
Setelah Dodi pulang, Tuan George pun langsung pulang membawa rekaman yang di tinggal oleh Dodi untuknya. Ia bahkan sudah tak lagi peduli dengan rapat selanjutnya yang harus ia hadiri. Ia bahkan juga sudah tak peduli dengan banyaknya berkas yang numpuk di atas meja. Yang ingin ia lakukan saat ini adalah bertemu dengan putrinya dan meluapkan kemarahannya.
Sayangnya sesampai di rumah, ia malah tidak menemukan putrinya. Yang ada hanya istrinya yang tengah main laptop di ruang keluarga sambil nonton tivi. Walaupun istrinya gak kerja di kantor, tapi kadang ia punya pekerjaan sendiri yang bisa ia lakukan di rumah.
"Kenapa sih Pi, pulang pulang raut wajahnya marah gitu?" tanya istrinya santai sambil tetap fokus menatap layar laptop.
"Anakmu itu bikin malu Papi tau gak,"
"Bikin Malu gimana," tanya istrinya sambil fokus melihat suaminya yang kini tengah duduk di dekatnya.
"Tadi tangan kanan Devano datang menemui Papi, Mami tau apa yang ia bicarakan?" tanya Tuan George.
"Masalah bisnis,"
"Bukan?"
"Masalah apa dong?" tanyanya.
"Coba deh, Mami lihat rekaman ini," Tuan george langsung memberikan benda kecil yang langsung di tancapkan di samping laptop. Dan setelah itu Tuan george menggesert sesuati di laptop dan tak lama kemudian tampillah rekaman yang harus di tonton istrinya itu.
Tuan George sendiri tak mau menontonnya lagi karena ia malu. Hanya istrinya yang fokus menonton vidio itu sampai selesai.
__ADS_1
Sang istri pun juga tak kalah terkejutnya, ia tak menyangka jika putrinya bisa melakukan hal memalukan seperti itu di kantor orang lain.
Setelah sang istri selesai menonton rekaman tersebut, Tuan George pun menceritakan apa yang di ucapkan oleh Dodi tadi, dan ia seperti di lempar oleh kotoran di wajahnya. Rasanya sangat malu sekali.
"Bagaimana mungkin Papi tak marah, Dita benar benar sudah kelewatan, ia sudah bikin malu papi. Ternyata sudah lama ia bikin ulah hanya saja selama ini Devano dan Tuan Darma tak berani melaporkan semua itu ke papi, karena mereka masih menganggap papi teman mereka dan mereka tak mau hubungan pertemanan Papi dan Tuan Darma rusak karena ulah putri kita, makanya selama ini, mereka memilih diam, bahkan mereka juga tak berani mengusir Dita walaupun tiap hari Dita selalu datang dan membuat keributan di sana. Hingga akhirnya Dodilah yang datang karena sudah tak tahan lagi dengan sikap Dita yang sudah sangat kelewatan."
"Ya Tuhan, Mami juga malu mi sama sikap Dita. Mami gak nyangka Dita sampai teriak teriak di kantor orang dan selalu saja membuat kegaduhan di sana, ia seperti tak di sekolahkan oleh kita. Padahal ia lulusan S3 dengan nilai terbaik."
"Nah itu Mi,hanya karena cinta dia sampai kayak orang kehilangan kewarasannya," ungkap George menahan amarahnya.
"Tapi yang Mami denger denger katanya Devano sudah menikah?" tanya sang istri.
"Papi gak tau, tapi emang Papi juga denger denger sih Devano sudah menikah, cuman Papi gak tau nikahnya itu sama siapa, tadi papi sempet nanya sama Dodi, tapi Dodi gak jawab,"
"Hai Pi, Mi," ucapnya sambil duduk santai di kursi depan mereka.
"Dari mana kamu?" tanya George dingin.
"Papi kenapa sih, gak biasanya kayak gini, aku cuma dari luar aja jalan jalan cari angin," jawabnya kesal karena papinya nanya kayak orang lagi nuduh gitu.
"Jalan jalan apa sedang buat keributan di kantor Devano?" bentak George.
__ADS_1
"Apaan sih Pi, bentak aku gini. Aku emang dari luar, kok gak percaya gitu sih?" sahutnya.
"Gimana papi mau percaya, jika setiap kali kamu keluar, kamu pasti akan pergi ke kantor Devano dan selalu buat keributan di sana,"
"Papi kata siapa?" tanya Dita heran bagaimana papinya bisa tau apa yang ia lakukan di luar sana.
"Mi, kasih liat vidionya Mi,biar dia gak bsia ngelak lagi," perintah george.
Sang istri pun melakukan apa yang di suruh suaminya, ia memutar laptop itu dan menaruhnya di meja. Sehingga Dita bisa melihat dirinya di layar itu yang sedang marah marah dan teriak teriak kayak orang gila bahkan ia malu sendiri melihat tingkahnya di vidio itu.
"Mau ngelak lagi?" tanya George dan kali ini Dita pun memilih diam,, karena ia tau saat ini Mami dan Papinya itu tengah marah besar.
"Maaf," jawabnya.
"Papi gak habis fikir sama kamu, kenapa kamu sampai buat keributan di kantor, itu kantor loh bukan hutan. Kalau kamu bukan anak papi, mungkin kamu sudah di seret sama pak satpam, syukur syukur kamu ga di viralkakn di media sosial. Coba bayangkan jika seluruh orang tau, bagaimana sikap kamu itu. Bahkan kamu terlihat seperti bukan putri dari Tuan George, kamu seperti wanita murahan yang mengemis cintanya laki laki yang sudah nolak kamu mentah mentah. Di mana harga diri kamu itu?" bentak George lagi.
"Papi dan Mami gak pernah ngajarin kamu jadi wanita bar bar seperti itu. Mana etika kamu sebagai wanita terhormat?!"
"Kamu sudah mencoreng wajah papi dengan kotoran kamu! Papi malu punya anak seperti kamu! Kamu bukan anak kecil lagi yang setiap hari harus Mami dan Papi nasehatin. Kamu itu sudah dewasa. Kamu sudah tau mana yang baik dan mana yang enggak.. Bukannya fokus kerja bantuin papi di kantor, malah keluyuran gak jelas. Gimana kalau Papi ketemu Devano dan Tuan Darma, rasanya papi seperti tak muka muka bertemu mereka karena ulah kamu itu."
"Pantas jika Devano ilfil sama kamu, jika sikap kamu kayak gak punya sopan santun gitu. Sedangkan Devano sendiri kalem, soleh, gak bar bar kayak kamu dan sangat menghormati orang orang terutama kaum perempuan. Tapi jika orang yang harus ia hadapi, wanita seperti kamu, jangankan Devano, papi pun sesama laki laki akan mikir seribu kali untuk deket sama kamu apalagai menikahi kamu."
__ADS_1
"Bahkan mungkin jika ada yang tau sikap kamu ini, gak ada laki laki yang mau deketin kamu. Siapa yang mau punya istri yang tak tau etika, walaupun kamu cantik, pintar dan mapan. Tapi jika gak punya sopan santun, bar bar dan suka bikin keributan apalagi gak bisa menghargai orang ain, orang orang juga pasti akan mundur teratur."
Akhirnya hari itu George pun meluapkan kemarahannya, sedangkan Dita hanya bisa diam dan meminta maaf. Sang Mami pun juga tak berani membela putrinya karena ia tau putrinya kali ini telah melakukan kesalahan besar yang bukan hanya mempermalukan dirinya sendiri tapi juga orang tuanya.