
Keesokan harinya, Rahma ikut Devano ke kantor. Awalnya Gofur dan Darma merasa curiga, karena Rahma tumben-tumbenan mau ikut ke kantor dan kenapa harus ikut Devano, bukan Gofur suaminya.
"Sayang, kamu yakin mau ikut Kak Dev, ketimbang aku?" tanya Gofur sekali lagi saat mereka baru aja selesai sarapan pagi.
"Iya, Mas. Karena ada misi yang harus aku lakukan. Doakan saja agar misi aku ini berhasil," sahut Rahma tersenyum. Ia belum ingin menceritakan apa yang ingin ia lakukan kepada sang suami.
"Misi apaan?" tanya Gofur kepo.
"Nanti kalau dah berhasil, aku akan cerita ke Mas Gofur. Mas tenang aja, misiku ini sangatlah baik dan tak merugikan orang lain,"
"Ya sudah terserah kamu, yang penting jaga diri baik-baik," ujar Gofur sambil memeluk dan mencium kening sang istri.
Sedangkan Dania yang tau kalau putrinya mau membantu anak sulungnya pun hanya bisa diam. Ia bahkan tetap pura-pura tak tau, walaupun ia sudah mengetahui segalanya karena ia sudah mendengar secara langsung perbincangan kedua buah hatinya kemarin saat di kolam renang.
"Siap, Mas. Iya sudah aku berangkat dulu ya sama Kak Dev," ujar Rahma sambil mencium punggung tangan sang suami, Mama dan Papanya
"Aku berangkat dulu ya, Assalamualaikum." ucap Rahma lalu ia menyeret tangan Devano menuju mobil.
"Ayo kak, kita berangkat nanti kesiangan," tutur Rahma.
"Go, Ma, Pa. Aku berangkat dulu. Kalian tenang aja, selama Rahma ikut aku, aku akan menjaganya sebaik mungkin, kejadian dulu InsyaAllah gak akan sampai terulang lagi," ucap Devano sebelum akhirnya ia pergi karena Rahma terus menyeret dirinya untuk masuk ke dalam mobil.
"Mereka itu kenapa sih?" tanya Darma setelah kepergian anaknya
__ADS_1
"Ya gak tau, sudahlah jangan terlalu kepo juga. Nanti pasti tau sendiri," jawab Dania.
"Iya sudah, Papa mau berangkat kerja dulu. Mama jaga diri baik-baik ya," ujar Darma.
"Iya, Papa juga hati-hati di jalan," balas Dania.
"Go, kamu mau ikut Papa atau naik mobil sendiri?" tanya Darma ke sang menantu.
"Aku nanti berangkat sendiri, Pa," jawab Gofur.
"Iya sudah papa berangkat. Assalamualaikum,"
"Waalaikumsalam."
"Ma, aku juga mau berangkat ya," pamit Gofur setelah ia mengambil tas kerja di ruangannya.
"Iya, Nak. Kamu hati-hati, jangan ngebut di jalan,"
"Iya, Ma. Aku gak ngebut kok. Iya udah aky berangkat dulu, Assalamualaikum,"
"Waalaikumsalam."
Dan setelah itu, Gofur pun juga berangkat kerja. Kini tinggal Dani sendiri, bersama para asisten rumah tangganya.
__ADS_1
Setelah suami, anak dan menantunya berangkat kerja. Barulah Dania masuk ke dalam rumah, rencananya hari ini ia akan berenang mumpung hari masih pagi.
Sedangkan Rahma dan Devano yang sudah sampai kantor pun langsung memasuki ruangannya.
"Kak, aku boleh menemui Kak Amira?" tanya Rahma tanpa basa-basi
"Ini masih pagi Dek, apa gak nunggu siangan aja?" tanya Devano yang baru aja duduk di kursi kebesarannya.
"Lebih cepat lebih baik, Kak," jawab Rahma.
"Iya sudah terserah kamu." Balas Devano.
Dan setelah itu, Rahma pun pergi ke ruangan Amira, untung ia sudah tau dimana ruangan Amira berada.
Dengan mantapnya, ia berjalan seorang diri dan sesekali menyapa karyawan di sana yang tak sengaja saling tatap.
Tok ... tok ....
"Masuk," ucap Amira dari dalam.
Mendengar kata masuk, Rahma pun langsung masuk ke dalam dan tak lupa ucap salam.
--
__ADS_1
Apakah Rahma akan berhasil dengan misinya kali ini? Tunggu jawabannya di bab selanjutnya. Terimakasih