My Little Woman

My Little Woman
Della dan Rahma


__ADS_3

Rahma sudah sampai di kelasnya. Ia duduk di samping Della, sahabatnya.


"Lama banget Rah?" tanya Della.


"Iya tadi pas ke sana, aku melihat Kak Giselle ada di depan pintu ruangan suamiku. Terus dia bawa bunga dan coklat berbentuk love. Jadi aku gak bisa masuk, aku pura-pura duduk di luar.


Sampai beberapa menit kemudian aku nunggu, akhirnya Kak Giselle keluar ruangan dengan tetap membawa bunga dan coklatnya itu.


Setelah Kak Giselle keluar, barulah aku masuk. Ternyata suamiku itu gak Nerima pemberian Kak Giselle. Tapi entah kenapa aku merasa, ke depannya Kak Giselle akan terus berusaha untuk merayu suamiku tapi aku percaya, jika suamiku gak akan mungkin tertarik sama wanita seperti itu apalagi sekarang aku dan dia sudah terikat dengan tali pernikahan," ujar Rahma menjelaskan.


"Gila tuh ya cewek. Mentang-mentang cantik. Guru pun dia rayu," ucap Della kesal mendengar penjelasan sahabatnya itu. Bagaimanapun Della gak akan membiarkan rumah tangga sahabatnya itu jadi hancur karena wanita lain. Della akan melindungi rumah tangga sahabatnya itu karena Della gak mungkin tega membiarkan Rahma menghadapi ini sendirian. Rahma sudah rela ikut dirinya ke Jakarta, pindah sekolah dan jauh dari orang tua demi menemani dirinya. Itu semua Rahma lakukan karena ia menghawatirkan dirinya tinggal di kota sendirian. Rahma sudah rela berkorban untuknya, untuk persahabatan di antara dirinya dan juga Rahma. Lalu bagaimana mungkin, Della akan diam aja saat ada seseorang yang ingin merayu suami dari sahabatnya itu.


"Entahlah. Kayaknya Kak Giselle menyukai suamiku,"


"Kamu harus mempertahankan suami kamu apapun yang terjadi. Jangan biarkan kamu mengalah dan diam saja, liat suamimu di rayu wanita lain," ujar Della.

__ADS_1


"Iya. Aku sudah tau apa yang harus aku lakukan. Oh ya, tadi suamiku ngasih kalung, tau gak berapa harganya?" tanya Rahma.


"Mana aku tau, aku kan gak liat kalungnya," ujar Della.


"Hehe iya juga ya," ujar Rahma tersenyum. "Kalung yang di berikan itu harganya hampir satu milyar lho,"


"Gila, suamimu emang kaya banget ya. Wajar sih jika dia ngasih kamu kalung semahal itu, karena dia seorang pengusaha sukses. Baginya kalung seharga itu, tidaklah seberapa. Terus di mana kalungnya sekarang, aku mau lihat dong," ujar Della penasaran dengan kalung yang di belikan suaminya buat Rahma.


"Kalungnya aku titipkan ke dia dulu. Takutnya kalau di bawa ke kelas, aku takut hilang soalnya nominalnya itu lho, bikin gimana gitu. Aku juga gak berani pakek, takutnya malah nanti hidupku gak tenang. Jadi aku titipkan dulu ke suamiku. Nanti jika di rumah baru tak ambil,"


"Jangan iri, jodoh, rezeki dan hidup matinya seseorang itu sudah ada yang ngatur. Aku yakin, kelak Allah akan memberikan jodoh yang terbaik buat kamu," ucap Rahma.


"Aamiin. Semoga aja. Aku gak sabar ingin tau seperti apa jodohku kelak hehe,"


"Makanya kamu harus perbaiki diri. Bukankah jodoh itu adalah cerminan diri kita sendiri,"

__ADS_1


"Iya kamu benar. Aku akan memperbaiki diri aku sekarang agar kelak aku mendapatkan jodoh yang terbaik yang bisa mencintai aku, membahagiakan aku dan selalu setia sama aku," ujar Della tersenyum membayangkan masa depannya dengan laki-laki tampan seperti hayalannya selama ini.


"Oh ya suamiku sudah mengontrak rumah buat kamu. Dan rumahnya itu dekat rumah aku dan suamiku. Jadi nanti kita tetanggaan. Kalau aku kesepian, aku tinggal main ke kontrakan kamu. Kamu mau kan tinggal di kontrakan itu," ujar Rahma.


"Tapi aku gak enak sama suami kamu," ucap Della mengungkapkan isi hatinya.


"Kenapa gak enak, santai aja. Suamiku baik kog. Lagian suamiku itu nanti pasti akan sibuk dengan bisnis yang ia jalani yang artinya ia akan sering di luar rumah dari pada di rumah. Jadi jika suamiku pergi. Kamu bisa ke rumah aku atau aku yang main ke kontrakan kamu. Aku harap kamu gak menolak kebaikan suamiku. Karena jujur aku gak bisa jauh dari kamu,"


"Baiklah. Aku mau,"


"Yeeeee. Makasih ya. Jadi nanti sepulang sekolah aku akan bantu kamu beres-beres buat pindahan,"


"Jangan nanti pulang sekolah. Gimana kalau pulang kerja aja, aku pindahannya?" tanya Della.


"Terserah kamu deh. Enaknya gimana. Nanti aku pasti bantu kamu buat pindahan," ujar Rahma bahagia karena sahabatnya itu mau tinggal di kontrakan yang ada di dekat rumahnya.

__ADS_1


Saat mereka asyik ngobrol, tiba-tiba guru mata pelajaran datang. Rahma dan Della pun langsung diam seketika karena mereka gak mungkin meneruskan obrolan mereka di saat sudah ada guru di kelas.


__ADS_2