My Little Woman

My Little Woman
Bunuh Diri


__ADS_3

Keesokan harinya Rahma, Della dan juga Refaldo berangkat bareng ke sekolah dengan jalan kaki. Namun sesampai di sekolah, semua murid menatap sinis ke arah Refaldo. Mungkin karena sekarang Refaldo sudah beda seperti yang dulu lagi.


Saat mereka mau pergi ke kelas masing masing. Tiba tiba Basuki dan Joni datang menghmpiri mereka.


"Kemana aja sih kalian, aku dari tadi lho nunggu kedatangan kalian." Ujar Basuki kesal.


"Aku dari kosanlah. Lagian ada apa sih? Gak biasanya kalian nungguin aku, biasanya juga cuek cuek aja dan nunggu di kelas." Jawab Refaldo.


"Lebih baik, kalian ikut kami sekarang." Ujar Joni sambil menarik tangan Refaldo menuju taman. Basuki mengikutinnya dari belakang, begitupun dengan Rahma dan juga Della.


Mereka duduk di taman di bawah pohon.


"Ada apa?" tanya Refaldo.


"Nih baca." Ujar Joni sambil memberikan hp kepada Refaldo.


"Ha! Sisil bunuh diri." Ujar Refaldo tak percaya.


"Apa? Kamu jangan bercanda Ref." Ujar Rahma dan Della. Rahma segera merebut hp itu dari tangan Refaldo.

__ADS_1


"Astaugfirullah. Apa yang sudah dia lakukan, kenapa dia harus bunuh diri di usianya yang masih sangat muda." Ujar Rahma


"Aku denger denger katanya dia bunuh diri karena Pak Go memberikan surat panggilan orang tua." Ucap Basuki.


"Masak cuma masalah itu sampai dia bunuh diri?" tanya Della tak mengerti.


"Kalian tau, dia adalah anak kebanggan di keluargannya. Di luar sekolah, dia sebenarnya anak yang baik, pendiam dan penurut. Tapi kenapa kalau di sekolah, dia berubah 180 derajat? Awal sekolah di sini, dia tidaklah sejahat itu. Tapi ketika ia melihat Refaldo untuk pertama kalinya, ia langsung merasa suka dan kagum dan rasa suka itu semakin hari berubah menjadi rasa cinta yang terlalu berlebihan hingga ia membenci semua wanita yang berusaha mendekatinya karena baginya Refaldo adalah miliknya dan dia tak akan membiarkan siapapun untuk merebutnya dari tangannya.


Memang benar, cinta sudah membutakan mata hati hingga Sisil rela melakukan apapaun untuk bisa mendapatkan orang yang ia suka. Tapi sayang beribu ribu sayang, walau ia sudah menyingkirkan semua wanita yang deket dengan Refaldo tidak membuat Refaldo jatuh hati padanya bahkan tak pernah sekalipun Refaldo melirik dan menyapanya saat berpapasan.


Tapi itu tidak membuat Sisil menyerah, ia terus berusaha mencari perhatian Refaldo tapi lagi lagi Refaldo tak pernah meliriknya. Sisil hampir prustasi karena ia harus menderita dengan rasa cinta yang ia miliki. INi pertama kalinya ia jatuh cinta tapi rasa cinta yang ia miliki malah membuat hidupnya menderita. Sebenarnya ia sedikit agak menyesal saat membully bebeberapa orang hingga  membuat mereka pindah sekolah tapi jika memikirkan Refaldo, rasa penyesalan itu seakan hilang gitu aja dan saat ia melihat Rahma dan Della keluar dari mobil Refaldo. Sisil dengan sengaja merekamnya dan  memfitnahnya lalu menyebarnya vidio itu ke semua fans Refaldo.


Dan setelah itu, aku denger denger dari temen Sisil mencari Rahma." Ujar Joni.


"Iya dia memang mencariku untuk minta maaf dan memintaku untuk membujuk Pak Go agar menarik surat panggilan orang tua karena ia tak ingin membuat kedua orang tuanya kecewa jika mereka tau bagaimana sikap Sisil selama di sekolah. Tapi aku gak bisa bantu karena aku gak mungkin berani bilang gitu ke Pak Go. Aku hanya menasehati dia aja." Ucap Rahma.


"Ya mungkin ia frustasi. Pertama, ia gak bisa mendapatkan Refaldo. Kedua, mungkin ia menyesal atas apa yang ia lakukan kepada mereka yang pernah ia bully. Ketiga, ia bingung untuk memberitahu surat panggilan itu kepada kedua orang tuanya karna ia gak mau bikin mama dan papanya kecewa karena Sisil sangat menyayangi dan mencintai merkea. Kemungkinan kemungkinan itu yang mungkin bikin Sisil menyerah dan memilih untuk mengakhiri hidupnya." Ujar Basuki.


"Pantes kemaren ia gak masuk. Andai saja aku tau dia segalau itu, mungkin aku akan datang untuk menemaninya dan memberikan ia support. Tapi semuanya sudah terlambat." Ujar Rahma sedih.

__ADS_1


"Kapan pemakamannya?' tanya Della yang sedari tadi diam.


"Nanti jam 1 siang. Soalnya orang tuanya juga baru tau tadi pas mau bangunin Sisil untuk sholat shubuh, mereka sudah melihat Sisil sudah tak bernyawa dan di tangannya ada sebotol kecil racun serangga." Ujar Joni.


"Baiklah, nanti sepulang sekolah kita akan kesana." Ujar Refaldo.


"Iya, tapi kayaknya sekarang sekolah kita akan pulang jam 11 siang. Karena semua guru sepakat akan datang ke sana bersama semua murid yang sekolah di sini." Ucap Basuki.


"Kamu tau dari siapa?" tanya Refaldo.


"Dari grub. Makanya ikut grub, biar tau kalau ada apa apa." Sindir Basuki.


"Entah kenapa aku merasa bersalah. Ini semua salahku. Andai saja, ia gak melempar kulit pisang itu di depanku. Mungkin aku gak akan jatuh dan Pak Go gak akan memberikan surat panggilan itu dan membuat Sisil jadi galau dan memilih untuk meninggalkan kita smua." Ujar Raham sedih.


"Sudahlah ra. Mungkin emang nasibnya Sisil harus berakhir seperti itu. Mungkin ini adalah takdir. Kamu tak perlu menyalahkan diri kamu sendiri. Lebih baik kita banyak banyak doa aja agar Allah memaafkan semua kesalahan Sisil dan Sisil bisa tenang di sana." Ucap Della sambil memeluk sahabatnya.


"Sudah gak perlu mellow. Udah bell tuh. Kita masuk kelas dulu. Nanti kalau mau ke rumah Sisil, kita bareng aja naik mobilku. Kebetulan aku tadi bawa mobil." Ujar Joni.


"Iya udah deh."

__ADS_1


Mereka pun pergi ke kelas masing masing. Selama pelajaran Rahma tak bisa fokus mengikuti pelajaran, ia hanya memikirkan Sisil, ia mrasa kasihan pada Sisil yang harus mengakhiri hidupnya di usia yang sangat muda. Rahma tak menyangka kalau Sisil akan punya fikiran pendek dan tak memikirkan bagaimana kehidupan kedua orang tuanya jika ia sudah tiada padahal dia adalah anak satu satunya yang menjadi semangat kedua orang tuanya dalam mencari nafkah agar bisa membahagiakan Sisil dan mencukupi kebutuhannya dan sekarang Sisil sudah tak ada lagi di dunia ini.


__ADS_2