
Sudah beberapa hari, Dita mencari keberadaan Devano yang suka berpindah pindah, dan beberapa hari juga ia sering ke kantor Devano tapi anehnya, Devano tak terlihat sama sekali, yang ada hanya Dodi yang meminta dia untuk pergi karena Dita selalu saja mencari masalah dan Dodi tak mau jika karyawan yang lain terganggu karena kedatangan Dita yang setiap hari, ke sana kemari seakan ini kantornya sendiri. Andai bukan karena papanya Dita yang merupakan teman dari Papanya Devano, atau kalau bukan karena Papanya Dita yang punya kekuasaan, mungkin ia akan meminta Pak Satpam untuk mengusir Dita saat Dita mau masuk ke kantor ini.
Jujur, Dodi pun sudah muak dengan tingkah Dita yang seperti kurang waras untuknya, sudah di usir tetap saja ke sini, sudah ditolak tetap saja berusaha untuk terus mendekat, seakan wanita seperti itu tak punya harga diri, mengejar laki laki yang bahkan sudah menolaknya secara mentah mentah.
Walaupun Dita meminta tolong agar di kasih tau keberadaan Devano, namun Dodi memilih bungkam, ia tak akan memberitahu Dita apapun yang terjadi. Karena ia tak mau jika Dita menghancurkan liburan Devano dengan istrinya. Dan lagi biarlah Devano sendiri yang nanti mengungkapkannya atau menjelaskan ke Dita. Dia tak punya hak untuk melakukan hal itu. Di sini ia hanya bekerja untuk perusahaan dan tidak mau ikut campur dalam hubungan asmara tuannya itu. Hanya saja jika Dita sudah kelewatan di perusahaan tempat ia bekerja, dirinya sebagai tanan kanant Devano pun mau tak mau bertindak tegas.
Dita sendiri pun sudah mulai putus asa, ia tak tau lagi harus mencari Devano kemana. Pasalnya, di kantor enggak ada, terus ia tanya ke papanya pun, papanya bilang ia juga tak tau keberadaan Devano. Saat ia ke rumah Devano pun, hanya ada bibi dan bibi mengatakan ia tak tau keberadaan Devano, seakan semua orang di bungkam untuk tidak memberitahu dimana Devano berada saat ini.
Akhirnya ia pulang dengan kekecewaan yang mendalam. Ia bahkan menyurush seseorang, ia hanya mengatakan jika Devano pernah pergi ke Indonesia bersama kedua orang tuanya, lalu pulang lagi ke rumah besar, dan setelah itu ia pergi lagi dengan perempuan lagi. Dan yang pasti perempuan itu bukanlah mamanya ataupun Rahma, adiknya.
Mendengar kata perempuan membuat Dita marah, siapa wanita yang mencoba merebut Devano darinya. Ia tak akan biarkan siapapun merebut Devano, karena baginya Devano hanya di takdirkan untuknya. Dan ia berjanji akan membuat Devano jatuh hati padanya.
__ADS_1
"Devano tak mungkin kan mempunyai wanita lain? Ya Tuhan ... aku tak ingin apa yang aku pernah denger benar benar terjadi," gumamnya. Entah kenapa tiba tiba ia keingat kalau Devano akan segera menikah. Kata kata itu seakan tergiang di telinga Dita.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Maminya. Melihat Dita seperti orang frustasi.
"Gak papa, Mi," jawabnya tersenyum, karena ia tak mau membuat maminya kefikiran atas apa yang ia rasakan saat ini.
"Kamu pasti mikirin Devano," tebaknya sambil duduk di dekat Dita.
"Mami tau dari mana?" tanyanya.
"Tapi Mi, aku mencintainya."
__ADS_1
"Dulu kamu pun juga mencintai Daren, tapi kamu berhasil melupakannya kan,"'
"Tapi Mi, Devano dan Daren itu berbeda. Daren itu pengkhianat tapi tidak dengan Devano. Apa Mami gak mau kalau akau nikah dengan Devano? Mami gak mau punya menantu sebaik Devano?" tanyanya.
"Mau, sangat mau. Apalagi Mami tu betul bagaimana sikap Devano yang berbeda dengan cowok lain di luar sana. Tapi masalahnya Devano gak suka kamu, Nak,"
"Aku yakin MI, aku bisa buat Devano jatuh cinta sama aku. Ini hanya perihal waktu aja, cepat atu lambat Devano pasti suka sama aku,"
"Terus bagaimana misalkan ternyata Devano sudah punya istri?" tanya Mami.
"Itu gak akan mungkin terjadi Mi, gimana dia mau nikah, jika selama ini ia bahkan gak pernah deket sama cewek lain. Dan lagi jika ia emang menikah, tentu aku dan semua orang pasti tau. Tak mungkin kan Devano nikah diem diem, lagian dia nikah sama siapa?"
__ADS_1
"Tapi Nak ..."
"Sudahlah Mi, jangan bikin aku jadi mikir kemana mana. Aku mau keluar dulu bentar," ucapnya lalu pergi ke kamarnya. Ia mengambil tas kecil berisi dompet dan hp, tak lupa ia mengambil kunci mobil karena hari ini ia iakan mencoba untuk pergi ke kantor devano lagi. Ia berharap kali ini devano sudah bisa masuk kerja lagi seperti biasasya.