My Little Woman

My Little Woman
Liburan Bersama


__ADS_3

Keesokan harinya, setelah selesai sarapan pagi, Devano pergi ke rumah orang tua Gofur memakai mobil hitam. Tak ada sopir atau pengawal yang mengantarkan dirinya ke rumah mereka. Ia bahkan hanya menggunakan kaos putih yang mencetak jelas bentuk tubuhnya yang sangat indah karena selalu ia rawat dengan rajin olah raga. Ia juga hanya menggunakan celana hitam yang hanya sampai lutut saja dan memakai sandal biasa. Tak lupa jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Walaupun simple namun tetap saja tak bisa mengurangi kadar ketampanannya.


Dan yang paling penting, harga baju kaos, celana, sandal dan jam tangan yang melekat di tubuhnya bisa hampir mencapai satu miliar. Kenapa mahal? Ya, jika di hitung, untuk baju kaos yang ia pakai saja seharga 25,6 juta dan memiliki gaya stylish, trendi dan tahan lama dengan merek GC. Sedangkan untuk celana yang ia pakai seharga 43,6 juta atau setara dengan US $ 3.100



Sedangkan untuk CD atau \*\*\*\*\*\* \*\*\*\*\*\*\*\* seharga 6,5 juta dan untuk sandalnya seharga 1,5 juta. Dan jam tangan yang ia pakai seharga 787 juta. Sangat fantantis sekali, bukan? Namun bagi Devano dan keluarganya uang 1 Miliar setara dengan uang satu juta untuk orang biasa.



Jadi jangan pernah membandingkan hidup orang biasa dengan kalangan elit karena pasti tak akan sama.



Sesampai di depan rumah kedua orang tua Gofur, Devano langsung turun dari mobil, dan ia berjalan menuju pintu utama. Lalu ia bernafas sejenak sebelum akhirnya ia memencet bel rumah. Ia menunggu beberapa menit dan tak lama setelah itu, seseorang membukakan pintu.



“Ya Allah, Kak Dev,” jerit seseorang, siapa lagi kalau bukan Rahma. Ia bahkan langsung berlari dan memeluk kakak kandungnya itu.


Devano yang tak siap di peluk, hampir saja terjungkal untungnya tangan kirinya memegang dinding rumah sehingga aman dan tak terjungkal ke belakang. Lalu ia pun membalas pelukan adiknya itu, walaupun baru beberapa hari tak ketemu, tapi rasanya sudah kangen berat.



“Kakak jam berapa ke sini? Kok gak bilang kalau mau nyusul aku?” tanya Rahma sambil terus memeluk Devano.



“Kakak sudah dari kemarin ada di Indonesia tapi menginap di hotel,”



“Kok nginep di hotel, kenapa gak langsung ke sini aja?” tanya Rahma heran.



“Ya karena Kakak ingin menikmati hidup dong, jalan-jalan sendiri sambil kulineran,”



“Huefft aku gak di ajak,” ujar Rahma pura-pura ngambek, ia bahkan langsung melepas pelukannya.



“Nanti malam deh kakak aja, okey. Gak usah cemberut,” ucap Devano sambil memegang bibir Rahma yang maju lima centi.



“Oh ya kok kakak gak ngasih tau aku kalau mau ke sini?” tanya Rahma lagi.



“Ya karena kakak ingin ngasih kejutan buat kamu dong, lagian juga kakak pengen liburan di sini, males kerja terus,”



“Tumben males, biasanya juga Kak Dev paling semangat jika urusan pekerjaan,”



“Tapi kan ada kalanya bosen juga deh, oh ya kakak gak di persilahkan masuk nih?” goda Devano tersenyum jahil.



“Boleh dong, ayo masuk,” ajak Rahma. Mereka pun masuk ke dalam.


__ADS_1


“Aku panggilkan Mas Go dulu ya,” ujar Rahma pergi ke belakang sedangkan Devano memilih duduk dan memainkan HP nya yang seharga 35 juta.



Saat ia asyik main, Gofur pun datang bahkan bukan hanya sendiri tapi juga bersama kedua orang tuanya. Sedangkan Rahma kini ia ada di dapur untuk membuatkan minuman untuk Devano dan yang lain. Sebenarnya ada pembantu di sana, hanya saja Rahma lebih suka membuat sendiri, toh tak membuat dirinya kewalahan atau kelelahan.



Devano pun langsung mencium tangan kedua orang tua Gofur atau mertua dari adiknya itu. Sedangkan dengan Gofur sendiri, hanya berjabat tangan biasa aja. Mereka duduk saling berhadap hadapan.



“Kok gak bilang kalau mau ke sini?” tanya Gofur santai.



“Iya pengen ngasih kejutan aja, sekalian pengen liburan,” jawab Devano tak kalah santainya.



“Oh berangkat jam berapa tadi pagi?” tanya Gofur lagi mengingat ini masih jam tujuh pagi.



“Hehe aku berangkat kemarin,”



“Loh terus semalam nginep dimana?” tanya pagho.



“Di hotel sekalian liat pekerjaan pegawai di sana,” jawab Devano lagi.




“Hehe iya, kemarin pengen sendiri dulu menikmati hidup, kalau sekarang aku pengen ngerecoki kamu sama Rara hehe,” ujar Devano terkekeh. Gofur yang melihatnya pun hanya geleng-geleng kepala melihat kakak iparnya yang kadang jail banget sama istrinya.



“Sudah sarapan, Nak?” tanya Magho.



“Sudah, Ma. Tadi sebelum berangkat, aku sarapan dulu di hotel,” jawab Devano lembut. Karena bagaimanapun ngomong sama orang tua juga harus menggunakan kata-kata lembut dan sopan.



Tak lama kemudian Rahma datang dengan membawa minuman lalu meletakkannya di atas meja.



“Ngapain repot-repot sih dek, kayak ke siapa aja,” ujar Devano yang kurang suka jika adiknya melayani dirinya seperti ini karena baginya adiknya itu sangat berharga seharusnya ia cukup duduk diam dan tak melakukan hal seperti ini.



“Apaan sih, Kak. Aku cuma buat minuman doang dan itu pun tadi di bantu bibi,” ujar Rahma lalu ia pun duduk di dekat sang suami.



“OH ya ntar lagi kalian mau kemana?” tanya Devano.



“Tadinya sih aku pengen ikut Mas Go kak ke tempat kerja. Kenapa? Kakak mau ikut? Nanti pulang dari sana kita bisa jalan-jalan bareng,” ucap Rahma.

__ADS_1



“Ya kalau di izinkan sih aku mau ikut, lagian bingung juga mau ngapain,” jawab Devano.


“Iya sudah nanti ikut aja, lagian aku gak kerja, Cuma lihat-lihat aja paling gak sampai sejam selesai. Setelah itu baru kita liburan bareng. Nanti mama sama papa ikut ya biar rame juga,” ajak Gofur ke orang tuanya.



“Boleh, lagian juga papa dan mama sudah lama gak liburan,” ucap pagho menyetujui ajakan putranya itu. Sebenarnya jika berada di dekat Devano atau besannya ada rasa gugup dan sungkan bagaimanapun mereka bukan orang biasa seperti mereka, Devano dan kedua orang tuanya adalah raja bisnis dan juga dari kalangan elit, yang rumahnya aja bak istana. Namun ia juga ingin dekat dengan saudara dari menantunya itu. Ia ingin bisa berbaur dengan keluarga sang menantu.



“Oke, nanti kita bersenang-senang. Kita ke pantai atau pergi ke wisata mana?” tanya Rahma yang sudah berapi-api dan sudah tak sabar untuk liburan bareng keluarga, terlebih di sini ada kakaknya yang membuat ia semakin semangat buat liburan.



“Ke mana ya enaknya?” tanya Gofur yang juga bingung mau pergi kemana.



“Kemana aja deh, yang penting pemandangannya enak di lihat. Aku juga bawa jet pribadi, jadi kita juga bisa keluar kota. Kita bisa pergi ke Bandung, Joyja, Surabaya, Malang, Jember, Banyuwangi, Bali atau ke Kalimantan, di sana katanya tempat wisata yang cukup bagus untuk liburan,” usul Devano yang di setujui oleh Rahma.



“Wah aku setuju, sekalian nanti kita nginep di hotel,”



“Loh jadi ini liburannya bukan cuma sampai sore?” tanya Gofur.



“Yah kalau bisa berhari-hari kenapa cuma sebentar, lagian kan kita di Indonesia gak lama. Jadi mumpung ada di Indo, kita puas-puasin aja liburan bareng Mama dan papa juga. Nanti kalau sudah balik ke Singapure, gak mungkin kita bisa senang-senang lagi karena aku harus focus kuliah dan Mas juga harus focus sama pekerjaan kan,” ucap Rahma yang langsung di iyakan oleh semuanya.



“Baiklah aku setuju, berarti kita harus bawa pakaian ya, buat salinan di sana,” ujar Gofur.



“Iya,” jawab Rahma.



“Kenapa mesti bawa pakaian, kita kan bisa beli nanti di sana,” ujar Devano dengan santainya.



“Kak Dev, kita gak boleh boros. Kalau ada baju buat salinan lalu buat apa beli lagi, ya kali kita beli baju cuma sekali pakai kayak tisu aja,”



“Aku kadang gitu kok,” ucap Devano.



“Ya itu kan Kak Dev,” sindir Rahma.



“Iya sudah, minum dulu tehnya mumpung masih hangat, setelah it ayo siap-siap,” ujar pagho dan mereka pun menganggukkan kepala.



Setelah menghabiskan teh, mereka langsung siap-siap kecuali Devano yang masih duduk santai memainkan hp nya, ia bahkan gak bawa apa-apa kecuali hp sama dompet. Ia terlalu malas untuk pulang ke hotel dan mengambil baju di sana. Lagian masalah baju, nanti tinggal ia beli.


__ADS_1


Setelah siap semua, mereka pun pergi menggunakan dua mobil, Gofur bahkan sudah tak minat lagi untuk pergi ke perusahaan dan memilih untuk liburan aja, ia akan pergi ke perusahaan jika pulang dari liburan. Mereka pergi menuju bandara dan mereka akan pergi menggunakan jet pribadi. Pertama-tama mereka akan pergi ke Bandung dulu lalu lanjut ke Yogya, Surabaya, Malang, Jember, Banyuwangi, Bali dan setelah itu ke tempat yang cukup jauh, Kalimantan. Mereka akan bersenang selama beberapa hari ke depan.


__ADS_2