My Little Woman

My Little Woman
Kepulangan Magho dan Pagho ke Indonesia


__ADS_3

Keesokan harinya, setelah selesai sarapan pagi, Pagho dan Magho siap siap mau pulang ke Indonesia. Sebenarnya Magho tadinya gak mau ikut, tapi hatinya berat berpisah dengan sang suami. Bagaimanapun selama ini mereka selalu bersama.


Pagho juga sudah meyakinkan sang istri kalau dirinya gak papa pulang sendiri tapi tetap saja Magho merasa faj tenang dan khawatir jika jauh dari Pagho.


"Iya sudah lah pa, gak papa mama ikut, dari pada tinggal di sini, namun hatinya gak tenang karena terus mikirin papa," ucap Gofur sambil merangkul Rahma yang ada di dekatnya.


"Tapi gimana dengan kamu?" tanya Papa yang juga merada khawatir dengan putranya itu.


"Ya ampun papa, aku ini sudah dewasa. Aku bukan anak kecil lagi, bahkan aku ini merupakan kepala rumah tangga di keluarga kecilku. Aku juga di sini gak sendiri, tapi sama istriku, adik iparku, eh maksudku kakak iparku, mama mertuaku dan juga papa mertuaku. Lagian aku lebih bahagia di sini bisa bareng istriku," ucap Gofur.


"Baiklah, papa percaya. Kamu baik baik ya di sini, jaga Rahma dengan baik. Papa dan mama akan kembali ke sini satu minggu lagi," ujar Pagho.


Magho dan Pagho pun memeluk Gofur dan Rahma secara bergantian.


Devano juga sudah menyiapkan jet pribadi buat mengantar mertua adiknya itu.


Setelah Pagho dan Magho berpamitan ke Darma dan Dania barulah Devano sendiri yang nengantar mereka ke bandara.


Sesampai di bandara miliknya, di sana sudah ada jet pribadi yang akan mengantarkan Pagho dan Magho ke Indonesia.

__ADS_1


"Kami titip putra dan menantu kami ya Nak dev," ucap Magho saat mereka sampai di bandada.


"Iya tante, pasti," jawab Devano.


Lalu setelah itu, Pagho dan Magho pun masuk ke dalam. Pesawat.


Setelah memastikan mereka pergi, barulah Devano meninggalkan bandara dan menuju kantornya karena ia ada rapat jam 10 pagi.


Sedangkan kini di rumah, hanya tinggal Darma, Dania, Gofur dan juga Rahma.


Mereka pun ngobrol sambil bercanda ria, mencoba untuk menghilangkan rasa canggung di antara mereka.


"Gak papa pa, aku sudah menyerahkan kepada orang kepercayaan ku, aku juga mengerjakannya dari sini dan tetap memantaunya," jawab Gofur.


"Syukurlah. Papa senang mendengarnya," balas Darma.


"Pa, boleh gak kalau nanti aku sama Mas Go jalan jalan?" tanya Rahma.


"Tapi kamu baru sembuh, kamu bahkan baru pulang dari rumah sakit kemarin," ujar Dania.

__ADS_1


"Aku bosen di rumah, aku pengen jalan jalan, lagian juga kan aku gak melakukan hal yang berat berat, hanya duduk santai di mobil," ucap Rahma.


"Baiklah, tapi ingat ya jangan sampai lelah," tutur Darma.


"Kan ada Mas Go pa, aku yakin suamiku akan menjagaku dengan sangat baik, iya kan sayang,"


"Iya, pasti," jawab Mas Go sambil melihat istrinya dengan lembut.


"Iya sudah nanti juga papa sama mama mau keluar, karena ada keperluan,"


"Lama keluarnya?" tanya Rahma.


"Gak sih, cuma 3-4 jam,"


"Baiklah,"


Mereka terus aja mengobrol ringan, mengakrabkan diri masing-masing terutama Gofur, yang mendadak punya keluarga baru dari sang istri.


Sesekali Gofur melihat ke arah istrinya, ia bahkan masih belum menyangka, bahwa Allah telah mempertemukan kembali dirinya dengan Rahma, istri tercintanya.

__ADS_1


__ADS_2