My Little Woman

My Little Woman
Gofur Cemburu


__ADS_3

Tok ... tok ... tok ....


"Masuk," ucap Pak Go dari dalam.


Rahma pun segera membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Pak Go. Tak lupa ia menutup kembali itu rapat rapat agar tak ada yang mendengar percakapan dirinya dan suaminya itu.


"Ada apa Mas sampai nyuruh aku ke sini?" tanya Rahma sambil duduk di kursi yang ada di depan meja Gofur.


"Kamu tadi sama siapa di kantin?" tanya Gofur langsung ke inti.


"Sama Della mas," jawab Rahma jujur.


"Sama siapa lagi?" tnaya Gofur lagi.


"Refaldo," jawab Rahma menunduk.

__ADS_1


"Sayang kamu tau kan ...." belum selesai Gofur bicara, Rahma langsung memotongnya.


"Aku tau Mas melarang aku bicara dengan cowok lain. Untuk itulah, dari tadi aku memilih untuk menikmati makananku dari pada menjawab pertanyaan Refaldo. Aku hanya menjawab dua kali kalau gak salah, dan selebihnya setiap pertanyaan yang di lontarkan Refaldo, Della semua yang menjawabnya. Jika mas gak percaya, mas bisa dengarkan rekaman ini. Karena saat Refaldo duduk di depanku, aku langsung merekamnya. Inilah yang aku takutkan, mas cemburu dan salah faham," ujar Rahma sambil memberikan Hp nya. Untunglah dia sempat merekam pembicaraan dirinya, Della dan Refaldo saat di kantin barusan.


"Kamu gak perlu sampai memberikan rekaman ini, aku percaya sama kamu sayang, hanya saja, kadang entah kenapa aku cemburu saat melihat kamu ngomong sama cowok lain, aku merasa gelisah saat kamu dekat sama cowok lain. Kamu tau kan sayang, itu artinya aku cinta sama kamu dan aku gak mau kehilangan kamu. Makanya, aku merasa takut jika kamu bersama laki laki lain walaupun aku tau, kamu dan mereka hanya berteman biasa dan gak ada hubungan apa apa," ucap Gofur menjelaskan apa yang ia rasakan.


"Aku tau mas, aku faham dan mengerti apa yang kamu rasakan. Karena aku pun merasakan hal yang sama saat ada yang mencoba untuk mendekati kamu, saat ada yang caper (cari perhatian) di depan kamu. Tapi aku percaya sama kamu mas, aku percaya kamu akan menjaga hati dan perasaanku, aku percaya kamu gak akan menyalah gunakan kepercayaan yang aku berikan buat kamu. Aku percaya kamu akan setia sama aku, aku percaya kamu gak akan menghianati hubungan kita, aku percaya sama kamu mas dan aku harap, kamu pun seperti aku. Jangan dikit dikit aku di curigai, cemburu boleh tapi jangan sampai berlebihan," ujar Rahma menjelaskan, ia gak marah sama sikap suaminya. Karena ia tau, suaminya seperti itu karena ia sangat mencintai dirinya.


"Maafin aku ya sayang, aku benar benar minta  maaf. Padahal aku lebih dewasa dari kamu, tapi kamu bisa berfikir dengan jernih tidak seperti diriku,"


"Itu karena aku tidak hanya mendandalkan perasaanku mas, sudahlah, jangan di bahas lagi. Katanya bentar lagi kamu mau ke kantor?" tanya Rahma.


"Nanti Mas ke kafe kan?" tanya Rahma.


"Iya sayang," jawab Gofur.

__ADS_1


"Baiklah, sampai ketemu nanti di kafe ya," ujar Rahma.


"Iya, tapi sini, peluk dulu, kasih aku semangat biar nanti kerjanya enak dann gak  kefikiran terus sama kamu," ujar Gofur.


Rahma pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri suaminya. Lalu ia pun memeluk suaminya dengan erat bahkan Rahma juga mecium kening sang saumi.


"Aku gak bisa lama lama di sini, bentar lagi bell sekolah,"


"Iya sayang, kamu baik baik ya selama aku pergi,"


"Ya elah mas, kayak mau pergi jauh aja. Lah wong nanti sore juga dah ketemu,"


"Tapi tetap sayang, aku harus mengingatkanmu untuk selalu hati hati, karena  kalau kamu jauh dari aku, sebenarnya aku tuh gak merasa tenang, selalu kefikiran terus,"


"Sudahlah jangan terlalu lebay, aku ke kelas dulu ya," ujar Rahma sambil melepas pelukannya.

__ADS_1


'Iya."


Setelah itu Rahma pun kembali ke kelas sedangkan Gofur ia siap siap mau berangkat ke kantornya.


__ADS_2