
Keesokan harinya, saat Rahma bangun tidur ia gak bisa bangun karena tangan Gofur yang melingkar di perutnya bahkan kakinya Gofur juga menindih kakinya Rahma sehingga Rahma gak bisa bergerak sama sekali.
Rahma pun bingung bagaimana cara membangunkan suaminya itu sedangkan suaminya terlihat sangat pulas sekali. Akhirnya Rahma pun memilih diam dan melihat wajah suaminya yang menurutnya sangatlah tampan. Rahma bersyukur karena Allah mengijabah doanya untuk bersatu dengan orang yang ia cintai.
Saat Rahma lagi asyik-asyiknya memandang wajah suaminya, tiba-tiba suaminya membuka matanya, "Sudah puas liat wajahku?" tanya Gofur tersenyum.
"Jadi mas sudah bangun dari tadi?" tanya Rahma kesal.
"Aku sudah bangun, sebelum kamu bangun," jawab Gofur yang masih dengan senyumannya.
"Aih, Mas Gofur emang nyebelin banget. Awas kaki sama tangannya dong, berat tau," ujar Rahma yang merasa dirinya kena di kerjain oleh suaminya sendiri.
Gofur pun menuruti keinginan istrinya namun sebagai imbalannya, Gofur menarik sang istri hingga jatuh ke dalam pelukannya. Rahma pun menenggelamkan kepalanya di dada sang suami.
"Ternyata enak ya, bangun tidur langsung liat orang yang kita sayang rasanya bahagia banget," ujar Gofur mengungkapkan isi hatinya.
"Iya, rasanya memang sangat bahagia," ucap Rahma yang memang merasakan apa yang di rasakan oleh suaminya itu.
__ADS_1
"Ayo bangun, kita sholat malam dulu," ujar Rahma sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya.
"Tapi aku masih kangen," kata Gofur sok manja.
"Kan sudah semalaman meluk aku, masak masih kangen?"
"Emang kamu gak kangen aku?" tanya Gofur
"Gak lah, kan udah ketemu,"
"Aku sangat-sangat menyayangi dan mencintai kamu mas. Tapi inget jangan terlalu berlebihan, gak baik," ucap Rahma mengingatkan.
"Ya gimana dong ... Rasa cinta ini makin hari makin membara dan rasanya aku gak bisa melepaskan kami walaupun hanya sedikit saja," ujar Gofur
"Gak usah lebay. Ayo bangun, mandi lalu sholat malam. Setengah jam lagi sudah adzan shubuh lho," ujar Rahma sambil melihat jam yang terpajang di dinding kamar.
"Iya," Gofur pun melepaskan istrinya itu dari pelukannya. Lalu mereka mandi secara bergantian.
__ADS_1
Rahma mandi terlebih dahulu sedangkan Gofur menunggunya sambil duduk di kasur ngecek Hp nya.
Saat Rahma selesai mandi, barulah Gofur masuk ke kamar mandi.
Rahma segera mengeringkan tubuhnya lalu mengambil baju di lemari dan memakainya. Rahma juga mengambilkan sarung dan baju Koko warna putih untuk sang suami dan menaruhnya di atas kasur agar nanti jika suaminya selesai mandi, ia tinggal memakai baju dan sarungnya jadi gak perlu ambil di lemari.
Sambil nunggu suaminya selesai mandi, Rahma pun sholat terlebih dahulu. Rahma sholat malam 4 rakaat dengan dua kali salam. Selesai sholat, Rahma langsung mengambi Al-Qur'an. Dan saat dirinya lagi asyik-asyiknya mengaji, suaminya baru keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan tubuhnya pakai handuk.
"Mas, baju dan sarungnya sudah aku siapkan, ada di atas kasur," ujar Rahma memberitahu.
"Iya sayang, terimakasih ya," ujar Gofur tersenyum.
"Iya mas," jawab Rahma setelah itu iapun lanjut mengaji.
Gofur sendiri, ia segera sholat setelah ia selesai memakai baju dan sarungnya.
Selesai sholat, Gofur pun mengambilnya Al-Qur'an dan mereka ngaji bersama sampai adzan shubuh berkumandang.
__ADS_1