itu. Sekarang mereka tengah ada di jet pribadi dan dalam perjalanan menuju Singapure, tempat kediaman mereka.


“Boleh gak aku pinjem Kak Amira?” tanya Rahma.


“Amira, buat apa? Emang dia barang sampai di pinjem segala, lagian kamu minjem Amira ke kakak, emang kakak siapanya dia?” tanya Devano tak mengerti dengan jalan fikiran adiknya itu.

__ADS_1


“Kak Amira kan sekertaris Kak Dev, jika aku minjem Kak Amira, pasti kakak akan kesulitan karna kakak kekurangan sekertaris, iya kan?”


“Emang kamu minjem Amira buat apa?”


“Emmm aku ingin kuliah bareng Kak Amira,” ujar Rahma santai tapi tidak untuk Devano yang merasa kaget dengan ucapan adiknya.


“Kuliah? Kamu mau Amira kuliah bareng kamu di kampus?” ulang Devano.


“Tapi apa Amira mau kuliah lagi? Dia kan ke sini buat kerja cari uang, bukan untuk kuliah,”


“Ya kan dia bisa kak kerja sambil kuliah, anggap aja dia itu pengawal aku, jadi tiap bulan, dia tetap mendapatkan uang dan sebagai bonusnya ia bisa kuliah di kampus ternama, iya kan? Pasti Kak Amira mau deh,” ujar Rahma senang.

__ADS_1


“Iya sudah jika memang itu mau kamu, biar besok aku bicarakan dulu sama Amira ya, tapi jika dia gak mau, kakak gak bisa maksa bagaimanapun dia juga punya hak untuk menolak, kamu mengerti kan?”


“Iya, aku ngerti kok.” Ujar Rahma tersenyum bahagia. Gofur yang melihatnya pun merasa gemas, ia membawa Rahma ke dalam pelukannya.


“Kamu itu ya, permintaannya emang aneh-aneh,” ujar Gofur.


“Bukan gitu, Mas. Tapi entah kenapa aku merasa nyaman saat ada di dekat Kak Amira. Dia tulus dan tidak seperti yang lain, yang kadang hanya mencari muka saja. Dan aku lebih merasa aman jika aku hanya bersama Kak Amira, aku tak butuh temen yang lain selain dia,”sahut Rahma. Gofur hanya menganggukkan kepala, ia hanya berharap Devano mau mengabulkan permintaan istrinya itu.;


“Oh ya Kak Dev, gak boleh sama Kak Dita ya, ingat aku gak suka sama wanita itu. Aku gak ingin punya kakak ipar seperti dia, aku ingin punya kakak ipar tuh yang lembut dan penyayang kayak Kak Amira,”ujar Rahma yang membuat Devano hanya geleng-geleng kepala. Ia pun juga tak ingin menikah dengan Dita yang mempunyai sifat jelek di matanya. Dan untuk Amira, untuk saat ini ia belum ada perasaan apapun, tapi jika memang adiknya pengen dia nikah dengan Amira, ia akan mencoba untuk mendekatkan dirinya dengan sekertarisnya itu, semoga aja ia bisa jatuh cinta dengan sekertarisnya agar ia bisa membahagiakan adiknya. Ia ingin melakukan apapun agar adiknya bahagia.


Mereka pun terus berbincang hingga akhirnya mereka sampai di bandara, lalu mereka langsung naik mobil yang sudah menjemput kedatangan mereka dan mengantarkannya kekediamannya.

__ADS_1


__ADS_2