
Menjenguk Calon Mertua
Della yang sudah sampai di Indonesia, ia istirahat sejenak di kos-kosannya. Dan sore harinya, sehabis sholat dhuhur, ia langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat calon mertuanya yang di rawat di rumah sakit.
Tak lupa Della membawa kue dan buah-buahan karena tak mungkin ia datang dengan tangan kosong.
"Assalamualaikum," ucap Della dari luar pintu karena ia tak mung masuk sembarangan. Walaupun yang di dalam itu ada pacar dan calon mertuanya yang sakit.
"Waalaikumsalam. Della, sini masuk. Mama sudah dari tadi nungguin kamu," sapa Refaldo. Ia memang sudah menunggu kekasihnya itu yang berjanji akan berkunjung hari ini.
Della menganggukkan kepala, lalu ia melangkah mendekat dan mencium tangan calon mertuanya.
"Gimana kabar tante?" tanya Refaldo.
"Alhamdulillah, sudah lumayan sehat. Kamu cantik ya. Tak salah Refaldo memilih calon istri," puji Mamanya Refaldo.
Della bingung mau jawab apa, ia hanya tersenyum saja.
"Oh ya ini saya bawakan buah sama kue, saya taruh di meja ya," ujar Della lembut dan menaruh buah tangannya di meja samping brankar.
"Ref, belikan minum dong buat calon istri kamu," perintah mamanya Refaldo.
__ADS_1
"Gak usah, Tante. Aku sudah minum kog di rumah. Jadi gak usah, lagian juga belum haus. Oh ya Om mana?" tanya Della menanyakan calon papa mertuanya.
"Om masih kerja, jadi ya gini, setiap hari hanya Refaldo yang nemenin tante. Makanya tante pemgem buru-buru punya mantu. Biar tante ini ada temennya kalau om dan Refaldo tiba-tiba sibuk," ucap Mamanya Refaldo.
"Mantu apaan sih, Ma. Aku sama Della masih sibuk kuliah, masalah nikah mah gampang, nanti kalau dah lulus kuliah dan aku bisa cari uang sendiri Kalau nikah sekarang, emang Della mau aku kasih makan apa. Aku juga kan pengen kayak papa, bisa nyenengin istri," sahut Refaldo.
"Iya tapi kuliah sambil nikah juga kan gak papa, Ref. Masalah karir kamu, kamu kan nantinya akan gantikan posisi papamu di kantor. Kamu juga bisa pulang kuliah langsung kerja kalau kamu pengen dapat uang sendiri," ujar Mamanya Refaldo.
"Terserah mama aja deh," ucap Refaldo pasrah.
"Della kamu mau kan nikah sama anak tante?" tanya Mamanya Refaldo membuat Della shok.
"Kalau untuk nikah, Della belum siap, Tante. Bagaimanapun nikah itu kan bukan untuk di pakai satu atau bulan. Tapi untuk selamanya. Della tak mau karena buru-buru akhirnya malah berakhir tak baik. Jadi, Della memutuskan untuk menikah setelah Della lulus kuliah. Tapi kalau tunangan, InsyaAllah Della siap," jawab Della sopan.
Della sungguh terharu mendengarnya. Ia tak menyangka jika Mamanya Refaldo menyukainya bahkan sangat ingin menjadikan dirinya sebagai menantunya.
"Del, gimana Rahma disana?" tanya Refaldo.
"Wah kehidupan Rahma sekarang jauh lebih baik, Ref. Aku aja kaget waktu ada orang-orang datang ke rumah, pakai pakaian rapi. Tapi karena mereka mengatakan mereka orang suruhan Tuan Devano, kakanya Rahma. Jadi aku ngikut aja.
Aku di jemput empat orang pakai dua mobil juga, aku berasa kayak seorang putri hehe. Sesampai di bandara juga mereka terus memperlakukan aku bak seorang putri.
__ADS_1
Di bandara juga ada jet pribadi yang di datangkan langsung, khusus untuk menjemputku seorang. Aku bahkan juga di kawal layaknya seorang putri.
Pokoknya kalau kamu ikut, pasti kamu juga kaget. Aku bahkan tak menyangka jika Rahma, sahabat kita itu anak orang miliader, anak orang terhormat.
Dan rumahnya bak istana. Kedua orangtuanya dan juga kakaknya pun sangat ramah sekali. Walaupun mereka kaya, tapi tak ada kesombongan yang terlihat.
Disana juga sudah ada Mas Gofur dan kedua orangtuanya. Sayangnya pas aku sampai disana, Rahma masih tidur. Kamarnya juga bahkan sangat luas sekali, ada ruangan tersendiri di setiap kamar pribadinya. Pokoknya sekarang kehidupan Rahma berubah 180 derajat. Tapi Rahma tetaplah Rahma seperti dulu yang kinal, tak ada yang berubah. Hanya nasibnya aja yang berubah dari yang sederhana menjadi kaya raya," jawab Della panjang lebar.
"Ya, aku juga lihat pesta pernikahannya pun juga sangat mewah sekali," tutur Refaldo yang melihat pernikahan mereka yang di siarkan secara live.
"Oh ya Ref, aku janji kalau nanti kamu ada waktu. Kita akan kesana bersama," ucap Della memberitahu.
"Baiklah aku juga kangen sama Rahma, sudah lama aku tak bertemu dengannya," jawab Refaldo. Mendengar kata kangen, ada sedikit cemburu di hati Della, karena bagaimanapun dulu Refaldo sangat mencintai Rahma, sahabatnya.
"Della, jika nanti tante sembuh. Kamu mau kan main-main ke rumah Tante. Nanti disana kita bisa masak bareng. Tante pengen banget punya anak perempuan yang bisa di ajak masak bersama, ngobrol bersama, ke Mall bareng, ke salon bareng. Karena kalau tante ngajak Refaldo dia gak pernah mau, sekalipun mau, pasti ngomel-ngomel sepanjang jalan," ujar Mamanya Refaldo. Mamanya Refaldo tau, kalau Della cemburu saat Refaldo mengatakan kalau ia kangen. Namun Refaldo tak pernah peka terhadap pasangannya atau orang-orang di sekitarnya.
Sebagai seorang Mama, ia tau semua kisah cinta Refaldo terhadap Rahma hingga akhirnya ia kini menjalin hubungan dengan sahabatnya Rahma, Della.
Refaldo memang selalu menceritakan semuanya kepada Mamanya, karena bagi Refaldo, mamanya bukan hanya sekedar seorang ibu, tapi juga ia anggap sebagai sahabatnya, teman curhatnya dan lain sebagainya. Memang kalau anak laki-laki itu cenderung lebih dekat dengan mamanya ketimbang papanya.
"Boleh, Tante. Nanti kalau Tante sembuh terus aku ada waktu, aku pasti kesana."
__ADS_1
Della terus mengobrol bersama Refaldo dan calon mama mertuanya. Hingga dua jam kemudian, Della pun memutuskan untuk pulang karena jika terlalu larut malam. Ia tak berani. Sedang Refaldo tak bisa nganter karena harus jaga mamanya. Papanya juga sampai sekarang belum juga pulang.