
George yang mendapatkan vidio dimana putrinya menangis tersedu sedu di pinggir jalan mengepalkan tangannya, George bahkan melihat banyak orang yang melihat putrinya menangis hingga Devano datang dan membawanya.
George langsung memerintah orang orangnya untuk mencari tau apa yang membuat putrinya menangis.
Dan hanya butuh waktu satu jam, ia langsung mendapatkan info dari orang orang suruhannya.
George yang membaca informasi itu pun semakin marah. "Dasar mereka ba jingan, yang cewek, sudah di tolong oleh putriku malah nusuk putriku dari belakang. Pacar yang sangat di cintai putrinya juga tega menghianatinya bahkan melakukan hubungan badan secara diam diam di belakang putrinya hingga putrinya melihat sendiri kebejatan mereka dan akhirnya mmebuat putrinya sok dan menangis di pinggir jalan,"
Astaga, seorang anak bangsawan menangis tersedu sedu di pinggir jalan karena di khianati oleh pacarnya, apa ini bukan hal yang sangat memalukan. Dari awal saat putrinya menyebut nama Daren Alfonso, dirinya sudah merasa gak setuju tapi demi kebahagiaan putrinya pun ia berusaha mengalah, tapi apa ini. Ia bahkan melibat putrinya di sia siakan dan di sakiti seperti ini.
__ADS_1
Baiklah, jangan sebut namaku jika aku tidak mmebuat mereka hancur sehancur hancurnya. Gumam George, ia tak akan biarkan siapapun menyakiti putri kesayangannya itu.
George langsung pergi ke apartemen putrinya itu, ia gak mau putrinya merasa sedih seorang diri. Ia harus ada di samping putrinya, ia akan menjadi pahlawan untuk sang putri, karena baginya, putrinya itu adalah permata hatinya, jantung hatinya, belawan jiwanya.
Tak menunggu lama, kini ia sudah ada di depan apartemen, ia langsung naik lift menuju lantai 10 dan langsung menuju apartemen putrinya, untunglah ia tau paswordnya sehingga ia bisa masuk dengan leluasa.
Baru aja ia masuk, ia sudah mendengar tangisan putrinya yang membuat hatinya tersayat sayat.
Ia pun melangkahkan kakinya menuju kamar putrinya, ia melihat kamar itu tak lagi rapi seperti biasanya, semuanya berantakan layaknya kapal pecah.
__ADS_1
Dengan hati-hati ia menghampiri putrinya dan memeluk putrinya dengan erat.
"Jangan menangis lagi, jangan biarkan air matamu terbuang sia sia," ucap George memberikab kekuatan untuk putri tercintanya.
"Papi pasti sudah tau apa yang terjadi terhadapku kan, aku sakit pi, aku gak nyangka dia tega selingkuhin aku terutama temenku, dia tega menghianati aku pi, aku sakit, aku kecewa hiks hiks,"
"Sudah nak, sudah. Lupakan mereka, mereka gak pantas untuk menjadi orang terpenting dalam hidup kamu. Kamu itu sangat berharga dan kamu pun seharusnya mendapatkan laki-laki yang berharga dan juga temen temen yang berharga. Jangan tangisi mereka lagi okey,"
"Tapi pi hatiku sakit, sakit banget pi, aku gak bisa untuk pura pura bahagia dan pura pura tak terjadi apa apa sedangkan kenyataannya hatiku sangat sakit,"
__ADS_1
"Baiklah papi mengerti. Ayo kita pulang, mami pasti khawatir sama kamu, lagian tinggal sendiri juga gak baik, apalagi saat kamu lagi kacau gini, setidaknya kalau di rumah, di sana ada mami dan adek kamu yang hibur kamu, ada papi juga yang akan jaga kamu. Pulang ya, " pinta George memohon.
"Baiklah, aku pulang," ucap Dita memilih untuk menuruti keinginan papanya itu untuk pulang ke kediaman orang tuanya.