
Sepulang kerja, Rahma dan Della langsung pergi ke warung karena mereka belum sempat makan malam karena sibuk bekerja. Walau mereka kerja di resto tapi bukan berarti bisa makan seenaknya di resto.
"Rah, kamu kog cuma mesen teh hangat doang sih?" tanya Della curiga.
"Gak papa Del, aku masih kenyang kog. Kan tadi siang kita sudah makan. Aku cuma haus aja. Kamu makan aja gak papa. Aku temenin." Jawab Rahma tersenyum.
"Kenyang gimana, kamu aja makannya pas pulang sekolah. Tadi juga kamu kerja dari jam 4 sore pek malem gini. Mana mungkin kamu gak lapar. Sudahlah pesen sana biar aku yang bayar." Ucap Della.
"Gak usah Del, beneran. Aku masih kenyang kog." Ujar Rahma.
"Aku gak akan makan kalau kamu gak makan." Ucap Della.
"Kog gitu sih. Aku beli roti aja ya." Ucap Rahma.
"Gak pokoknya kamu harus makan nasi. Sana pesen biar aku yang bayar atau kalau kamu gak enak, anggap aja ini hutang dan kamu bisa bayar pas kamu gajian." Ujar Della.
"Tapi Dell..." belum selesai Rahma bicara. Della pun langsung memesanĀ makanan untuk Rahma.
"Bu pesan satu lagi ya." Ucap Della.
__ADS_1
"Sudahlah, gak perlu bohong. Aku tau kamu lapar." Ucap Della tersenyum.
"Makasih ya Dell." Ujar Rahma, ia benar benar terharu mempunyai sahabat yang penuh dengan pengertian dan perhatian.
Setelah makanan datang, mereka pun segera memakannya sampai ludes. Selesai makan, Della langsung bayar semuanya dan setelah itu mereka pun pulang ke kosan.
"Kita ngerjain tugas sekarang atau besok pagi aja?" tanya Della.
"Sekarang aja. Tapi kita mandi dulu, sholat Isya' baru setelah itu ngerjain tugas lalu tidur. Lagian tugas hari ini kan gak banyak cuma satu. Itupun cuma MTK doang. Nanti tak ajarin, kebetulan rumus rumusnya aku masih ingat dan aku sudah memahaminnnya dengan benar. Aku pastikan nanti kita ngerjakan tugas itu gak sampai setengah jam udah selesai." Jawab Rahma.
"Baiklah, kalau gitu aku mandi dulu ya."
"Oke."
Sesulit apapun soalnya jika di kerjakan bersama akan lebih cepat. Dan jika Rahma gak faham, Della yan gakan menjelaskannya begitupun jika Della yang gak faham, Rahma dengan sabar akan menjelaskannya kepada Della tapi jika mereka sama sama tidak tau, maka mereka akan berfikir bersama hingga menemukan jawabannya.
Benar saja, hanya 25 menit tapi mereka sudah menyelesaikan tugasnya dan sekarang mereka sudah siap siap untuk tidur. Tapi sebelum mereka tidur, mereka sempet ngobrol sebentar.
"Rahma, menurutmu gimana Pak Go?" tanya Della.
"Maksudnya? Aku gak faham." Jawab Rahma.
__ADS_1
"Dia sangat tampan, punya resto. Aku yakin sebenarnya dialah pemilik resto itu tapi dia pura pura jadi manager di depan kita. Aku gak tau kenapa dia bohong tapi aku yakin dia punya alasan tersendiri melakukannya. Dan lagi dia juga sangat pintar bahkan di usiannya yang sekarang dia sudah lulus S2. Andai wataknya gak dingin dan menakutkan, mungkin aku mau jadi pacarnya bahkan istrinya hehe." Ucap Della.
"Aku bahkan sudah jatuh cinta padanya saat pertama kali bertemu. Tapi apalah daya, aku tak bisa berbuat apa apa kecuali menyimpan rasa ini seorang diri hingga tak ada satupun yang tau." Ujar Rahma dalam hati.
"Kog malah bengong?" tanya Della.
"Sudahlah jangan bahas dia dan jangan berhayal tinggi tinggi. Kita dan dia itu berbeda jauh dan yang pasti kita tak mungkin bisa mendapatkannya karena dia dan kita itu bagaikan langit dan bumi. Lebih baik sekarang kita tidur biar besok gak bangun kesiangan. Oh ya nanti jika aku nyuruh kamu bangun, harus bangun ya. Kamu tadi pagi di suruh sholat tahajjud gak mau, nanti jangan sampai libur lagi sholatnya. Oke." Ucap Rahma.
"Iya iya........"
"Janji lho harus bangun beneran."
"Iya nyonya. Ya udah yuk bobok. Aku udah ngantuk nih." Ucap Della.
"Oke."
Mereka pun tidur dengan sangat nyenyak.
__ADS_1