
Keesokan harinya sehabis sarapan pagi, mereka duduk santai sebentar. Lalu sekitar jam 8 pagi, Rahma mulai belajar jalan lagi untuk pertama kali setelah kemarin sempat tidur panjang.
"Dek, kamu yakin mau belajar jalan lagi, kamu baru sembuh loh," ujar Devano khawatir.
"Aku sudah gak kenapa napa kak, aku yakin aku kiat dan aku pasti bisa menjalaninya," jawab Rahma meyakinkan kakaknya itu.
"Tapi kalau nanti kamu sudah gak kuat, jangan di paksa ya sayang, nanti malah tambah sakit," ujar Dania.
"Iya, ma," jawab Rahma tersenyum.
"Aku harus belajar jalan, aku malu kalau ketemu suamiku, dalam keadaan lumpuh seperti ini. Mas, 3 minggu lagi, kita akan ketemu, dan aku gak sabar nunggu hari itu tiba," ucap Rahma dalam hati.
Dan yah, sesuai keinginan Rahma, maka hari ini ia belajar jalan dengan temani kakak dan kedua orangtuanya.
Rahma berusaha tak menunjukkan rasa sakitnya di depan semua orang karena ia tak mau membuat mereka cemas.
Rahma terus berusaha melangkahkan kakinya sedikit demi sedikit, jangan di tanya bagaimana rasa sakitnya , karena itu tak bisa di ungkapkan dengan kata kata.
Bagaimana kini bajunya basah oleh keringat.
Dania, Darma dan Devano pun sebenarnya tak tega, walaupun Rahma berusaha untuk tenang, namun mereka sadar saat ini, Rahma tengah kesakitan.
Setelah dua jam belajar jalan, barulag kini Rahma istirahat karena ia pun juga sudah lelah dan tak kuat lagi menahan rasa sakit.
__ADS_1
Darma dengan sigap menggendong putrinya dan menaruhnya di sofa, agar Rahma bisa duduk dengab tenang. Dania meminta bibi membuatkan minuman buat Rahma.
"Aku yakin, dalam seminggu aku sudah bisa jalan. Nanti sore aku akan latihan lagi," ucap Rahma penuh semangat.
"Kamu yakin Ra?" tanya Devano.
"Yakin dong, harus yakin kalau ingin cepat sembuh," jawab Rahma.
"Kamu memang putri papa yang hebat, papa yakin kelak kamu pasti jadi orang yang luar biasa," puji Darma mengagumi semangat putrinya yang sangat luar biasa. Rasa keinginan untuk sembuh menjadi tekat yang kuat untuknya sehingga ia akan berlatih sehari dua kali, pagi dan sore.
Gak lama kemudian, bibi datang mengantarkan minuman, Rahma pun segera meminum nya hingga menghabiskan setengahnya.
"Oh ya kemarin aku janji kan, mau menceritakan masa kecilku," ujar Rahma dan mereka dengan semangat mengucapkan kata iya secara bersamaan.
Di pondok pesantren, aku mempunyai banyak teman, tentu aku juga sangat sibuk menuntut ilmu agama dan juga ilmu umum. Pokoknya sibuk banget dah, hanya ada waktu sebentar untuk istirahat namun aku sangat menikmatinya.
Setelah lulus SMP, aku berhenti mondok dan aku memilih sekolah di SMA ternama. Hehe kalian tau gak, pertama aku masuk sekolah SMA, aku mencintai guruku sendiri yang kini jadi suamiku.
Aku mencintainya dalam diam, aku hanya menyebut namanya dalam setiap doaku.
Gak ada yang tau apa yang aku rasakan, karena aku menyembunyikan rasa suka ku secara rapat rapat jadi gak ada yang tau kecuali aku sama Tuhan tentunya.
Sejak aku berhenti mondok, aku kadang bantu bantu umy sama aby di toko baju setelah pulang sekolah. Mereka sangat baik sama aku, mereka juga selalu mengajak aku sholat berjamaah setiap harinya.
__ADS_1
Karena di rumah dulu gak ada pembantu, jadi aku, aby sama umy gotong royong bersih bersih rumah.
Kami hidup dalam kesederhanaan namun aby sama umy selalu mengajarkan aku untuk bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan untukku. Karena di luar sana mash banyak orang yang hidupnya lebih sulit dari aku.
Aby sama umy juga sangat romantis hehe. Aku bahkan gak pernah mendengar mereka bertengkar atau adu mulut. Pokoknya hidup aku dulu penuh dengan ketentraman.
Jika aku salah, tak pernah sekalipun mereka marahin aku, aby sama umy hanya nasihatin aku dan berjanji tak akan mengulanginya lagi.
Di sekolah, aku juga punya sahabat namanta Della, dia baik banget sama aku, sampai kayak saudara gitu. Ankanya ramah dan rajin belajar. Dia selalu ngajarin aku, kalau aku ada yang gak bisa.
Makanya kami selalu juara, walaupun aku berada di bawahnya. Karena dia selalu juara satu dan aku juara dua. Namun dia memang pantas mendapatkannya karena dia selalu rajin belajar.
Sifatnya juga hampir sama denganku. Namun tiba tiba saja, Della harus pindah sekolah ke Jakarta. Dan mau gak mau aku pun ikut pindah sekolah dengannya ke Jaksrta karena aku gak mau pisah dari sahabatku, aku sudah sangat cocok dengannya. Dan untunglah aby dan umy ngizinin aku, mereka memang the best, gak pernah mengekang aku asal aku tau batasan batasannya. Mereka selalu memberikan aku kepercayaan penuh.
Dan saat aku dan Della pindah ke Jakarta, ternyata guru yang aku suka, juga pindah ngajar di Jakarta. Aku sangat bersyukur akan hal itu. Hingga akhirnya kami saling mengungkapkan perasaab masing-masing dan dia melamarku dan menikahiku secara sirri.
Dan sejak itu aku tinggal dengannya sedangkan Della ia di kontrakkan oleh suamiku tepat di samping rumahku.
Karena memang aku gak bisa jauh dari Della.
Suamiku juga sangat memanjakan aku, memperlakukan aku dengan sangat baik. Hingga akhirnya aku di fitnah dan suamiku memaki aku membuatku seperti orang putus asa hingga kejadian tak terduga itu terjadi. Ya gitu deh akhirnya, Kakak yang menolong dan membawa ku ke sini hingga aku bisa bertemu mama dan papa. Cerita End," ucap Rahma menjelaskan panjang lebar.
Dania, Darma dan Devano bersyukur karena ternyata selama ini, Rahma di kelilingi orang orang yang sangat mencintai dirinya.
__ADS_1