
Setelah pulang dari Jepang, Gofur dan Rahma langsung melakukan aktivitas mereka. Pertama-tama mereka membagikan dulu hadiah yang mereka beli saat di Jepang. Tak lupa untuk hadiah Refaldo dan juga Della, mereka kirim lewat sebuah pengiriman jasa. Sehingga dalam waktu beberapa hari, Della dan Refaldo pun menerima hadiahnya dan tak lupa mengucapkan terimakasih.
Setelah itu, Rahma pun mulai sibuk dengan aktivitasnya yang mengejar paket C. Bahkan Papa Darma sampai menyewa guru privat yang sangat profesional untuk mengajar Rahma saat di rumah.
Sedangkan Gofur sendiri juga sibuk dengan Perusahaan Barunya yang dikasih nama G&R Group. Walaupun masih pemula namun berkat bantuan Devano dan juga Papa Darma, perusahaan yang baru itu pun meloncat pesat hingga terkenal.
Bahkan dalam waktu dua tahun, kini G&R berada di nomer satu Perusahaan Terbesar di Asia, bahkan melebihi perusahaan miliknya yang ada di Indonesia.
Rahma yang mengejar Paket C pun akhirnya juga lulus dengan nilai sempurna berkat ia bekerja keras selama ini. Walaupun Gofur dan Rahma sama-sama sibuk, namun setiap seminggu sekali, mereka selalu meluangkan waktunya untuk jalan-jalan.
Dan bulan depan Rahma sudah bisa masuk kuliah di Kampus Wijaya sesuai keinginannya.
“Mas, Alhamdulillah ya. Perjuangan kita berhasil juga,” ujar Rahma, kini mereka ada di sebuah Villa Danendra untuk menikmati waktu berdua.
“Ya, Mas akhirnya bisa membangun perusahaan sendiri dan menjadi sebesar ini. Ya walaupun semua ini tak lepas dari bantuan Kak Dev dan Papa. Kamu juga Alhamdulillah sudah lulus dengan nilai yang memuaskan, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang mahasiswi, tentu kamu akan mempunyai banyak teman baik itu perempuan maupun laki-laki. Aku harap kamu tak tertarik dengan laki-laki di luar sana ya,” cemas Gofur. Entah kenapa ia merasa takut jika harus kehilangan Rahma lagi untuk kedua kalinya.
“Mas ngomong apa sih, mana mungkin aku tertarik sama laki-laki di luar sana, jika aku sendiri sudah punya suami yang sangat tampan dan luar biasa. Lagian juga, aku bahagia menikah dengan Mas Go, tak ada alasan buat aku untuk tertarik sama laki-laki lain. Terlebih aku ini hanya fokus sama masa depan kita Mas, gak mau neka neko. Umurku juga makin hari bukan makin muda tapi makin tua,” tutur Rahma menjelaskan.
“Semoga kita bisa bahagia selalu. Dan tak lagi mendapatkan masalah yang berat seperti dulu, karena aku tak akan sanggup pisah darimu untuk kedua kalinya,” ungkap Gofur.
__ADS_1
“Iya, kita berdoa sama Allah ya, kita berlindung pada Nya. Agar kita terhindar dari segala masalah dan orang-orang yang ingin menghancurkan hubungan kita, dan juga agar kita selalu dalam lindunganNya,” balas Rahma.
“Aamiin. Oh ya kita pergi ke danau yuk, mumpung masih sore, kita lihat matahari terbenam dari pinggir danau, pasti bagus,” ajak Gofur.
“Ayo, lagian juga kita dari pagi Cuma diam di kamar doang, belum keluar sama sekali, paling cuma ke ruang belakang buat makan,” sambut Rahma.
“Iya udah, ayo. Tapi kita pamit dulu ya sama bibi biar dia gak bingung, kalau kita tiba-tiba gak ada,”
“Oke.”
Lalu Rahma dan Gofur pun pergi menemui bibi, wanita yang menjaga Villa ini.
“Oh ya, Non,” jawab bibi.
“Iya sudah aku sama Mas Go pergi dulu ya, bi,” pamit Rahma.
“Aku pamit ya, Bi,” kata Gofur yang juga ikut pamit ke Bibi.
“Iya, Non, Tuan. Hati-hati.”
__ADS_1
Setelah itu, Rahma dan Gofur pun pergi dengan jalan kaki bergandengan tangan menuju tepi danau.
“Kita romantis banget ya, Mas,” ujar Rahma sambil menyenderkan keoalanya di lengan suami.
“Iya, andai kita bisa seperti ini terus menerus, kita pasti bahagia. Tak ada masalah, dan hanya ada kebahagiaan,” sahut Gofur.
“Tapi akan lebih bahagia lagi jika ada anak kecil di tengah-tengah kita, Mas. Entah kenapa aku merasa, aku ingin segera mempunyai anak. Apalagi usiaku tak lagi muda, aku sudah cukup dewasa dan aku rasa, mentalku pun sudah cukup untuk menjadi seorang ibu,” tutur Rahma.
“Jika kamu sudah siap, kita bisa konsultasi ke dokter. Aku pun juga sudah tak sabar ingin di panggil papi oleh buah hati kita,” saran Gofur.
“Oke, gimana kalau besok sebelum pulang. Kita konsultasi ke dokter. Aku harap kita berdua baik-baik aja ya mas, dan sama-sama subur. Aku takut jika ada masalah sama aku, karena kita nikah juga sudah lama tapi sampai sekarang tak ada yang jdi. Aku takut kalau rahimku bermasalah,” cemas Rahma.
“Jangan berfikir negatif dulu. Kita berfikir positif aja. Tapi aku yakin kita baik-baik aja,”
“Semoga aja, Aamiin.”
Tak terasa mereka pun sudah sampai di tepi danau. Rahma dan Gofur duduk di kursi yang memang sudah di sediakan, di bawah pohon yang rindang sambil menatap danau dan melihat matahari yang mulai terbenam. Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa. Sayang, tak banyak orang yang bisa ke sini dan menikmati pemandangan indah ini.
__ADS_1