My Little Woman

My Little Woman
Rencana Pindah kontrakan


__ADS_3


Di sekolah, Rahma dan Della bersikap biasa aja ketika bertemu dengan pak Go. Begitupun dengan Pak Go, mereka cuek dan dingin kepada semua orang.


Jam pelajaran pertama sudah di mulai dan Rahma melewatinya dengan semangat 45 begitupun dengan Della, walau ia sedikit mengantuk tapi ia bisa melewati jam pertama dengan baik. Tugas yang dikerjakan tadi malam pun sudah di kumpulkan dan mereka mendapatkan nilai A.


Jam 9 bell berbunyi, menandakan bahwa jam pertama berakhir dan di gantikan dengan jam istirahat. Rahma dan Della pergi ke Musholla untuk sholat dhuha, selesai sholat. Rahma dan Della beli cilok yang lima ribuan serta air mineral yang seharga dua ribu karena tadi pagi mereka gak sempat makan.


"Dell gimana kalau bulan depan kita cari kontrakan rumah, walau kecil dan sederhana yang penting ada dapurnya." tanya Rahma


"Maksudmu gimana? aku gak faham." Jawab Della.


"Gini loh kita kan udah kerja tuh. Dan bulan depan kita pasti gajian. Gimana kalau kita cari rumah yang kecil dan sederhana yang bisa di kontrakkan yang sekirannya ada dapurnya. Nah nanti kita tinggal berdua di sana dan perbulannyapun kita bayarnya di bagi dua. Dari pada di kos kosan itu, kita bayarnya sendiri sendiri tapi kamu jarang tidur di kamarmu sendiri. Kebanyakan tidur di kamarku, ya walaupun kadang juga aku pernah sesekali tidur di kamarmu. Tapi dari pada gini terus. Mending kita cari kontrakan rumah aja. Jadi tiap malam kita bisa tidur bareng terus. Dan kita juga bisa masak bareng terus. Jadi kita pagi-pagi gak perlu kelaparan karena kita akan masak dan sarapan bersama setiap mau berangkat sekolah, siangnya juga kita bisa makan di rumah. Selain hemat, kita makannya pun juga teratur. Gak usah cari yang mahal yang penting ada dapur dan kamar mandinya aja. Kalau kamar tidur itu kan sudah pasti ada." Ucap Rahma


"Baiklah, aku setuju. Kapan kita pindah?" tanya Della semangat.


"Kan aku udah bilang barusan, bulan depan setelah gajian. Kalau pindah sekarang, kita kan belum punya uang." tanya Rahma.


"Iya juga ya, iya udah aku setuju Bulan depan kita pindah." Jawab Della.


"Kita akan cari kontrakan rumah di dekat resto aja enak, jadi tinggal jalan beberapa langkah udah nyampek deh. Gak perlu lari lari lagi karena takut telat." ucap Rahma


"Oke, aku setuju." Ujar Della.


Setelah menghabiskan cilok dan minumannya, mereka pun kembali ke kelas karena bell masuk sudah berbunyi tiga kali.


Tanpa sepengetahuan mereka, sebenarnya ada Pak Go di sana, hanya saja tubuhnya gak kelihatan karena terhalang pohon besar.


Pak Go sedikit bangga kepada dua muridnya itu terutama kepada Rahma, wanita yang diam diam sangat ia suka. Mereka mau mandiri dan berfikir dewasa, tak seperti murid yang lainnya yang sangat sombong karena kekayaan orang tuannya dan suka menghambur hamburkan uang.

__ADS_1


Setelah puas menikmati pemandangan di taman, Pak Go kembali ke ruangannya karena memang bentar lagi ia ada jadwal mengajar di kelas lain.


----------------------------------


Sepulang sekolah, Rahma dan Della pergi ke warung untuk membeli nasi dan lalapan. Harganya sangat murah meriah cuma 10 ribu. Dapat nasi, sambel, lalapan timun dan gubis, tempe goreng, tahu goreng, telur mata sapi satu sama kerupuk. Rahma dan Della sangat menikmati makan siangnya.


Selesai makan, saat mereka mau keluar dari warung. Rahma melihat ada kakek kakek yang duduk di bawah pohon sambil memegang perutnya. Rahma pun berbalik dan memesan dua makanan untuk di bungkus.


"Kamu ngapain mesen lagi Rah, kan udah makan barusan?" tanya Della.


"Aku beli buat kakek itu." Ucap Rahma sambil menunjuk ke arah kakek.


"Oh, iya sudah kita bayarnya bagi dua ya. Kamu kan beli dua bungkus. Yang satu bungkus, aku yang bayar." Ucap Della.


"Gak usah Del, aku aja. Lagian kan ini gak ada hubungannya sama kamu." Ucap Rahma yang gak enak karena sahabatnya itu mau membayar makanan yang ia pesan.


"Makasih ya Dell." Ujar Rahma senang.


Rahma juga mengeluarkan uang 10 ribu buat melengkapi uang Della. Alhamdulillah nasi dua bungkus dan 2 air botol mineral sudah ada di tangan rahma.


Rahma dan Dellapun pergi mengunjungi kakek itu.


"Mbah?" Panggil Rahma.


"Iya ndok, ada apa?" tanya Kakek itu dengan suara lemah.


"Ini ada nasi ma air buat mbah." Ucap Rahma sambil memberikan nasi yang ia pegang. Kakek itu menerimannya dengan senang.


"Terima kasih ndok. Apa perlu mbah di foto dulu?" tanya mbah itu.

__ADS_1


"Enggak mbah. Buat apa coba. Saya gak ada kepentingan untuk memfoto mbah." Ucap Rahma.


"Bukang gitu. Biasanya jika ada yang ngasih uang dan makanan, mereka akan meminta mbah untuk di foto dulu bersama uang dan makanan yang mereka berikan." Ucap Kakek itu sedih.


"Gak mbah, Kami gak akan foto mbah hanya untuk di pamerkan di sosmed atau publik. Kami ikhlas membantu mbah."


"Terima kasih ndok. Semoga kebaikan kalian, di balas berkali kali lipat sama Allah." Ujar mbah itu senang.


"Oh ya ini uang buat mbah." Rahma mengambil uang lima puluh ribuan dari dalam tasnya dan memberikan uang itu kepada mbah.


"Tapi ndok........" mbah itu ragu ragu untuk mengambilnya.


"Gak papa mbak, kami masih ada. Kebetulan kami juga sudah kerja. Jadi kami ingin berbagi rezeki sedikit." Ucap Della membantu sahabatnya berbicara.


"Makasih ndok. Semoga Allah memberikan rizki yang berlimpah buat kalian berdua." Ujar mbah  itu.


"Aammiin. Iya sudah mbak, kami harus pulang dulu." Ucap Rahma dan Della.


Mereka pun pergi melanjutkan perjalanan menuju kosannya.


"Kasihan ya mbak tadi?" ucap Della.


"Iya, makanya jika kita punya sedikit uang, kita harus berbagi. Gak boleh pelit pelit. Sedekah itu tak akan membuat kita miskin malah sebaliknya tapi ingat, walau kita bersedekah tak perlu di umbar sana sini. Nanti pahalanya hilang lho hehe." Ujar Rahma tertawa.


Untunglah tadi pas dhuhur mereka sholat di musholla deket sekolahan jadi sekarang mereka tinggal mandi, sholat ashar lalu siap siap berangkat kerja. Sedangkan tugas sekolah akan di kerjakan pas pulang kerja nanti malem..



__ADS_1


__ADS_2