My Little Woman

My Little Woman
Kebahagiaan Dua Keluarga


__ADS_3

Setelah Rahma selesai di periksa, Magho, Pagho, Dania, Darma dan Devano pun masuk ke dalam di mana di sana ada Gofur yang setia menemani Rahma di sampingnya.


"Mama, papa," sapa Rahma ke mertuanya. Magho dan Pagho yang sadar bahwa diri mereka yang di panggil langsung menghampiri menantunya itu. Gofur pun agak menjauh memberikan waktu untuk kedua orang tuanya ngobro dengan istrinya.


"Gimana kabar kamu sayang?" tanya Magho.


"Alhamdulillah baik ma, mama sama papa gimana  kabarnya?" tanya Rahma tersenyum ramah.


"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat, mama dan papa baik baik saja," jawab Magho.


"Syukurlah aku senang mendengarnya," jawab Rahma.


"Nanti mama sama papa nginep di rumah aku ya," pinta Rahma.


"Iya kami akan menginap di rumah kamu, tapi papa gak bisa lama lama, mungkin besok papa harus kembali tapi papa janji akan sering sering nengok kamu di sini" ucap Pagho.

__ADS_1


Rahma pun mengerti, bagaimanapun papa mertuanya itu adalah kepala sekolah, ia gak bisa meninggalkan tanggung jawabnya terlalu lama, terlebih selain kepala sekolah, papa mertuanya juga seorang pengusaha sama seperti suaminya.


Lalu Rahma dan mertuanya pun ngobrol panjang lebar. Sdangkan Devano mengajak Gofur ngobrol berdua di ruangan itu, kebetulan ruangan itu ada kursi sofa lengkap dengan kasur di samping Rahma, serta kulkas, bahkan kamar rumah sakit itu layaknya kamar hotel bintang lima.


"Gimana setelah ketemu adikku?" goda Devano, ia bersyukur kedaangan Gofur ternyata mampu membuat Rahma bangun dari tidur panjangnya.


"Seneng, bahagia, yah gitu, setelah bertahun tahun gak ketemu dan akhirnya ketemu kembali rasanya sangat sangat bahagia sekali, bahkan rasa kebahagiaan ini sulit untuk bisa aku gambarkan karena sangking senangnya," jawab Gofur sambil menoleh ke arah Rahma yang asyik mengobrol dengan magho dan pagho. Sedangkan mama dan papa mertuanya hanya duduk santai memberikan waktu buat Rahma ngobrol dengan kedua orang tuanya.


"Maafin aku sudah menjauhkan kamu dengan adikku," ucap Devano meminta maaf.


"Santai aja, manggila apa aja oke kog, yang penting kamu nyaman. Aku gak maksa, aku harap setelah ini kamu bisa jaga adek aku baik baik ya, aku gak mau adek aku terluka lagi, dan jika ada masalah, kamu cerita aja sama aku, pasti aku bantu, tapi jangan pernah sekalipun sakitin adek aku lagi, kalau ada apa apa, kamu cek kebenarannya dulu, karena di luar sana akan ada banyak orang yang ingin menghancurkan sebuah keluarga yang harmonis, apalagi wanita wanita yang matre, yang gila akan ketampanan seseorang pasti mereka akan melakukan segala cara untuk bisa mendapatkannya," ucap Devano menasehati, walaupun dirinya belum berumah tangga, namun ia bisa belajar dari mama dan papanya, yang mana banyak sekali wanita yang menggoda papanya itu, untunglah papanya itu setia dan gak gampang tergoda, karena dia selalu ingat anak dan istri sehingga sampai detik ini, keluarganya baik baik aja, entah apa yang terjadi jika sampai papanya itu tergoda oleh wanita di luaran sana, apalagi kadang pernah sampai ada yang nekat memberikan obat perang sang namun papa memilih menyakiti diri  sendiri dari pada harus melakukannya dngan wanita yang tak halal untuknya.


Lagian ngapain harus mencari yang lain jika sudah ada istri, melakukan hubungan badan pun rasanya sama, bedanya kalau sama istri selain halal,dapat pahala pula, kalau sama yang lain rasanya sama, dapat dosa, iya.


Satu istri aja walaupun di garap berkali berkali gak ada habisnya, lalu apa yang di cari lagi, kepuasan seperti apa?

__ADS_1


Untuk itulah, kelak jika Devano menikah, ia ingin seperti papanya, lemah lembut, namun juga tegas.


"Aku sih gak pernah tergoda sama wanita lain, karena bagiku Rahma adalah istriku yang terbaik, belahan jiwaku, hanya saja aku yang bodoh dulu karena termakan foto dan vidio yang ternyata hanyalah sebuah jebakan. Itu lah kebodohan yang pernah aku lakukan seumur hidupku, namun ini akan menjadi pelajaran untukku ke depannya agar aku bisa lebih hati hati lagi dan gak mempercayai apapun dengan mudah tanpa ada bukti yang nyata," jawab Gofur.


"Iya aku percaya sama kamu, oh ya kemarin adek pernah bilang sama aku kalau dia ingin sekolah dan rencana aku mau ngejar paket C untunya dan menyekolahkan dia lagi di kampus ABC. Itupun jika kamu mengizinkan, bagaimanapun kamu itu suaminya, kamu jauh lebih berhak memutuskan apa yang terbaik buat istri kamu," ucap Devano memberitahu keinginan adiknya itu.


"Aku sih setuju setuju aja, tapi sebelum itu aku ingin menikahi Rahma lagi di KUA, aku ingin menikahi Rahma secara agama dan negara, agar pernikahanku dengannya tercatat di KUA. Karena dulu saat aku menikahinya aku hanya menikahinya secara sirri itupun aku lakukan agar saat aku memegang tangannya, aku tak berdosa lagi,"


"Baiklah aku mengerti, kita bisa membicarakan masalah ini dengan kedua orang tuaku dan kedua orang tua kamu, agar kita bisa mengadakan acara sekalian, jadi sekalian akad nikah di KUA, kita juga sekalian mengadakan resepsi, karena aku ingin memberikan resepsi yang mewah untuk adikku karena bagaimanapun nikah kan sekali seumur hidup dan aku ingin pernikahan ini menjadi pernikahan termegah untuk tahun ini, aku ingin melihat adikku bahagia menjadi seorang ratu di pernikahannya nanti,"


"Aku sih apa kata Rahma aja, jika dia mau dan menginginkannya, aku setuju," ujar Gofur.


Mereka terus saja mengobrol sambil melihat Rahma yang kini bukan hanya bicara dengan kedua orang tuanya tapi juga dengan mertuanya. Mereka terlihat sangat akrab sekali, Gofur sangat senang melihatnya apalagi kini Rahma ternyata sudah bertemu dengan keluarga kandungnya, mempunya kakak yang sangat menyayangi dirinya dan juga orang tua yang sangat mencintainya.


Setelah apa yang telah dia lewati,  kini Rahma di kelilingi oleh orang orang yang mencintai dan di cintai oleh nya.

__ADS_1


__ADS_2