My Little Woman

My Little Woman
Della dan keluarga Rahma


__ADS_3

Della kaget saat mobil memasuki kediaman rumah Rahma, "Astaga ini rumah apa istana?" tanya Della, ia melihat keluar jendela betapa megahnya rumah Rahma saat ini, jauh bahkan sangat jauh berbeda dari yang dulu.




Saat sampai di depan rumah, barulah seseorang membukakan pintu mobilnya, lalu ia pun turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah sesuai yang di tunjukkan oleh seseorang.


Saat ia masuk ke dalam rumah, lagi dan lagi ia di buat kaget dengan isinya.







Ada beberapa tangga yang demikian bagusnya, ia meliha kanan,kiri dan juga depan semuanya oenuh dengan tetangga, entah mengarah ke ruangan yang mana.


"Rahma mana?" tanya Della.

__ADS_1


"Saya kurang tahu non, tapi non bisa jalan lurus ke depan lalu belok kanan terus belok kiri, di sana ada beberapa orang yang menunggu kedatangan non," ujar laki laki yang berwajah datar, dengan tubuh tegap dan juga wajah yang lumayan tampan.


"Baiklah. Terima kasih," ucap Della.


Della pun berjalan seorang diri, ia jalan lurus lalu blok kanan lalu belok kiri, dan ia kaget melihat di sana ada Pak Gofur dan kedua orng tuanya dan 3 orang asing yang gak ia kenal.


"Rahma mana ya?" tanya Della dalam hati.


"Della, kamu sudah datang nak, kami suda menunggu kedatangan kamu," ucap Magho.


Della pun mendekat lalu mencium tangan mereka satu persatu.


"Sini duduk, gimana tadi perjalanannya?" tanya Magho lembut.


"Alhamdulillah lancar tante," jawab Della sopan.


"Sama kenal tante, om kak, Aku Della, sahabat Rahma," ucap Della sambil mengaggukkann kepalanya sekilas memberi hormat kepada mereka bertiga.


"Saya Dania, mam kandung Rahma,"


"Dan saya Darma, papa kandung Rahma,"


"Aku Devano, kakak kandung Rahma. Terima kash sudah bersedia untuk datang ke sini," ucap Devano.

__ADS_1


"Sama sama kak, aku juga sangat kangen da merindukannya, dan gak sabar penge ketemu dengannya," ucap Della.


"Oh ya Rahma mana?" tanya Della.


"Rahma masih tidur, dia gak tau kalau kamu datang hari ini, dia taunya kamu datang besok pas hari H nya. Oh ya Refaldo kog gak ikut?" tanya Gofur.


"Refaldo gak bisa ikut pak karena mamaya sakit. Dan dia cuma nitip salam aja, tapi dia berjaji akan ke sini nati jika mamaya suda sembuh," jawab Della.


"Jangan panggil pak, saya bukan guru kamu lagi," ujar Gofur yang risih dirinya di panggil pak.


"Baiklah, aku panggil mas aja ya" ujar Della.


"Iya itu lebih baik," ucap Gofur.


"Kamu sangat deket dengan Rahma?" tanya Darma.


"Sangat om, bagi saya dia adalah saudara saya sendiri. Saya sangat menyayanginya karena dia adalah satu satunya teman dan sahabat yag sangat dekat dengan saya, senang susah selalu di hadapi berdua,"


"Makasih ya sudah selalu ada untuk Rahma, terima kasih suda menyayangi Rahma," ucap Dania.


"Saya yang berterima kasih tante sama Rahma, dia yang selama ini banyak bantu saya. Bahkan dia rela, jauh dari kedua orang tua angkatnya hanya demi ikut saya ke Jakarta, dia gak membiarkan saya sendiri di Jakarta. Saya banyak berhutang budi degannya," ujar Della.


"Mungkin karena Rahma juga sangat menyayangi kamu. Oh ya jika kamu mau ketemu Rahma, kamu bisa ke kamarnya. Dia pasti terkejut melihat kamu tiba tiba ada di kamarnya. Biar Devano Gofur yang mengantar kamu ke sana," ucap Dania.

__ADS_1


"Iya tante," ujar Della.


Lalu Gofur pun bangkit dari tempat duduknya, dan mengantarkan Della ke kamar istrinya.


__ADS_2