My Little Woman

My Little Woman
Bertemu Devano di Kantor


__ADS_3

Rahma membuka pintu itu saat Devano lagi fokus mengerjakan berkas kantor, "Kakaaaaaaaaaaaaaaaaaaak," teriak Rahma yang langsung lari memeluk Devano. Devano yang kaget dengan kedatangan adiknya pun juga dengan sigap membalas pelukan adik kesayangannya itu. Gofur yang melihatnya pun cemburu namun ia berusaha menahanya karna ia sadar, bahwa laki laki yang di peluk oleh sang istri adalah kakak kandungnya, jadi ia berusaha menahan rasa cemburunya itu dalam hati. Gofur memilih untuk dduk di sofa dan membiarkan sang istri bermanja dengan kakaknya.


"Kog ke sini gak bilang bilang?" tanya Devano sambil mengelus kepala Rahma.


"Kejutan dong," jawab Rahma manja.


"Hemm kamu juga tumben manja sama kakak, biasanya gak pernah gini?" tanya Devano sambil melihat Gofur namun yang di lihat hanya biasa biasa aja, namun Devano seakan mengerti apa yang di rasakan Gofur saat ini.


"Emang gak boleh, lagian Kak Dev kan kakak kandungku, bukan orang lain. Bukankah wajar seorang adik manja sama kakak kandungnya,"


"Iya tapi ingat, kamu dah punya suami, nanti ada yang cemburu sama kakak," goda Devano yang membuat Gofur salting.


"Siapa yang cemburu?" tanya Rahma polos.


"Siapa lagi, laki laki yang ada di ruangan ini selain kakak?" tanya Devano.


"Mas Gofur," jawab Rahma sambil menoleh ke arah gofur. "Sayang kamu cemburu sama Kak Dev?" tanya Rahma yang memanggil Gofur dengan sebutan sayang membuat Gofur jadi semakin salting.


"Enggak," jawab Gofur gugup, ia pun mengambil Hp nya dan pura pura sibuk dengan Hpnya.

__ADS_1


"Tuh suamiku bilang gak cemburu, lagian juga kan mana ada suami cemburu sama kakak iparnya sendiri," ujar Rahmaa sambil membuka cadarnya karena di ruangan ini ia bebas tanpa takut terlihat oleh siapapun.


"Oh ya kak, tadi aku dari ruangan Kak Amira," ucap Rahma sambil melepas pelukannya dan duduk di Sofa dekat sang suami.


"Ngapain ke sana?" tanya Devano yang masih kesal karena Amira gak bisa menjaga adiknya dengan baik.


"Ya gak ada pengen menemuinya aja. Kakak, kakak selama ini suka mendiamkan Kak Amira ya?" tanya Rahma, sedangkan Gofur memilih diam karena gak mau mengganggu sang istri yang lagi ngomong serius dengan kakak iparnya itu.


"Dia ngadu sama kamu?" tanya Devano


"Enggak, aku harap kakak jangan terus menerus mendiamakan Kak Amira, dia gak salah. Dulu Kak Amira sudah berusaha menjagaku dengan baik, bahkan aku bisa merasakan kalau Kak Amira itu orang yang tulus, saat aku ke kamar mandi, dia sudah berusaha untuk ikut sama aku, cuman aku merasa risih aja, masak ia mau ke kamar mandi aja sampai di temanin, kan gak etis, lagian waktu itu aku berfikir aku aman di sini, karena aku kan ada di kantor Kak Dev, jadi mana mungkin ada yang berani menyakiti aku, tapi ya fikiranku salah, ternyata orang jahat itu emang ada dimana mana, dan aku lah yang salah karena tidak hati hati dan gak bisa lawan mereka," balas Rahma menjelaskan.


"Jangan seperti itu kak, Kak Amira itu tidak seperti yang kakak fikirkan, walaupun aku baru pertama kali bertemu dengannya waktu itu, tapi dia bisa membuat aku nyaman, bahkan aku merasa dia seperti kakakku sendiri, karna sangking baiknya sama aku. Lagian yang menyakiti aku itu kan orang lain, kenapa mesti Kak Amira yang di salahkan. Orang itu juga sudah kakak pecat kan, aku juga sudah sembuh, apalagi yang buat kakak kesal dengannya, masak ia mau mendiam kannya terus menerus, mau sampai kapan? Hati perempuan itu sensitif loh, walaupun dia gak menunjukkannya, pasti Kak Amira merasa gak nyaman bekerja tapi di diamkan oleh bosnya sendiri, namun ia berusaha untuk bertahan kerja di sini," jawab Rahma lagi.


"Baiklah aku akan memaafkannya demi kamu,"


"Bukan demi aku kak, tapi demi Kak Dev sendiri, emang kakak nyaman dengan perasaan dimana kakak mendiamkan bawahan kakak sendiri, apalagi selama ini dia sudah bekerja dengan baik. Jika akrab bisa membuat hati bahagia kenapa mesti mencari jalan yang rumit dan susah dengan mendiamkannya?"


"Ya ya ya, kakak akan memaafkan dia demi diri kakak dan semuanya. Kamu ke sini sebenarnya mau ceramahin kakak atau gimana?" goda Devano.

__ADS_1


"Ya enggaklah kak, aku ke sini karena ingin ngasih kejutan buat kakak, emang kakak gak seneng, ada aku di sini?" tanya Rahma.


"Ya seneng lah. Di saat pekerjaan kakak numpuk gini, terus di samperin kamu, kakak jadi semangat lagi kerjanya,"


"Pasti gara gara aku ya kak, pekerjaan kakak banyak gara gara kakak sering jaga aku kan?" tanya Rahma sedih. Gofur yang gak suka melihat sang istri sedih pun berinisiatif  membantu kakak iparnya itu.


"Kalau pekerjaannya banyak, biar aku bantu," ucap Gofur yang sedari tadi diam.


"Beneran?" tanya Devano senang.


"Iya," jawab Gofur ramah.


"Wah ternyata ada untungnya juga kamu ikut Rahma ke sini. Ayo sini bantuin aku, aku sudah lelah ngurus ini sendiri," ujar Devano, Gofur pun mendekat lalu Devano membagi pekerjaannya agar cepet selesai.


"Terus aku bantu apa?" tanya Rahma melihat Gofur dan Devano yang sudah siap siap bertempur dengan berkas berkas yang ada di hadapan mereka.


"Kamu duduk aja sayang, aku gak mau kamu capek, kamu bisa nonton tivi, main Hp, atau yang lainnya. Oh ya kenapa kamu gak nelfon sahabat kamu aja, pasti dia kangen banget sama kamu, dia juga pasti senang kamu menelfonnya,"


"Oh ya, kenapa aku sampai lupa, iya udah deh aku mau nelfon Della dulu," ucap Rahma semangat. Lalu Rahma pun mulai mengetik nomer Della. Untung ia masih ingat dengan nomer sahabatnya itu. Sedangkan Gofur senang melihat Rahma yang terlihat bahagia. Lalu ia pun mulai  membantu sang kakak ipar mengerjakan pekerjaan kantornya yang numpuk itu.

__ADS_1


__ADS_2