My Little Woman

My Little Woman
Ajakan Dinner dari Pak Go untuk Rahma


__ADS_3

Setelah Sisil selesai di makamkan, Rahma Della dan Refaldo harus cepet cepat pulang karena ia harus bekerja sedangkan Joni dan Basuki memilih untuk mengantarkan mereka sampai depan kosan dan setelah itu pulang ke rumah masing masing.


Hari ini Rahma, Della dan Refaldo tidak bisa tidur siang karena waktunya yang sangat mepet. Mereka hanya mandi dan sholat setelah itu langsung berangkat kerja.


Di tempat kerja Rahma, Della dan Refaldo langsung bekerja seperti biasanya. Walaupun hati mereka sedih karena kepergian salah satu teman mereka tapi bukan berarti mereka harus terus murung dan membiarkan pekerjaan mereka jadi terbengkalai.


Saat adzan Maghrib tiba, Rahma dan Refaldo memutuskan untuk istirahat sejennak karena mereka harus sholat Maghrib sedangkan Della tetep bekerja karena ia masih datang bulan dan tamu hari ini sangat banyak jadi ia gak bisa istirahat seperti teman teman yang lainnya.


Selesai sholat, Rahma dan Refaldo bergeges membantu Della melayani tamu. Mungkin karena malam ini adalah malam Minggu jadi resto yang tadinya biasa aja, sekarang sangat rame bahkan semua karyawan di resto itu sampai merasa kewalahan sendiri.


Saat mereka lagi sibuk sibuknya melayani tamu, Pak Go datang bersama sang kakek. Rahma yang tak sengaja menoleh ke arah Pak Go sangat terkejut melihat ada kakek yang sempat ia tolong beberapa hari yang lalu. Sang kakek pun tersenyum ke arah Rahma dan Rahma hanya membalas senyuman kakek itu sekilas dan setelah itu fokus lagi untuk mencatat pesanan para tamu.


Saat jam 10 malam, resto pun di tutup. Dan saat Rahma ingin pulang, Pak Go datang menghampiri.


"Terima kasih ya karena sudah menolong kakek saya beberapa hari yang lalu. Saya sudah mendengar cerita kamu dari kakek. Jika gak ada kamu, saya gak tau bagaimana nasib kakek saya sekarang." Ucap Pak Go


"Santai aja kali pak. Saya akan membantu siapa aja yang membutuhkan pertolongan saya. Jujur saya gak nyangka jika kakek itu adalah kakeknya Pak Go."


"Oh ya sebagai permintaan maaf saya, gimana jika besok malam saya ngajak kamu dinner?" tanya Pak Go.


"Tapi besok saya harus kerja." Ujar Rahma.


"Besok kan hari Minggu, resto tutup. Jadi kamu gak ada alasan untuk menolak ajakan saya." Ujar Pak Go tersenyum.


"Baikhlah, saya nyerah. Besok saya akan ikut bapak untuk Dinner. Kita ketemuan dimana?" tanya Pak Go.


"Besok saya akan jemput kamu setelah habis sholat Maghrib."

__ADS_1


"Oke, saya tunggu." Ucap Rahma tersenyum.


"Ra, cepetan." Ujar Della yang nunggu Rahma dari tadi di luar pintu namun Rahma belum juga keluar.


"Pak, saya pamit pulang dulu ya. Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah itu, Rahma pun segera menghampiri Della dan Refaldo yang sudah menunggunya di luar pintu.


"Maaf." Ucap Rahma.


"Emang ngapain sih, kog lama banget di dalem?" tanya Della.


"Itu tadi Pak Go nyamperin aku." Jawab Rahma tersenyum.


"Dia ngajak aku Dinner besok malam." Jawab Rahma.


"Ha! Kamu gak lagi mimpikan?" tanya Della tak percaya.


"Enggaklah."


"Terus dalam rangka apa Pak Go ngajak kamu Dinner?" tanya Refaldo.


"Untuk ucapan terima kasih." Jawab Rahma.


"Emang dia terima kasih dalam hal apa?" tanya Della.

__ADS_1


"Kamu inget kakek kakek yang kemaren sempat jatuh? Nah ternyata kakek itu kakeknya Pak Go. Dan Pak Go sangat berterima kasih karena aku sudah menolong kakeknya. Dan sebagai ucapan terima kasihnya Pak Go ngajak aku untuk dinner besok malam. Awalnya sih aku gak mau tapi karena ia maksa, ya aku bisa apa selain menurut." Ujar Rahma tersenyum.


"Wah kamu sangat beruntung. Kalau gitu besok aku akan mendandani kamu agar terlihat sangat cantik." Ujar Della bersemangat. Walau sebenarnya ada rasa iri sedikit karena Rahma lebih beruntung darinya tapi Della segera menepis perasaan itu.


"Gak usah berlebihan. Toh Rahma cuma makan malam bukan untuk kencan." Ujar Refaldo yang gak suka mendengar gurunya mengajak Rahma untuk makan malam berdua. Dirinya aja belom pernah makan berdua, ini  malah Pak Go sudah melangkah lebih cepat dari dirinya.


"Kamu kenapa sih Re? Gak seneng banget kayaknya ngeliat temennya bahagia." Ujar Della.


"Bukan gitu Del. Maksudku itu jika kamu dandanin Rahma hingga ia terlihat cantik, takutnya nanti Pak Go terkesima dan melakukan hal hal yang fatal. Kita gak pernah tau lho isi hati seseorang. Apalagi mereka cuma pergi berdua." Ucap Refaldo membela diri dan mencari cari alasan karena ia tak ingin mereka mengetahui bahwa sebenarnya Refaldo menaruh rasa kepada Rahma.


"Tapi kan aku makan di tempat umum." Ucap Rahma.


"Memang tapi kamu berangkat dan pulang sama dia dan hanya berdua. Apa kamu gak takut di apa apain sama Pak Go. Kamu belum kenal dekat lho sama dia, kamu hanya tau dia adalah guru sekaligus bos kamu. Kamu gak tau bagaimana sifat aslinya." Ujar Refaldo, ia berharap Rahma mau membatalkan acara dinnernya itu.


"Terus gimana dong? AKu gak enak jika membatalkan gitu aja tapi aku juga takut jika cuma berdua aja. Oh ya gimana jika kalian ikut aku aja." Ujar Rahma.


 


"Tapi apa gak mengganggu dinner kalian berdua?" tanya Della yang gak enak hati jika harus menganggu makan malam Rahma dan Pak Go.


"Enggak kog. Biar besok aku yang bilang ke Pak Go pas di ke sini. Katanya dia akan jemput aku besok di depan kosan setelah habis sholat Maghrib." Jawab Rahma.


"Aku setuju sama Rahma, mending kita ikut aja Del. Kita gak mau kan jika Rahma kenapa napa." Ujar Refaldo senang.


"Baiklah. Iya udah ayo pulang, aku ngantuk banget nih." Ujar Della.


Mereka pun segera pulang menuju kosan karena hari sudah malam dan mereka juga sudah nguantuk pol. Sebelum tidur, Rahma mandi dulu agar badannya segar kembali. Selesai mandi, ia segera sholat isya lalu tidur.

__ADS_1


__ADS_2