My Little Woman

My Little Woman
Keminderan Gofur Melihat Kamar Mewah Milik Rahma


__ADS_3

Sore harinya, Rahma meminta untuk pulang, karena bosan berada di rumah sakit terus menerus.


"Mama, aku mau pulang ya, aku bosan di sini terus," rengek Rahma kepada Dania.


"Baiklah, tapi sebelum itu kamu harus di periksa dullu sama dokter, kalau emang dokter mengizinkan kamu boleh pulang hari ini, maka kamu bisa pulang tapi jika dokter tak mengizinkan kamu harus sabar ya, semua ini demi kebaikan kamu," ucap Dania menasehati.


"Biar aku aja yang manggil dokternya," ujar Gofur yang di angguki oleh Dania.


"Iya," jawab Dania yang masih canggung dengan menantunya itu.


Lalu Gofur pun pergi memanggil sang dokter. Sedangkan di ruangan itu kini hanya ada Dania, Darma, Devano, Pagho dan Magho, serta Rahma.


Semuanya seakan merasa canggung dan bingung harus berbuat apa, sehingga memilih diam karena mau bicara pun, apa yang mau di bahas.


Tak lama kemudian, Gofur datang dengan sang dokter.


Dokter itu pun memeriksa Rahma.


"Kondisinya semakin membaik, dan Non Rahma bisa pulang hari ini, tapi tetap harus banyak banyak istirahat, tidak boleh melakukan hal yang berat berat apalagi mikir yang berat berat, jaga pola makan yang sehat, jika ingin olah raga di pagi hari,  itu lebih bagus buat kesehatannya namun tetap pilih olah raga yang ringan dan jika sudah merasa lelah, harus di hentikan, jangan di paksa," ucap dokter memberitahu.


"Baik dok," jawab mereka bersamaan. Lalu dokter itu pun memberikan resep untuk di tebus di apotik.


Setelah itu, Gofur sendirilah yang kini membayar semua pengobatan Rahma, Devano dan kedua orang tuanyapun memilih diam, mereka gak mau debat hanya karena masalah sepele. Tak lupa Gofur juga membeli obat yang sudah di resepkan oleh sang dokter.


Lalu setelah itu, mereka pun siap siap mau pulang. Devano dengan sigap mempersiapkannya.

__ADS_1


Gofur sendiri memilih untuk menggendong Rahma ke parkiran mobil yang sudah di siapkan oleh orang orang yang di suruh oleh Devano, sebenarnya Dania sudah menyiapkan kursi roda buat Rahma namun Gofur ingin menggendong sang istri, dan Diana pun membiarkan saja.


Rahma sendiri juga sebenarnya sudah bisa jalan, hanya saja badannya yang lemah membuat dirinya pasrah di gendong oleh sang suami.


Di depan rumah sakit sudah ada 3 mobil, mobil pertama di naiki oleh sang sopir, Gofur dan Dania. Mobil kedua, di isi oleh sang sopir tentunya, lalu Pagho dan Magho.


Sedangkan mobil ketiga, sopir, Darma, Dania dan Devano.


Setelah itu, mobil itu beriringan pulang ke rumah utama. Sebenarnya Darma, Dania dan Devano ingin satu mobil dengan Rahma, tapi mereka sadar, saat Rahma menikah, dia bukan lagi milik mereka tapi milik sang suami, dan mereka bertiga hanya bisa menghembuskan nafas kasar, padahal andai boleh memilih mereka ingin menghabiskan waktu mereka bersama Rahma namun apalah daya, saat takdir mempertemukannya dengan Rahma yang ternyata sudah menikah dengan gurunya sendiri.


Tapi paling tidak mereka bahagia karena Rahma pernah bilang akan tinggal bersama kedua orang tuanya, dan mereka yakin Gofur, pasti akan memilih untuk tinggal bersama sang istri mengingat betapa besar rasa sayang dan rasa cinta Gofur kepada Rahma. Dan itu sudah cukup buat Darma, Dania dan Devano.


Sesampai di rumah utama, gofur dan kedua orang tuanya pun kaget melihat istana yang begitu megah, namun mereka berusaha terlihat biasa aja, agar tak di kira norak, bagaimanapun walapu Gofur seorang pengusaha namun dia sangat jauh jika di bandingkan Devano dan kedua orang tuanya yang merupakan seorang miliader sukses.


Darma, Devano dan Dania langsung turun dari mobil begitupun dengan Pagho dan Magho, Gogur juga berada di depan sambil menggendong Rahma.


Darma dan Dania mempersilahkan mereka masuk, sedangkan Devano mengantar Gofur ke kamar Rahma. Gofur pun mengikuti langkah Devano dan masuk ke kamar Rahma yang begitu luas, berkali kali lipar dari kamar yang ia punya di sana. Lalu dengan lembut, Gofur menaruh Rahma di atas kasur yang sangat luas dan empuk.


"Mulai hari ini, kamu bisa tinggal di sini bersama kami, dan kamu bisa tidur satu kamar dengan Rahma, untuk baju kamu, sebenarnya Rahma sudah menyiapkan semuanya, dan ada di ruangan sebelah," ucap Devano memberitahu.


"Iya makasih ya," ujar Gofur tulus.


"Sama sama, aku keluar dulu ya," ucap Devano pamit, ia melihat Rahma sekilas dan tersenyum lalu ia pun pergi dan membiarkan Rahma dan Gofur berdua di kamarnya.


"Aku gak nyangka sayang, kamar kamu seluas ini, maafin aku ya, aku belum bisa memberikan kemewahan seperti apa yang di berikan oleh keluargamu," ujar Gofur pesimis.

__ADS_1


"Apaan sih mas, aku bukan cewek mantre, aku gak butuh suami kaya raya, yang penting kamu mau bekerja untuk menghidupi aku, itu udah lebih dari kata cukup. Lagian selama ini, kamu sudah memberikan yang terbaik buat aku, kasih sayang yang luar biasa, perhatian, pengertian, sabar, juga selalu memenuhi keinginankku, memenuhi semua kebutuhan aku, kamu juga tampan, pintar, dan pekerja keras, kamu itu sudah sangat sempurna buat aku," tutur Rahma tulus.


"Tapi aku pernah membuat kamu terluka," ujar Gofur yang masih belum bisa memaafkan dirinya sendiri, ia bahkan selalu ingat dengan setiap kata kata yang menyakitkan yang terlontar dari bibirya saat mengetahui bahwa istrinya selingkuh ternyata itu hanyalah sebuah jebakan.


"Kamu hanya melakukan satu kesalahan, dan itu tak sebanding dengan kebahagiaan yang kamu berikan buat aku. Kebahagiaan yang kamu berikan sangatlah besar dari pada rasa sakit yang kamu berikan buat aku, lagian mas kan melakukan itu juga karena terbawa emosi dan aku makhlumi itu. Aku juga sudah memaafkan semau kesalahan mas, jadi tak perlu mengingat ingat itu lagi. Bukankah mas bilang kita akan memulai kehidupan yang baru, jadi lupakan yang lama atau jadikan masa lalu sebagai pembelajaran agar tak terulang kembali di masa depan." ujar Rahma tersenyum.


Gofur pun mendekatinya dan memeluknya sambil berbaring di samping sang istri.


"Terima kasih ya sudah mau memaafkan aku dan kembali sama aku, aku pastikan kesempatan ini gak akan aku sia siakan," ucap Gofur sambil mencium tangan sang istri.


"Aku percaya," balas Rahma.


Mereka ngobrol santai hingga akhirnya kedua nya pun tidur, awalnya Rahma, namun tak lama kemudiann, Gofur pun ikut tertidur sambil memeluk sang istri.


Sedangkan Devano, ia kembali ke kamar untuk mandi karena tubuh nya yang sangat gerah, apalagi ia belum mandi sejak kemarin pulang kerja.


Di ruang tamu, semua pelayan yang sudah di beritahu sebelumnya langsung menyajikan minuman dan berbagai macam makanan ringan dan buah segar di atas meja. Magho dan Pagho pun langsung kaget melihat semua pelayan yang langsung sigap tanpa di beri perintah.


Magho dan Pagho juga merasa kagum dengan rumah yang semuanya serba mahal, dengan hiasan yang harganya juga tak main main, semuanya benar benar membuat mata seakan sedang di manja, andai gak malu, ingin rasanya Magho selfie selfie dan menguploadnya di sosmed, namun ia gak mau harga dirinya terluka karena ulah dirinya yang tak tau malu.


Setela satu jam Magho, Pagho, Darma dan Dania ngobrol dan menghabiskan beberapa cemilan di atas meja serta minuman yang sudah habis, Dania pun mengantarkan sendiri besannya itu ke kamar yang sudah di sediakan.


Lagi dan lagi, mereka di buat terkejud dengan kamar yang sangt luas dan megah.


Lalu setelah kepergian Dania, kini hanya ada Magho dan Pagho yang ada di kamar itu.

__ADS_1


"Pa, ini beneran kan, ini nyata kan? Astaga pa, aku mimpi apa semalam sampai akhirnya aku di kejutkan dengan semua ini, bertemu dengan menantuku, dan mengetahui fakta bahwa ternyata menantuku anak orang kaya dan aku punya besan yang sangat kaya raya. Terlebih mereka tidaklah sombong, mereka sangat baik dan juga sabar, tidak seperti yang lainnya, teman mama malah ada yang dapat besan yang sangat menjengkelkan tapi alhamudlillah mama dapat besan yang sangat welcome sama kita, walaupun masih ada rasa canggung tapi itu wajarkan karena ini pertama kalinya kami bertemu," ucap Magho ngomong panjang lebar sedangkan Pagho seperti biasa, menjadi pendengar setia dan sesekalli ngomong jika memang ada hal yang harus di ungkapkan.


__ADS_2