My Little Woman

My Little Woman
Pergi Ke Singapura Sebagai Istri


__ADS_3

Setelah semua setuju akhirnya pernikahan pun terjadi, dengan di saksikan banyak tetangga, kini Amira telah sah jadi istrinya. Dan hanya tinggal mendaftarkan pernikahan mereka di KUA Singapura.


Devano tak menyangka, kedatangannya yang awalnya hanya ingin melamar, malah berakhir dengan pernikahan sirri, pernikahan yang sah di mata agama.


Jujur, ia tak menyangka ini semua terjadi. Padahal tadinya pernikahan akan di lakukan tiga Minggu lagi, tapi jika Allah sudah berkehendak, hal yang tak terduga pun terjadi.


Setelah selesai akad nikah, dan ngobrol panjang lebar, sore harinya Devano pun pamit bersama kedua orangtuanya. Tentu Amira harus ikut bareng mereka, karena kini dia bukan lagi tanggung jawab ayahnya, melainkan menjadi tanggung jawab Devano sebagai sang suami.


"Ayah, Ibu. Aku pamit dulu ya," ujar Amira memeluk kedua orangtuanya.


"Iya, kamu hati-hati dan jadilah istri yang sholehah ya, Nak. Jangan membangkang apa kata suami. Ingat ridho Allah ada pada ridho suamimu. Maka jangan sekali-kali membuat suamiku murka, karena itu artinya kamu juga membuat Allah murka padamu,"


"Iya, Bu. InsyaAllah nasihat ibu, akan selalu aku ingat,". ucap Amira menitikkan air mata.


"Nak, ayah gak bisa ngomong apa-apa lagi. Ayah hanya minta, jangan sampai kamu mengkhianati suamimu dan akkurlah dengan mertua dan suadara dari suamimu karena mereka kini telah jadi keluargamu juga. Jangan sampai hanya karena hal sepele, kamu sampai bertengkar dengan keluarga suamimu. Sayangi mereka seperti kamu menyayangi keluarga kamu sendiri," nasihat ayah Amira.


"Iya, Yah. Aku pasti akan menyayangi mereka, karena kini mereka juga sudah jadi keluargaku."

__ADS_1


Setelah itu Amira pun pamit sama paman dan bibinya, sama semua keponakannya dan sama semua tetangga kanan kirinya.


Setelah selesai barulah gantian Devano yang pamit sama mertua dan suadara serta tetanggga istrinya.


"Nak, Ayah titip putri Ayah, Ya. Jangan marahi dia, jika dia salah, nasihati dia baik-baik. Jangan sampai kamu menyakiti hatinya. Sayangi dia seperti Ayah yang selama ini menyayanginya,"


"Iya, Yah. Pasti. Terimakasih sudah mempercayakan aku untuk jadi suami dari putri Ayah. Aku pasti akan menjaga Amira sebaik dan semampuku," Devano memeluk ayah mertuanya itu. Ayah kedua baginya setelah sang papa.


Setelah selesai pamitan sama semuanya, kini gantian, Darma dan Dania yang pamitan sama besannya dan semua keluarga besar Amira.


Selesai berpamitan, Darma mengeluarkan kartu.


"Ini apa, Tuan?" tanya Ayahnya Amira.


"Di sini ada uang sebesar Satu Miliar. Bapak bisa gunakan uang ini buat Renovasi rumah dan buat modal usaha," ujar Darma.


"Tapi, Tuan ....."

__ADS_1


"Terimalah. Ingat! Kita ini keluarga sekarang. Jangan panggil saya Tuan, panggil saja Kak Darma atau Kang Darma. Mengingat sepertinya umur saya sedikit lebih tua hehe,"


"Terimakasih, Kang. Saya pasti akan memanfaatkan uang ini sebaik mungkin," ucap Ayahnya Amira terharu.


Dan setelah pamitan, barulah mereka memasuki mobil dan pergi menuju Bandara.


Setelah kepergian keluarga Devano, Ayah Amira pun memeluk sang istri. "Ayah masih tak menyangka jika Amira mendapatkan suami seorang bangsawan," tutur Ayah Amira.


"Sama, Yah. Ibu pun juga tak menyangka nya,"


"Tadi Tuan Darma memberikan ATM, dalamnya isinya sebesar 1 Miliar."


"MasyaAllah, Ibu bahkan belum pernah megang uang 100 juta."


"Ya ini rezeki dari Allah, Bu. Oh ya, jangan lupa itu hadiah, kamu bagi-bagikan sama semua tetangga ya, biar semuanya bisa merasakan barang mewah hehe,"


"Iya, Yah. Iya udah ayo ke dalam. Dek bantuin Mbaj ya bagi-bagikan hadiah ini untuk tetangga," ucap Ibunya Amira ke adik iparnya.

__ADS_1


"Iya, Mbak."


Para tetangga yang mendengarnya pun sangat senang karena akhirnya mereka mendapatkan bagian juga dari hadiah yang di bawa oleh keluarga Devano.


__ADS_2