My Little Woman

My Little Woman
Kencan Berdua


__ADS_3

Setelah kepergian Darma dan Dania, Gofur dan Rahma pun siap siap mau keluar bersama, Rahma dan Gofur memakai baju couple, baju yang kemarin sempat di beli Rahma sebelum dirinya jatuh koma lagi untuk yang ketiga kalinya. Gofur merasa sangat senang karena bisa memakai baju kembar mirip seperti baju sang istri.


Mereka keluar dengan memakai mobil milik Devano, kebetulan Devano mempunyai puluhan mobil, karena memang Devano suka mengoleksi mobil mobil mewah dan Gofur pun meminjam salah satunya padahal jika Gofur mau, ia boleh mengambil salah satu mobil Devano karena Devano akan memberikannya dengan suka rela.


"Kita ke mana ini sayang?" tanya Gofur pun saat mereka berada dalam perjalanan.


"Kemana ya mas, jalan jalan aja deh, aku juga bingung sih sebenarnya mau kemana," jawab Rahma tersenyum, ia bahagia karena kini ia bisa jalan jalan lagi dengan suami tercintanya itu.


"Gimana kalau ke Marine Life Park?" tanya Gofur.


"Tempat apa itu?" tanya Rahma yang memang belum tau.


"Di sana kita bisa melihat ikan serta makhluk laut lainnya. Marine Life Park di kenal dengan salah satu akuarium terbesar di dunia," balas Gofur menjelaskan.


"Wah kayaknya seru tuh, bolehlah," ucap Rahma senang.


Lalu mereka pun akhirnya pergi menuju Marine Life Park. Sesampai sana, Rahma dan Gofur jalan bergandengan seperti pasangan yang terlihat sangat romantis sekali.


"Nanti kalau capek bilang ya," ujar Gofur yang gak mau jika sang istri itu merasa kelelahan dan akhirya jatuh sakit lagi.


"Iya, pasti. Iya udah ayo," ajak Rahma sambil memegang tangan Gofur dan dengan antusiasnya ia mulai berjalan jalan di sekitar museum dan mengamati ikan dan yang lainnya.

__ADS_1


Rahma terlihat bahagia sekali, Gofur pun menikmati liburannya bersama sang istri. Sesekali Rahma meminta Gofur mengambil foto dirinya kadang mereka juga foto berdua.


Hingga tak terasa mereka sudah hampir dua jam, akhirnya Gofur menggendong Rahma karena melihat Rahma yang mulai terlihat kelelahan.


"Mas, turunin aku, malu tau gak," ucap Rahma berontak.


"Ngapain malu, lagian kita ini masih suami istri loh, dan juga kita gak kenal sama mereka, sudahlah jangan perdulikan mereka, kamu kalau gak diam, nanti jatuh, mau?" ucap Gofur nakut nakutin karena Rahma yang terus saja berontak. Mendengar ucapan sang suami, akhirnya Rahma pun memilih diam dan melingkarkan tangannya di leher sang suami.


"Aku gak berat tah?" tanya Rahma melihat sang suami yang seperti menggendong kapas karena raut wajahnay terlihat sangat santai.


"Enggak, bahkan lebih berat dulu dikit. Lagian tubuhmu yang dulu aja kurus, di tambah sekarang makin kurus, kamu harus makan banyak biar berisi lagi," jawab Gofur jujur.


"Aish, mas gak sadar, kalau tubuh mas juga kurus, dulu mas terlihat gagah, sekarang malah terlihat kurus gini," sindir Rahma.


"Mas, andai kamu melihat saat aku yang baru saja bangun dari koma pertama kali, pasti kamu akan lihat mayat yang seperti hidup kembali karena wajah pucatku dan bahkan aku saja jijik liatnya, karena tubuhku yang sangat kurus, sekarang masih mending aku sudah naik 5 kg sejak aku bangun dari tidur panjangku," ucap Rahma dalam hati.


Tak terasa mereka pun sudah sampai di resto dan Gofur menyewa ruangan VVIP.  Karena ia gak mau makan dan di ganggu oleh yang lain.


Gofur menurunkan Rahma dan mereka duduk berdampingan di sofa.


"Habis makan ini kita kemana?" tanya Gofur.

__ADS_1


"Gimana kalau kita ke kantor kakak, pasti Kak Dev masih ada di kantor jam segini," ujar Rahma.


"Boleh, aku akan mengantarkan kamu kemanapun kamu pergi," jawab Gofur tersenyum.


Tak lama kemudian pelayan datang, gofur dan Rahma pun memesan beberapa makanan dan minuman kesukaan mereka, pelayan itu dengan sigap menulis pesanan mereka, setelah itu ia keluar lagi untuk menyiapkan makanana dan minuman yang mereka pesan.


"Gak nyangka ya mas, sekarang kita bisa keluar berdua lagi, aku sudah lama merindukan hal seperti ini," ucap Rahma sambil menunggu pesanan nya datang.


"Apalagi aku sayang, aku bahkan rasanya mau mati setiap kali ingat kamu, rasa bersalah terus menggrogoti hati aku, penyesalan yang begitu mendalam, aku bahkan membenci diri aku ssendiri, aku juga seperti orang yang kehilangan akal saat mencari kamu ke sana kemari, namun kamu hilang seperti di telan bumi, sungguh itu adalah hal yang menyakitkan buat aku, bahkan aku takut dan tak mau hal seperti itu terulang kembali, aku gak mampu hidup tanpa kamu, rasanya hatiku hampa, seperti ada sesuatu yang hilang dari hidupku, aku merasa separuh jiwaku pergi hingga aku pun seperti kehilangan semangat hidup,"tutur Gofur menjelaskan.


"Maafin aku ya mas, gara gara aku kamu menderita,"


"Bukan sayang, bukan salah kamu, tapi ini salahku, salahku yang gak bisa menjaga kamu dengan baik, aku lah yang harus minta maaf padamu sayang, selama ini kamu sudah melakukan kewajiban kamu dengan sangat baik, menjaga diri kamu demi aku, menghormati aku sebagai suami kamu, hanya saja aku di butakan oleh fitnah, sehingga aku gelap mata dan melukai hati kamu, maafin aku ya sayang," ucarp Gofur menitikkan air mata.


"Sudahlah gak papa, oh ya nanti kalau habis resepsi pernikahan, aku kan mengejar paket C terus kuliah disini, terug gimana dengan perusahaan kamu mas, apa kita akan pisah lagi?" tanya Rahma.


"Aku gak akan pernah ninggalin kamu lagi sayang, apapun alasannya. Masalah pekerjaanku di sana, aku akan meminta tangan kananku yang menanganinya, dan juga aku akan minta bantuan papa lagi, tapi tetap semuanya masih di bawah naunganku, aku yang akan ambil keputusan, bagaimanapun untuk sampai menjadi seperti ini, terlalu banyak pengorbanan dan perjuanganku yang tak mudah, jadi aku tak mungkin membiarkan semuanya hancur begitu saja, namun tetap kamu yang akan menjadi prioritasku saat ini.


Untuk itu, aku memilih untuk buka cabang di sini, jadi kita tetap bisa bersama sampai kamu luluas kuliah dan kita bisa pulang ke Indonesia lagi. Tapi jika kamu memutuskan untuk di sini selamanya, aku pun tak mempermasalahkan, selagi kamu nyaman dan bahagia, Tapi kalau bisa sebulan atau dua bulan sekali kita pulang ke Indonesia, karena bagaimanapun aku gak akan tenang jauh dari mama dan papa, apalagi aku ini anak satu satunya mereka," ucap Gofur mengungkapkan isi hatinya.


"Itu pasti mas, kita pasti akan pulang ke Indonesia untuk berkunjung ke rumah mama dan papa, tapi setelah lulus kuliah aku menetap di mana, aku belum tau untuk itu, kita fikirkan setelah aku lulus kuliah nanti ya," ujar Rahma.

__ADS_1


"Baiklah,"  jawab Gofur tersenyum sambil mengecup kening sang istri.


Tak lama kemudian, 3 pelayan datang dan membawakan pesanan Gofur dan Rahma. Lalu mereka pun makan bersama saling menyuapi satu sama lain dan sesekali kali ngobrol sehingga makanannya terasa lebih nikmat.


__ADS_2