
Hari ini, Rahma kembali ke jakarta bersama mama dan papanya dan juga bersama sang suami tercinta.
Hanya saja mama dan papanya kembali ke kediamannya alias rumah utama. Sedangkan Rahma akan pergi ke rumah suaminya, yang akhir akhir ini menjadi tempat tinggalnya.
Mereka berpisah di bandara Jakarta. Dan setelah itu, Rahma dan Gofur pergi menuju rumahnya dengan menggunakan taxi online.
Sesampai di rumah, mereka di sambut oleh Della. Dia bahkan dari beberapa hari yang lalu, berusaha menghubungi nomer Rahma namun tak sekalipun di angkat, chat pun bahkan gak ada yang di bales.
Dan itu membuat Della kebingungan. Ia juga bahkan beberapa kali pergi ke rumah Rahma yang berada tepat di sampingnya, namun rumahnya tertutup rapat.
Nelfon Gofur pun juga gak di angkat dan itu sukses membuat Della sampai kebingungan tersendiri.
Ya Rahma dan Gofur sendiri, juga lupa memberitahu kepada Della tentang kepergian mereka.
Mereka juga pergi saat Della sekolah.
Hp Rahma dan Della juga di taruh di dalam tas dan juga drop karena lupa di cas.
"Ya Allah Rahma, kamu kemana aja? Aku cariin kamu tau, aku takut kamu hilang," ucap Della sambil memeluk Rahma bahkan ia sampai menangis.
__ADS_1
"Maaf ya, aku lupa ngasih tau kamu," jawab Rahma merasa bersalah.
"Iya udah sekarang kamu ke rumah aku yuk, kita cerita cerita," ujar Della.
"Baiklah. Mas, kamu masuk aja dulu ya. Kuncinya kamu yang megang kan. Dan minta tolong bawakan koperku sekalian ya," pinta Rahma tersenyum.
"Baiklah."
Gofur sebenarnya gak tega membiarkan istrinya yang langsung di tarik ke rumah sahabatnya itu. Tapi apalah daya jika istrinya sudah memilih ikut sahabatnya itu.
Gofur pun segera mengambil kunci rumahnya, di dalam tas.
Setelah pintu terbuka, ia langsung membawa koper untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Rah, kamu kemana sih beberapa hari ini?" tanya Della saat mereka sudah ada di ruang tamu di rumah Della.
"Aku pulang ke Jember," jawab Rahma.
"Ngapain? Bulan Madu, Liburan atau hanya sekedar jenguk kedua orang tua kamu?" tanya Della lebih lanjut.
__ADS_1
"Kedua orang tuaku meninggal Del,"
"Appahhh?!! kamu serius kan? Gak boong kan? Tapi kenapa? Kenapa om dan tante bisa meninggal?" tanya Della yang langsung nangis karena gak menyangka kedua orang tua dari sahabatnya itu kini sudah tiada.
"Mereka kecelakaam dan meninggal saat di rumah sakit. Aku gak sempat ngasih tau kamu, karena semua serba mendadak. Maafkan aku,"
"Kamu gak perlu minta maaf Ra. Aku jika ada di posisi kamu pun pasti melakukan hal yang sama. Seharusnya aku yang minta maaf, sebagai sahabat kamu. Aku malah gak tau apa apa bahkan aku gak ada di saat kamu sedih," ucap Della menitikkan air mata.
"Aku sudah ikhlas Dell. Mungkin Allah lebih sayang sama umy dan aby. Jadi Allah mengambil mereka dari aku. Lagian semua yang hidup juga pasti akan mati nantinya hanya saja kita tidak tau, kapan kematian itu akan menjemput kita," ujar Rahma tersenyum.
"Ra, kamu memang wanita yang sangat kuat. Kamu begitu tegar. Bahkan di saat orang tua kamu meninggal pun, kamu masih bisa tersenyum seperti sekarang,"
"Aku menangis pun percuma, yang bisa aku lakukan saat ini adalah mendoakan mereka. Oh ya, aku sudah ketinggalan beberapa pelajaran. Apa kamu punya catatanya, biar nanti aku salin," ujar Rahma mengalihkan pembicaraan.
"Oh ya aku sudah menyalin catatan khusus buat kamu, aku juga sudah mencatat semua poin poin penting saat guru menjelaskan, bentar ya aku ambilkan," ucap Della sambil pergi ke ruang belajar dan mengambil buku catatan untuk Rahma.
"Ini kamu bawa pulang aja, kamu juga pasti lelah kan setelah perjalanan jauh,"
"Baiklah, aku pulang dulu,"
__ADS_1
"Iya."
Dan setelah itu Rahma pun pulang dengan membawa buku catatan sedangkan Della, ia gak bisa menahan sahabatnya terlalu lama di rumah karena ia tau, bahwa sahabatnya itu juga pasti lelah dan butuh istirahat.