My Little Woman

My Little Woman
Nikah Sirri


__ADS_3


 


Malam harinya setelah habis sholat maghrib, semua orang sudah berkumpul kecuali Rahma, Maryani (Umynya Rahma) dan Fanni (Mamanya Pak Gofur).


Di ruang tamu ada Surtrisno (abynya Rahma), Gofur dan papanya, saudara laki laki dari Sutrisno dan 4 orang tetangga kanan kirinya yang juga ikut di undang  serta Pak Yai yang akan jadi penghulunya.


Setelah semua siap, akad nikahpun di mulai.


“Saudara Ahmad Gofur Bin Edo Setiawan. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Afifatur Rahmania


Binti Sutrisno  dengan maskawinnya berupa uang lima puluh ribu di bayar  tunai.”


“Saya terima nikah dan kawinnya Afifatur Rahmania Binti Sutrisno dengan maskawin tersebut, tunai.”


"Sah?"


"Saaaaaaaaaaaaaaaaah."


"Alhamdulillah. Sekarang kamu sudah resmi jadi suami dari putriku nak. Aby harap kamu bisa membahagiakan putri satu satunya aby, putri yang selama ini aby jaga dan aby rawat dengan penuh cinta dan kasih sayang. Jika kelak, kamu sudah tak mencintainya lagi, kembalikanlah dia dengan baik baik nak seperti saat kamu meminta putri aby dengan cara baik. Aby tak akan menolak jika kelak kamu menyerahkan Rahma kembali kepada aby." Ucap Sutrisno, abynya Rahma yang merasa sesak karena kini putri yang ia jaga dengan pencuh cinta dan kasih sayang kini telah jadi milikk laki laki yang baru ia kenal. Tapi ia juga bersyukur karena mulai sekarang putrinya sudah ada yang menjaganya selain dirinya dan juga umy nya.


"Saya tak akan pernah menyakiti hati dan perasaan Rahma. Saya akan menyayangi dan mencintainya sama seperti aby yang selama ini begitu menyayangi Rahma. Terima kasih sudah mau menerima saya sebagai menantu aby." Ucap Gofur sambil mencium tangan ayah mertuanya dan setelah itu mereka berpelukan layaknya anak dan ayah.


Setelah ijab kobul selesai, Gofur mencium tangan papanya dan setelah itu, ia masuk kamar untuk mencium tangan umy (ibu mertuanya) dan juga mamanya. Setelah ia selesai mencium tangan mereka, umy dan mamanya Gofur pun keluar untuk menyiapkan makanan kepada mereka yang hadir menyaksikan pernikahan putra putrinya.


Sedangkan di kamar itu tinggal Gofur dan Rahma. Rahma mencium tangan gurunya yang kini telah menjadi suami sahnya. Rahma mencium tangan itu lama sambil berdoa semoga Allah selalu menjaga pernikahan ini dan memberikan kebahagiaan untuk keluarga kecilnya. Setelah Rahma selesai mencium tangan Gofur, Gofur pun memeluk istri kecilnya itu sambil mencium kening Rahma dengan waktu yang lama karena Gofur sambil berdoa juga berharap Allah selalu menyatukan mereka sampai maut memisahkan. Setelah selesai berpelukan, Gofur kembali ke ruang tamu karena gak enak rasanya jika terlalu lama di kamar berdua dengan istrinya.


Di ruang tamu itu, Gofur duduk di samping papanya dan juga aby (ayah mertuanya). Sedangkan yang lain duduk berjejer. Mereka menikamati makanan yang sudah di hidangkan oleh mama dan juga oleh ibu mertuanya. Tadi sebelum magrib, mamanya membantu umy nya Rahma yang kini telah jadi besan untuk masak dan menghidangkannya kepada tamu yang telah mereka undang. Setelah selesai makan dan ngobrol ngobrol sebentar, mereka pun pamit pulang.


Sekarang tinggal papa dan ayah mertuanya yang ada di ruang tamu. Sedangkan mama dan ibu mertuanya beres beres di dapur dan membersihkan piring piring kotor yang di pakai makan tadi.


Gofur sendiri memilih pergi ke kamar istrinya untuk mengobrol berdua tentang masa depannya.


"Yank?" panggil Gofur yang membuat Rahma geli dengan panggilan terbarunya itu.

__ADS_1


"Iya mas?" jawab Rahma, kini mereka duduk di kursi yang menghadap ke jendela yang ada di kamar. Kebetulan kamar Rahma ada jendelannya yang langsung menghadap ke arah luar rumah. Di sana tersedia dua kursi untuk duduk santai.


"Kamu bahagia menikah denganku?" tanya Gofur.


"Iya mas aku bahagia." Jawab Rahma tersenyum.


"Syukurlah. Setelah ini, besok kita harus balek ke Jakarta karena kamu harus sekolah." Ujar Gofur.


"Iya mas sore aku akan balek ke Jakarta."


"Nanti baleknya bareng mas dan keluarganya mas ya, gak usah naik kereta lagi. Jauh dan lama juga." Ucap Gofur.


"Iya mas."


"Kamu di Jakarta tetep ngekos atau gimana?" tanya Gofur.


"Kayaknya mau pindah kontrakan mas. Aku dan Della sudah sepakat buat mencari kontrakan rumah yang ada dapurnya biar tiap pagi bisa masak jadi gak perlu beli terus."


"Kamu belum pindah kontrakan?" tanya Gofur.


"Oh. Iya udah nanti biar mas yang carikan ya dan kamu gak perlu bayar kontrakannya, biar itu jadi urusan mas. Kamu juga bisa ajak Della untuk tinggal di kontrakan tersebut. Mas juga akan memberikan kamu uang bulanan."


"Tapi mas........"


"Gak perlu tapi tapian, kamu sudah jadi tanggung jawab mas sekarang." Ucap Gofur tersenyum.


"Mas, apa boleh aku memberitahu pernikahan kita ke Della, dia sahabat terbaikku."


"Boleh kog selama dia gak membocorkan pernikahan kita."


"InsyaAllah rahasiaku aman sama dia."


"Iya sudah terserah kamu, mas percaya."


"Oh ya mas, boleh aku bertanya?"

__ADS_1


"Mau tanya apa?"


"Mas kenapa tiba tiba pindah mengajar?"


"Mas pindah karena gak bisa jauh dari kamu."


"Jadi benar firasatku kalau mas pindah mengajar itu hanya demi aku. Emang kenapa?"


"Karena mas cinta sama kamu sejak pertama bertemu."


"Sama dong mas, aku juga jatuh cinta sama mas saat pertama aku bertemu mas."


"Terus kenapa mas tiba tiba punya resto deket sekolahan itu, aku yakin itu resto milik mas kan?"


"Iya benar. Aku kan sebenenarnya emang berasal dari Jakarta. Mas ke Jember karena mau buka usaha, mau buka cabang usaha mas yang ada di Jakarta sambil mengajar di SMA. Eh, mas malah jatuh hati sama kamu. Terus saat mas tau, kamu pindah sekolah, mas langsung berhenti ngajar sedangkan usaha mas yang ada di Jember, mas percayakan kepada asisten mas. Kebetulan sekolah kamu itu deket dengan resto punya mas, jadi mas sangat senang dan bahagia. Di satu sisi, mas bisa ngajar di sekolah itu dan bertemu dengan kamu dan di sisi lain mas bisa sambil bekerja di resto itu. Dan masalah mencari karyawan baru, itu sengaja mas bikin buat kamu dan Della. Sebenarnya banyak waktu itu yang mau melamar pas pertama di buka, tapi mas tolak. Mas cuma pengen kamu yang kerja di sana. Sebenarnya gak tega juga sih, melihat kamu kerja keras gitu tapi hanya itu satu satunya cara agar mas bisa jaga kamu. Mas bisa liat kamu dari CCTV.


Maafkan mas jika mas cuek sama kamu, mas cuma gak mau semua orang tau akan perasaan mas. Dan saat mas tau, kamu menolong kakeknya mas, mas semakin ingin menghalalkan kamu karena mas percaya kamu orang baik dan cocok jadi istri mas." Jawab Gofur detail.


"Terima kasih ya mas udah sayang sama aku. Aku bersyukur Allah mempertemukan kita dan menjadikan kita suami istri."


"Iya mas juga terima kasih karena kamu mau jadi istrinya mas. Mas bersyukur bisa segera menghalalkan kamu. Oh ya nanti kamu di sekolah harus jaga sikap ya, biar anak anak gak ada yang tau tentang status kita. Mas gak mau kamu di bully sama mereka. Oh ya kamu juga jangan terlalu dekat sama cowok terutama Refaldo. Mas gak suka, mas cemburu."


"Iya mas, mulai sekarang aku akan jaga jarak sama mereka semua termasuk Refaldo."


"Makasih ya." Ujar Gofur sambil memeluk istri kecilnya itu.


 


 



 


__ADS_1


__ADS_2