My Little Woman

My Little Woman
Kulit Pisang


__ADS_3


Setelah Rahma dan Della masuk ke dalam kelasnya, banyak mata yang memandang ke arahnya. Sampai sampai Rahma dan Della merasa risih karena di liatin seperti itu. Mereka seperti pencuri yang tertangkap basah.


"Mereka kenapa ya Dell, ngeliatin kita kog sampai sebegitunya?" tanya Rahma.


"Entahlah, aku juga tidak tau. Sudahlah jangan di fikirkan. Toh kita juga gak bikin salah kan? Biarlah mereka menatap kita kayak gimana, kita nunduk aja. Jangan pedulikan tatapan mereka." Jawab Della. Sebenarnya ia  juga gak suka dengan tatapan mereka ke dirinya tapi ia gak mau memikirkan itu semua. Della berusaha bersikap biasa aja. Tapi entah kenapa ia mempunya firasat buruk, akan ada sesuatu yang terjadi kepada dirinya dan juga sahabatnya.


"Apa mungkin karena ada yang melihat kita turun dari mobil Refaldo ya?" Tanya Rahma.


"Ah ya, kamu benar. Sebelumnya merek bersikap biasa aja ke kita dan sekarang semua nya berubah setelah kita naik mobilnya Refaldo. Maafkan aku ya, jika saja aku tidak menerima ajakannya. Mungkin semuanya tidak akan seperti ini." Ujar Della merasa bersalah.


"Sudahlah tak perlu di fikirkan. Menyesalpun sudah terlambat." Ucap Rahma berusaha untuk tegar.


Tak lama kemudian guru datang, kelas yang tadinya sedikit rame kini sudah mulai hening.


Rahma dan Della mengikuti pelajaran di jam pertama tidak semangat seperti biasanya. Entahlah apa yang mereka fikirkan tapi yang jelas, mereka merasa masa masa sekolahnya tidak akan aman seperti sebelum sebelumnya. Dan Rahma serta Della harus punya mental yang kuat untuk menghadapi semua fans Refaldo.


Setelah jam pertama berakhir, semua murid berhamburan ke luar kelas. Sedangkan Rahma dan Della pergi ke musholla untuk sholat dhuha, mereka meminta pertolongan ke tuhan sang maha pencintap agar mereka selalu di lindungi di manapun mereka berada. Setelah selesai sholat, mereka langsung pergi ke taman belakang. Hari ini mereka tidak beli cilok karena paginya sudah beli gorengan lima ribu jadi mereka masih kenyang. Della hanya beli sebotol air mineral seharga tiga ribu untuk minum bersama dengan Rahma.

__ADS_1


"Del, apa kita harus pindah sekolah lagi ya?" tanya Rahma.


"Kenapa kita harus pindah sekolah?" tanya balek Della.


"Aku takut sesuatu akan terjadi sama kita." Jawab Rahma.


"Pasrahkan semuanya pada tuhan Ra. Kita gak salah, jikapun tadi pagi kita satu mobil dengan Refaldo, itupun karena ia yang maksa dan maafkan aku karena aku mau menerima ajakannya dan kamu pun harus ikut ikutan kena masalah seperti ini. Andai saja, aku mengikuti dan mendukung kemauanmu untuk tidak satu mobil dengan Refaldo mungkin semuanya tidak akan seperti ini." Ujar Della sedikit merasa bersalah.


"Sudahlah, mungkin emang nasib kita seperti ini. Selama kita terus bersama sama, aku yakin seberat apapun masalahnya. Kita pasti bisa melaluinnya." Ucap Rahma tersenyum.


"Kamu benar. Oh ya gimana jika kita ke perpus. Dari pada di sini, cuma ngobrol biasa mending di perpus. Kita bisa cari buku buat tugas kita minggu depan." Ucap Della.


Setelah kepergian Della dan Rahma, Pak Go keluar dari sembunyiannya. Lagi lagi ia mendengarkan obrolan Rahma dan juga Della. Jujur, mendengar bahwa mereka akan mendapatkan masalah membuat Pak Go merasa tidak tenang. Ada rasa hawatir yang muncul di dalam dirinya. Ada rasa ingin melindungi mereka berdua terutama kepada Rahma. Karena takut terjadi apa apa, Pak Go pun mengikuti langkah mereka secara diam diam.


Dan benar saja, baru beberapa langkah, ia melihat Rahma yang hampir terjatuh karena menginjak kulit pisang yang ada di depannya. Pak Go pun segera berlari dan menangkap tubuh Rahma hingga tubuh Rahma pun tak sampai jatuh ke bawah.


"Pak Go." Ucap Rahma kaget melihat gurunya sendiri berusaha menolongnya. Rahma segera berdiri tegak.


"Kamu gak papa?" tanya Pak Go.

__ADS_1


"Gak papa kog, makasih ya pak sudah menolong saya." Jawab Rahma grogi.


"Hem. Lain kali hati hati." Ujar Pak Go dingin.


"Ini kenapa kulit pisang ada di sini?" tanya Pak Go.


"Entahlah saya juga tidak tau, kenapa bisa bisa ada di sini." Jawab Rahma.


"Gak mungkinkan ada orang yang menaruh kulit pisang sembarangan." Ucap Della yang sedari tadi diam. Sebenarnya ada sedikit rasa cemburu melihat Pak Go yang menyentuh tubuh sahabatnya tapi ia menepis semua perasaaan itu karena ia sadar Pak Go melakukan semua itu karena melihat sahabatnya yang hampir terjatuh.


"Saya akan memeriksanya dari CCTV." Ucap Pak Go, ia langsung pergi setelah berkata demikian.


"Kenapa aku melihat Pak Go seperti menaruh rasa gitu ya sama kamu." Ucap Della.


"Sudahlah jangan berfikir yang tidak tidak. Ayo kita lanjutkan pergi ke perpus, jangan mikir yang aneh aneh." Ujar Rahma.


Della pun hanya bisa diam dan mengikuti langkah sahabatnya menuju perpus.


__ADS_1



__ADS_2