
Setelah mengantarkan Joni dan Basuki pulang, Refaldo pun segera menemui mama dan papanya di rumah utama. Untunglah saat ini mama dan papany ada di rumah sehingga Refaldo bisa ngomong panjang lebar sama mereka.
"Ma, pa ada yang ingin aku omongin sama kalian." Ucap Refaldo to the point.
"Emang ada apa sayang, kayaknya serius banget." Ujar Rena, mamanya Refaldo.
"Aku ingin mama dan papa bikin berita yang mengatakan bahwa keluarga kita bangkrut." Kata Refaldo tegas.
"Kenapa kamu tiba tiba minta seperti itu? Emang kamu ada masalah?" tanya Wiranto, papanya Refaldo.
"Ma, pa aku capek hidup kayak gini terus. Di sekolah, aku merasa hidupku gak tenang." Jawab Refaldo.
__ADS_1
"Apa di sekolah ada yang membullymu. Jika emang ada, biar besok mama akan kesana dan membereskannya." Ucap Rena santai.
"Bukan ma."
"Terus apa?" tanya Rena.
"Ma, aku bosen mempunyai banyak fans. Mereka sangat mengangguku ma, pa. Mereka selalu bikin gara gara hingga aku muak berada di lingkungan sekolah itu. Mereka suka sama aku karena aku anak orang kaya dan tampan serta pintar main basket dan juga karena aku adalah ketua osis. Hampir semua siswi di sana menyukaiku ma. Dan setiap aku deket dengan cewek, pasti mereka akan membully cewek itu habis habisan hingga cewek itu menjadi trauma dan pindah sekolah dan sudah banyak korban pembullyan hanya karena aku ma.
Fans ku pada gila gila semua ma, bahkan mereka tak segan segan untuk mencelakai siapapun yang dekat dengankuu. Aku sampai merasa tertekan berada di sekolah itu dan setiap pagi selalu ada aja yang mengirim bunga, coklat, makanan, boneka, surat dan lain sebagainya hingga aku harus selalu menyiapkan kantong plastik untuk membuang itu semua. Aku bosan ma, di giniin mulu. Aku sampai gak bisa menikmati masa remajaku di sekolah.
"Baiklah, papa akan bantu kamu. Papa pastikan besok pagi semua berita akan menayangkan kebangkrutan papa dan hanya orang orang dalam dan orang orang kepercayaan papalah yang hanya tau kebenarannya." Ucap Wiranto,
__ADS_1
"Makasih pa." Ujar Refaldo sambil memeluk papanya.
"Sama sama sayang. Papa akan melakukan apapun demi kebahagian buah hati papa." Ucap Wiranto sambil membalas pelukan Refaldo.
Setelah semua beres, Refaldo pun segera membereskan baju bajunya yang sudah kusam dan jelek untuk di bawa ke kosan. Mereka akan pindah ke kosan yang tak jauh dari kosan Rahma dan Della. Itu semua ia lakukan agar Refaldo bisa dekat dengan mereka. Dan Refaldo juga akan melamar kerja di resto tempat di mana Rahma dan Della bekerja.
Refaldo tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi besok jika semua anak SMA melihat berita yang begitu menggemparkan haha......................Refaldo geli sendiri membayangkannya.
Setelah semua beres, Refaldo pun segera turun dan menemui mama dan papanya.
"Ma, pa...Aku pamit ya......" Ujar Refaldo.
__ADS_1
"Hati hati di luar sana. Dan jika ada apa apa segera hubungi mama dan papa." Ucap Rena.
"Oke.....Aku akan selalu ingat pesan mama dan papa. Kalau gitu, Refaldo pamit dulu ya." Ucap Refaldo sambil mencium punggung tangan Rena dan Wiranto. Setelah tiu, Refaldo keluar dari rumah besar itu dengan jalan kaki menuju kos kosan kecil yang tak jauh dari kos kosan Rahma dan Della.