
Sesampai di sekolah, Rahma dan Della langsung pergi ke kelasnya. Di sana Rahma dan Della bercerita apa aja sampai bell sekolah berbunyi.
Setelah bell berbunyi, semua murid pun berhamburan masuk ke dalam kelas dan tak lama kemudian Gofur pun datang.
Gofur mengajar seperti biasanya. Begitupun dengan Rahma, ia seperti tak kenal dengan Gofur. Gofur memberikan penjelasan dan setelah itu, ia memberikan tugas untuk semua muridnya. Tak ada yang di istimewa kan. Bahkan saat semua tugas selesai di kumpulkan dan Rahma cuma dapat nilai 80, Gofur pun memberikan nilai B di jurnalnya.
Gofur selalu profesional dalam hal apapun. Mungkin inilah yang membuat Gofur bisa menjadi pebisnis handal. Menjadi pengusaha sukses di usianya yang masih muda, dan lulus dengan sangat cepat bahkan dirinya bisa membagi waktu antara mengajar dan juga mengurus bisnisnya dalam waktu yang bersamaan.
Setelah jam istirahat, Gofur mengirim pesan kepada istrinya untuk pergi ke ruangannya.
[Sayang]
Rahma yang lagi di kelas dan sedang ngobrol dengan Della. Langsung mengambil Hp di saku bajunya saat Hp nya gemetar.
"Dari siapa Rah?" tanya Della.
"Suamiku," jawab Rahma berbisik takut jika di dengar oleh teman-temannya.
"Oh gitu. Iya udah bales aja, kasihan jika dia nunggu balesan kamu lama," ujar Della tersenyum.
"Iya," jawab Rahma sambil mengetok untuk membalas pesan suaminya.
[Iya Mas]
[Lagi apa?]
[Lagi ngobrol nih sama Della di kelas]
[Ke sini dong]
__ADS_1
[Ke ruangan mas masksudnya?]
[Iya ke ruangan aku]
[Ngapain?]
[Aku kangen]
[Tapi aku takut anak-anak curiga mas, kalau aku ke ruangan kamu]
[Enggak akan curiga. Kamu bawa aja buku kamu lalu ke ruangan aku]
[Iya udah aku ke sana. Tunggu ya]
[Oke]
"Apa katanya Rah?" tanya Della
"Aku di suruh ke ruangan suamiku," jawab Rahma
"Ngapain?" tanya Della.
"Entahlah, katanya sih kangen,"
"Cie ... cie ... padahal baru aja ketemu. Iya udah ke sana gih. Nanti dia ngambek," goda Della.
"Tapi gimana dengan kamu?" tanya Rahma.
"Gak papa, aku di sini aja,"
__ADS_1
"Tapi aku gak tega ninggalin kamu. Kamu ikut aku aja yuk,"
"Enggak ah. Aku gak mau ganggu suami istri. Gak mau jadi nyamuk hehe. Kamu ke sana aja, jangan mikirin aku. Lagian aku ini sudah dewasa, bisa jaga diri baik-baik,"
"Iya udah. Aku ke ruangan suamiku dulu tapi jika kamu bosen, kamu chat aku ya. Biar aku langsung ke sini," ujar Rahma yang memang sangat peduli dengan sahabat nya itu.
"Iya pasti. Iya udah sana,"
"Oke,"
Setelah itu, Rahma pun pergi menuju ruangan suaminya. Namun saat sudah hampir sampai, tiba-tiba ia melihat kakak kelasnya ada di depan pintu ruangan suaminya sambil membawa bunga dan coklat berbentuk love.
Rahma pun pura-pura membaca buku di kursi yang kebetulan ada di situ. Untunglah tadi sebelum pergi, ia sempat membawa buku seperti yang di sarankan oleh suaminya itu.
Sedangkan di dalam ruangan, Gofur sedang sibuk dengan laptopnya sambil menunggu sang istri datang. Saat ada yang mengetok pintu, Gofur mengira itu Rahma.
"Masuk," ucap Gofur dari dalam ruangan.
Seseorang pun masuk ke dalam ruangan Gofur dan itu membuat senyum Gofur yang tadinya merekah langsung lenyap seketika.
"Ada apa?" tanya Gofur dingin.
"Anu pak, sa ... saya mau ngasih ini," ujar perempuan itu yang bernama Giselle.
"Kenapa ngasih saya bunga dan coklat. Kamu tau kan saya ini guru kamu, gak pantas rasanya seorang Murid memberikan gurunya bunga dan coklat berbentuk love seperti itu. Berikanlah kepada cowok lain yang sepantaran sama kamu. Saya gak bisa nerima," ujar Gofur. Bagaimana mungkin dia Nerima pemberian dari wanita lain. Gofur gak mau membuat istrinya itu cemburu.
Sedangkan Giselle ia sangat malu, ia gak nyangka bahwa dia akan di tolak mentah-mentah seperti ini. Biasanya ia sangat mudah mendapatkan laki-laki yang menjadi incarannya tapi tidak dengan gurunya. Ia yang menjadi primadona di sekolah ini. Untuk pertama kalinya di tolak secara mentah-mentah dan itu seperti menginjak harga dirinya. Namun itulah yang membuat Giselle suka dan Giselle berjanji ia akan membuat Gofur bertekuk lutut padanya.
Giselle pergi dari ruangan Gofur dengan wajah cemberut. Setelah Giselle pergi, barulah Rahma masuk ke dalam ruangan suaminya tanpa mengetok pintu terlebih dahulu.
__ADS_1