
Malam harinya, tepat jam 9 malam, Gofur menunggu kedatangan Rahma, namun sampai selarut ini, bahkan Rahma juga belum pulang, "Kemana dia?" tanyanya dalam hati.
Walaupun Gofur sangat marah dan kecewa terhadap istrinya, namun tetap saja ia merasa takut dan khawatir jika istrinya kenapa napa di jalan
"Apakah aku tadi keterlaluan saat memarahinya? Tapi apa yang dia lakukan juga sangat menyakiti hati aku, aku berusaha menjaga tubuhku agar tak di sentuh wanita lain, tapi dia dengan gampangnya membirkan tubuhnya di sentuh oleh laki laki lain, wajar kan jika aku marah?" tanya Gofur pada dirinya sendiri.
Ia terus menunggu kepulangan Rahma, namun sampai jam 11 malam, Rahma tetap belum pulang, ia bahkan menelfon ke nomernya beberapa kali tapi malah tak terhubung, ia chat pun hanya centang satu.
"Ra, kamu ada dimana, apakah kamu pergi dengan laki laki itu? Atau kamu kecewa dengan ucapanku hingga kamu memilih untuk menginap di luaran sana?" tanya Gofus, ia menunggu di depan rumah, sesekali ia masuk saat hawa dingin menusuk kulitnya. Namun pintu rumah tetap ia biarkan terbuka.
"Ra, kamu ada di mana sih Ra, pulanglah, ayo kita bicarakan baik baik, jangan seperti ini," ujar Gofur yang terus mencemaskan istri kecilnya itu.
Gofur terus menunggu hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul dua pagi, karena gak tenang, Gofur pun mengambil kunci mobilnya dan pergi ke hotel tempat ia menemukan Rahma tadi siang.
Namun sesampai di hotel itu, ia tak menemukan Rahma di manapun dan saat ia bertanya ke resepsionis dengan menunjukkan foto Rahma, dia pun mengatakan bahwa Rahma sudah pulang dengan keadaan yang acak acakan bahkan dia menangis sepanjang jalan. Mendengar itu membuat hati Gofur merasa bersalah.
__ADS_1
"Ra, apakah kata kataku sangat keterlaluan Ra, sampai kamu menangis sepanjang jalan. Ra, maafin aku Ra, maafin aku, aku menyesal Ra, pulanglah Ra, aku khawatir sama kamu," ucap Gofur, ia pun kembali ke rumah berharap Rahma sudah pulang namun nyatanya sesampai di rumah, Rahma belum juga pulang.
"Ra, jangan ninggalin aku ra, aku akan memaafkan kamu asal kamu mau berubah Ra, aku akan memberikan kamu kesempatan asal kamu gak menghianati aku lagi," ujar Gofur menitikkan air mata.
Walaupn Rahma sudah menyakiti hatinya, namun rasa cintanya terlalu besar untuk Rahma, sehingga ia benar benar takut jika harus kehilangan Rahma.
Gofur yang merasa capek pun akhirnya ketiduran di sofa dengan pintu rumah yang tetap di biarkan terbuka, hingga jam menunjukkan pukul 6 pagi, ia baru bangun, dan ia pun mencari Rahma di kamarnya namun tetap saja ia tak menemukan Rahma, bahkan ia teriak teriak pun, tak ada sahutan dari Rahma.
"Apa kamu gak pulang semalaman Ra, di mana kamu tidur Ra?" tanya Gofur cemas.
Gofur terus berkeliling, namun ia tak menemukan Rahma di manapun, tiba tiba ia ingat dengan Della, ia pun pulang kembali dan pergi ke rumah Della yang tepat berada di sampignya.
"Del, buka pintunnya Del," teriak Gofur sambil mengedor pintu rumahnya. Della yang lagi mandi dan mendengar teriakan Gofur pun langsung segera menyudahi mandinnya dan langsung pakai baju asal, lalu ia pun membukakan pintu rumahnya.
"Ada apa pak?" tanya Della, namun Gofur malah nerobos dan masuk ke dalam, ia mencari di setiap ruangan namun tetap saja ia tak menemukan Rahma.
__ADS_1
"Pak Gofur cari apa?" tanya Della.
"Rahma mana?" tanya Gofur yang membuat Della melongo.
"Loh kog nanya sama saya, saya bahkan belum bertemu dengan Rahma sama sekali sejak kemarin siang. Bahkan terakhir saya ketemu Rahma di kafe, namun ia ninggalin saya sendiri saat saya pergi ke toilet, dan saya fikir, dia pulang dulu," ujar Della membuat Gofur pun semakin takut dan khawatir.
"Tapi dia gak pulang sejak kemarin," ucap Gofur yang membuat Della kaget.
"Apa? Bapak serius, Rahma belum pulang?"
"Ngapain aku bohong, kalau dia sudah pulang, aku gak mungkin seperti orang gila cari dia kesana kemari. Iya sudah aku mau pergi dulu, mau cari Rahma. Nanti kalau Rahma menghubungi kamu, kamu kasih tau aku ya,"
"I ... iya pak," jawab Della yang masih dengan rasa kagetnya.
"Jika Rahma belum pulang, apa dia di culik?" tanya Della dalam hati.
__ADS_1
"Aku harus pergi ke resto itu lagi, aku harus mengecek CCTV, gak mungkin kan di sana gak ada CCTV, pantas tak biasanya, Rahma meninggalkan aku tanpa ngasih tau dulu, jadi dia dari kemarin gak pulang. Maafin aku ya ra, aku gak peka, aku malah enak enakan tidur, karena mengira kamu baik baik saja, aku akan cari kamu Ra, aku akan cari kamu kemanapun kamu pergi," ucap Della, ia pun segera ganti baju yang lebih rapi dan pakai make up tipis lalu pergi ke resto tempat ia dan Rahka kemarin makan.