
Sore harinya, Devano pulang dari tempat kerja, sesampai di rumah ia sudah melihat Gofur dan Alia yang sudah siap siap tinggal dirinya aja yang belum siap.
"Kak Dev, lama banget sih?" tanya Rahma cemberut.
"Hehe maaf dik, tadi masih ada kerjaan dikit, jadi nanggung tak selesaikan aja sekalian,"
"Iya sudah gak papa, sana cepat mandi dan ganti baju, aku dan Mas Go nunggu sini," usir Rahma.
"Iya ya," jawab Devano cemberut, walaupun kesal namun ia tetap menuruti keinginan adiknya itu.
"Kamu gak boleh gitu sayang, seharusnya kamu membiarkan Kak Dev, istirahat dulu. Kasihan kan dari pagi dia kerja sampai rumah malah di giniin," ujar Gofur menasehati.
"Hehe iya mas, maaf," ucap Rahma merasa bersalah.
"Iya, lain kali jangan di ulangi lagi ya, aku gak suka," tutur Gofur mengatakan ketidak sukannya atas sikap Rahma tadi.
"Iya mas, aku janji," ujar Rahma. Gofur pun memaafkannya lalu ia memeluk Rahma dan mencium kening Rahma dengan lembut.
Dua puluh menit kemudian, Devano pun sudah siap.
"Maaf ya lama tadi masih mandi, dan sholat dulu" ucap Devano.
__ADS_1
"Gak papa kak, aku juga minta maaf gak seharusnya aku kayak tadi, maafin aku ya," ucap Rahma sambil bergelayut manja di tangan Devano.
"Iya gak papa, aku ngerti kog," jawab Devano gemas. Walaupun ia kesal, namun ia tetap menyayangi adik satu satunya itu.
"Iya udah ayo berangkat," ujar Gofur. Devano dan Rahma pun langsung masuk ke dalam mobil. Devamo sendirilah yang menyetir, sedangkan Gifur ia duduk di samping Devano, Rahma ia duduk sensirian di kursi belakang.
"Jauh gak kak?" tanya Rahma.
"Deket kog, sekitar 15 menit sampai," jawab Devani.
"Oh ya, jangan lupa beli makanan dulu sebelum ke sana, biar nanti bisa ngemil di sana hehe," ucap Rahma.
"Gak tau pengen nyemil aja sih, biar cepet gemuk juga," jawab Rahma asal.
"Iya sudah gak papa, yang penting Rahma senang, apapun akan aku belikan apalagi cuma makanan doang," ujar Gofur tersenyum. Devano hanya geleng geleng kepala melihatnya.
"Dasar bucin," ejek Devano
"Kak Dev bilang gitu karena belum tau aja rasanya jatuh cinta sedalam dalamnya, kalau udah tau rasanya, pasti Kak Dev akan klepek klepek. Dan pasti akan tunduk dan rela melakukan apapun demi wanita yang sangat di cintai oleh Kak Dev, dan ketika Kak Dev patah hati, pasti kak Dev serasa mau mati, dunia Kak Dev seakan berhenti di sana dan gak bisa gerak, Kak Dev akan merasa seperti ada yang hilang dari dalam diri Kak Def, sesuatu yang sangat berharga hingga rasanya mau gila," ujar Gofur.
"Curhat nih ceritanya?" sindir Devano.
__ADS_1
"Bukan Curhat tapi memberitahu, Kak Dev kan belum merasakan jatuh cinta yang sangat dalam, jadi aku kasih tau, biar nanti gak kaget," jawab Gofur.
"Aku kalau jatuh cinta ya aku akan batasi kadar cintaku, biar aku gak gila karena cinta," ujar Devano.
"Jangan bilang gitu kak, nanti malah kebabblasan," tutur Rahma.
"Iya ya," jawab Devano mengalah.
"Kak, berhenti, beli kue di sana aja ya, kayaknya enak enak," ucap Rahma sambil menunjuk toko kue yang bertulisan FLORA CAKE.
"Okey," Devano pun langsung menghentikan mobilnya dan Rahma beserta Gofur turun dari mobil dan mendorong kue kesukaan Rahma.
Sedangkan Devano memilih untuk diam di mobil.
Gofur dengan setia menemani Rahma mengambil beberapa cake dan memasukkannya ke dalam keranjang yang di pegang oleh Gofur.
Setelah merasa cukup, ia pun meminta Gofur untuk membayarnya.
Gofur pun langsung membayar semua cake yang di pilih oleh Rahma setelah itu mereka kembali ke mobil.
Lalu mereka pun lanjut lagi menuju Danendra Horses.
__ADS_1