My Little Woman

My Little Woman
Kenyataan Yang Sebenarnya


__ADS_3

Gofur melihat vidio rekaman CCTV yang di kirim oleh Della, dan ia pun langsung membelalakkan kedua maganya saat melihat laki laki yang menculik Rahma sama seperti laki laki yang tidur dengan Rahma.


"Sialan, Rahma di jebak. Siapa yang sudah berani membuat lelucon ini? Aaaa ... seharusnya aku mempercayai istriku, bukan malah menghinanya dan mengatakan wanita murahan," teriak Gofur membuat semua penumpang melihat ke arahnya.


"Maaf pak, tolong di pelankan suaranya," ujar pria yang ada di sampingnya. Gofur yang sadar dirinya kini tengah ada di bus pun memilih diam. Namun ia bersumpah akan memberikan pelajaran yang setimpal bagi siapa saja yang ingin menghancurkan rumah tangganya.


"Rahma, maafin aku sayang. Maaf karena aku gak mempercayai kamu, seharusnya saat kamu di jebak, aku membantumu, menolongmu dari orang brengsek itu, melindungimu karena aku adalah kepala keluarga dan imam di rumah tangga kita. Bukan malah, menuduh mu yang enggak, bahkan aku gak percaya saat kamu menjelaskan nya. Aku emang bodoh, seharusnya aku mikir mana mungkin kamu tega menghianati aku, menghianati pernikahan kita, maafin aku sayang. Maaf karena aku sudah membentakmu atas kesalahan yang tidak kamu lakukan," gumam Gofur dalam hati. Ia terus menitikkan air mata. Ia gak perduli orang orang menganggapnya cengeng karena saat ini hatinya benar benar sakit, sakit karena dia telah menyakiti tulang rusuknya.


Sesampai di terminal Jakarta, ia langsung pergi ke parkir mobil. Dan langsung membayar tiket parkir, lalu pergi ke rumah mama dan papanya dengan kecepatan tinggi.


Tak perduli jika ia harus tertabrak atau nabrak, hatinya sangat kacau, bener bener kacau. Bahkan sepanjang jalan, ia terus saja menangisi kebodohan nya.


Sesampai di kediaman mamanya, Gofur memarkirkan mobilnya dengan asal.


Lalu dia masuk ke dalam rumahnya, dimana sang mama dan papa sudah menunggu kedatangannya di ruang tamu.


Gofur memeluk mamanya seakan ingin meminta kekuatan karena masalah yang ia hadapi sangatlah berat, bahkan ia tak sanggup melewati nya seorang diri.

__ADS_1


"Sayang, ada apa?" tanya Magho sambil melepas pelukan putranya.


"Ma, maafin aku, aku gak bisa menjaga Rahma. Maafin aku ma," ucap Gofur menangis layaknya anak kecil.


"Coba kamu ceritakan dulu, siapa tau mama dan papa bisa bantu kamu," ucap Magho mencoba menenangkan putranya.


"Gofur pun menjelaskan semuanya, saat ia mendapatkan foto dan vidio dari orang yang gak ia kenal, lalu ia Yang menyusul ke hotel dan melihat Rahma dengan keadaan tanpa busana, dan kata kata menyakitkan yang ia lontarkan untuk Rahma. Hingga akhirnya Rahma gak pulang, dan ia juga menceritakan tentang vidio yang di kirim oleh Della barusaan saat dirinya berada di Bus.


"Ya Allah nak, kenapa kamu tega mengatakan menangu mama wanita murahan, bahkan kamu membentaknya dengan sangat kasar, kamu juga gak percaya dengan apa yang di jelaskan oleh istrimu.


Hanya orang bodoh yang mau mempercayai foto dan vidio yang gak jelas itu. Bahkan mama bisa bertaruh bahwa sampai detik ini, menantu mama masih suci. Dia hanya ingin membuat kamu dan menantu mama bertengkar, dan orang itu berhasil. Sekarang menantu mama hilang entah ada di mana sekarang.


Sedangkan dia gak punya siapa siapa lagi, selain kita dan Della, sahabatnya.


Entah dia tidur dimana, dan apakah saat ini dia sudah makan apa belum, kita tidak tau. Syukur syukur jika tak ada orang jahat yang ingin menyakiti nya," ucap Magho yang membuat Gofur semakin merasa bersalah.


"Papa gak menyangka, papa bisa punya anak sebodoh kamu, yang gampang di provokasi. Kamu begitu pintar dalam dunia bisnis tapi hanya masalah foto dan vidio itu, kamu tega menyakiti perasaan istrimu tanpa mencari tau dulu kebenarannya. Bahkan papa sendiri belum pernah menyakiti mamamu sampai seperti itu," ucap Pagho yang sangat kecewa dengan apa yang di lakukan oleh putranya itu.

__ADS_1


"Maafkan aku ma, pa. Aku khilaf, aku kebawa emosi,"


"Sudahlah, menyesal pun percuma. Sekarang kamu cari tau dulu siapa orang yang sudah menjebak Rahma. Lalu kamu beri dia hukuman yang berat, lalu setelah itu kita fokus mencari keberadaan Rahma,"


"Baik, pa. Aku pastikan aku akan menemukan orang yang menjebak Rahma besok pagi. Tak kan ku biarkan dia lepas dari hukuman ku," ucap Gofur yang sangat marah kepada orang yang tega menjebak sang istri.


"Baiklah sekarang kamu istirahat dulu, nanti setelah kamu tenang, kamu bisa mencari orang itu,"


"Enggak ma, aku akan mencarinya saat ini juga, enak aja dia senang senang sedangkan istriku entah ada dimana,"


"Iya sudah, kamu hati hati kalau keluar, jaga kesehatan dan jangan ngebut ngebut di jalan," ucap Pagho menasihati.


"Iya pa, doain aku ya agar aku bisa segera menukan orang itu,"


"Mama dan papa akan selalu mendoakan kamu nak," icap Magho.


Jujur saat ini mereka sedih, kehilangan menantu kesayangan nya. Ia berharap, sang menantu bisa segera di temukan.

__ADS_1


__ADS_2