
"Pak Go." Ucap Rahma dan Della barengan.
"Ngapain kalian ke sini?" tanya Pak Go dingin. Padahal ia sangat bahagia melihat ada Rahma di depannya tapi ia gak mungkin bersifat ramah, ia tak ingin perasaan yang ia rasakan di ketahui siapapun.
"Sesuai dengan apa yang di ucapkan oleh asisten bapak tadi. Kami ke sini untuk melamar kerja." Jawab Rahma mencoba untuk tenang sedangkan Della memilih diam karena takut melihat wajah dingin gurunya itu.
"Bukankah kalian harus fokus sekolah, ngapain masih cari kerjaan?" tanya Pak Go sambil memperhatikan Rahma yang sedikit takut tapi berusaha untuk santai.
"Karena kami butuh uang, kami gak mau terus menerus membebani kedua orang tua kami. Kami ingin belajar untuk mandiri." Jawab Rahma.
"Jika kalian kerja, bagaimana dengan sekolah kalian?" tanya pak Go sedikit tersenyum. Ia bangga mendengarkan jawaban Rahma tadi. Rahma dan Della tak mau menyusahkan orang tua, itu sebabnya mereka mencari kerja sampingan.
"Kami sekolah dari pagi sampai siang dan kami bisa kerja dari sore sampai malam. Bukankah di sini ada sift pagi dan sore. Saya dan Della ingin kerja mengambil sift sore agar tidak mengganggu sekolah kami." Jawab Rahma, Della hanya diam mematung mendengarkan percakapan mereka.
"Baiklah, kalian di terima tapi jika sampai saya mendengar nilai kalian turun. Saya pastikan saat itu juga saya akan pecat kalian dari sini." Ancam pak Go berusaha menakut-nakuti.
__ADS_1
"Kami pastikan, nilai kami tak akan turun dan kami akan selalu mendapatkan peringkat pertama sampai kami lulus sekolah." Ujar Rahma tersenyum manis. Ia bersyukur bisa di terima kerja sebagai karyawan resto.
"Baiklah, saya pegang janji kamu. Sekarang kalian boleh pulang dan kalian boleh bekerja mulai hari ini. Kalian kerja dari jam 4 sore sampai jam 10 malam. Gajinya 1.200.000 per bulan dan jika rama akan dapat bonus 300 ribu per bulan. Jadi total 1.500.000 per bulan." Ucap Pak Go.
Rahma dan Della yang mendengar kata gaji langsung melongo, tak percaya bahwa mereka akan di gaji sebesar itu. Padahal mereka mikirnya paling mentok gajinya adalah 900 ribu tapi ini di luar dugaaan.
"Tunggu apalagi, kenapa bengong. Emang kalian gak mau pulang untuk mandi dan ganti baju?" tanya Pak Go melihat wajah mereka yang terkejut saat Pak Go membahas tentang gaji yang akan di terima mereka.
"Bukan gitu pak, apa gajinya gak kebanyakan pak?" tanya Rahma.
"Itu adalah gaji kecil karena kalian masih pemula. Sedangkan jika kerja kalian bagus, maka gaji kalian akan sama seperti karyawan lainnya. Perbulan 2.100.000." Jawab Pak Go santai.
"Ini beneran gak mimpi. Lebih baik kalian cepet pulang karena saya gak suka jika ada karyawan saya yang telat." Jawab Pak Go.
"Oh ya saya mau nanya pas adzan maghrib apakah ada waktu istirahat sejennak untuk sholat?" tanya Rahma.
"Ada sekitar 15 menit tapi harus gantian sama temannya. Jangan bareng. Takutnya ada pelanggan yang datang tapi gak ada yang melayani." Jawab Pak Go mulai ramah. Ia kasihan melihat wajah Rahma yang dari tadi pucat karena berhadapan dengannya padahal ia sendiri memakai nada tinggi karena menutupi ketegangannya.
__ADS_1
"Baiklah, kalau gitu kami permisi dulu. Assalamu'alaikum." Ucap Rahma sambil menggandeng tangan Della dan mereka pergi dari ruangan pak Go.
"Alhamdulillah ya Dell, akhirnya kita dapat pekerjaan juga dan kita juga di gaji dengan gaji yang besar. Kita bisa nabung dan berbagi dengan yang lain." Ucap Rahma.
"Iya. Aku seneng banget dan gak menyangka akan mendapatkan gaji sebesar itu. Ya udah sekarang ayo cepetan pulang dan mandi. Jangan sampai kita telat di hari pertama kerja." Ujar Della senang.
"Ayo."
Rahma dan Della pun mempercepat jalannya menuju kos kosan. Mereka pergi ke kamar mereka masing masing untuk membersihkan diri, ganti baju, sholat ashar, dandan dan setelah itu bersiap siap pergi berangkat kerja.
Foto Rahma
Foto Della
__ADS_1