
Setelah melihat Rahma keluar dari ruangan Pak Go, Gisella langsung masuk ke dalam ruangan Pak Go alias Gofur.
Pak Go yang sedang siap siap mau berangkat langsung di kagetkan dengan kedatangan Gisella yang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Kamu sudah gak punya sopan santun ya," Sinis Pak Go.
"Maaf, Pak. Saya ke sini membawakan makanan untuk bapak, hasil masakan saya sendiri," ujar Gisella dengan memperlihatkan senyuman manisnya.
Namun itu tak membuat Gofur tertarik dengan masakan yang di bawa oleh Gisella apalagi senyumannya yang hanya membuat Gofur merasa jijik.
"Maaf tapi aku sudah makan," jawab Gifur dingin.
__ADS_1
"Tapi pak, saya capek capek masak hanya untuk bapak lho," ujar Gisella lagi.
"Dan saya gak meminta kamu untuk memasak untuk saya. Jadi saya sarankan, bawa kembali makanan itu dari ruangan saya atau kasihkan ke orang lain," ucap Gofur yang tak memperdulikan keberadaan Gisella.
"Kenapa sih bapak dingin banget sama saya?" tanya Gisella.
"Karena saya gak suka melihat wanita yang caper kepada saya. Jika kamu gak ada urusan lagi, silahkan kamu keluar dari ruangan saya!! Dan lain kali, jangan ke sini lagi jika tak ada kepentingan dengan masalah sekolah. Dan satu lagi, belajar etika yang benar agar tau apa yang harus di lakukan jika ingin memasuki sebuah ruangan apalagi itu adalah ruangan seorang guru," jawab Gofur.
"Saya capek karena saya suka sama Pak Gofur, apa itu salah?" tanya Gisella lagi.
"Bapak bilang bapak punya istri? Tapi sayangnya saya gak percaya, saya yakin bapak bicara seperti itu agar saya menyerah kan. Tapi saya gak akan menyerah. Saya pastikan bapak akan jatuh hati sama saya,"
__ADS_1
"Jatuh hati? jangan mimpi!! Saya lebih baik tidak punya pasangan seumur hidup saya dari pada saya harus bersama kamu Dan lebih baik saya tak mengenal apa itu cinta dari pada saya jatuh hati sama kamu,wanita yang gak tau malu," sinis gofur.
"Apa sih salah saya, sampai bapak seakan benci sama saya?"
"Saya benci sikap kamu yang seolah olah menjadi wanita murahan. Ingat! Saya ini guru kamu, tapi kamu gak bisa menghargai dan menghormati saya. Bahkan kamu berusaha mencari perhatian saya, bahkan kini kamu masuk ke ruangan saya tanpa permisi dulu. Lalu kamu mengatakan kata keramat itu pada laki laki yang sudah beristri? Lalu masih pantaskan untuk saya bicara baik baik pada wanita yang bahkan merendahkan dirinya sendiri?" tanya Gofur dengan suara datarnya
"Saya seperti ini, karena saya cinta sama Pak Go,"
"Tapi sayangnya saya gak cinta, yang ada saya malah jijik lihat kamu. Jika pun di dunia hanya ada kamu seorang, maka saya memilih untuk hidup sensiri dari pada saya menghabiskan waktu saya sama kamu," ucap Gofur yang sudah kesal setengah mati sama muridnya yang gak tau malu.
"Bapak akan menyesal setelah apa yang bapak lakukan hari ini kepada saya," ujar Gisella.
__ADS_1
"Saya lebih menyesal lagi, kalau saya terus membiarkan kamu mengganggu waktu saya untuk bicara sesuatu yang tak ada manfaatnya sama sekali," sahut Gofur lalu ia mengambis tas kerjanya dan pergi dari ruangan itu. Meninggalkan Gisella di ruangannya.
Gofur juga sudah merekam, percakapan mereka barusan. Ya tanpa sepengetahuan Gisella, Gofur tadi memegang hp nya dan merekam pembicaraan mereka karena entah kenapa ia merasa, jika suatu saat rekaman itu pasti sangat ia butuhkan.