My Little Woman

My Little Woman
Perjodohan Devano dengan Putri Tuan George


__ADS_3

Setelah jam 9 malam, akhirnya Tuan Darma pun pamit pulang bersama istri dan kedua anaknya. Semua orang juga ada yang pulang dan ada yang bertahan di pesta itu dan mungkin sampai pagi hari. Sedangkan Darma ia gak bisa lama lama karena Rahma harus segera istirahat, Devano juga sudah memberikan kode bahwa adiknya itu kini tengah menahan ngantuk. Dan benar saja, saat di mobil, Rahma langsung tidur.


Devano dan kedua orang tuanya pun membiarkan nya karena gak tega membangunkan Rahma.


Sesampai di rumah, Devano lah yang menggendong Rahma sampai ke kamarnya, lalu membuka cadar dan hijabnya, setelah selesai ia menyelimuti Rahma sampai dada.


Setelah itu, ia menutup pintu kamarnya dan pergi menemui mama dan papanya yang masih ada di ruang tamu melepas rasa lelah.


"Dev, ada yang ingin papa omongin sama kamu," ucap Darma.


"Apa pa?" tanya Devano


"Tadi ada teman papa, yang ingin menjodohkan kamu dengan putrinya. Namanya Tuan George," ucap Darma membaut Devano kaget.


"Kenapa bisa kebetulan begini ya?" tanya Devano dalam hati.


"Tapi masalahnya, putrinya Tuan George itu sudah punya pacar pa," jawab Devano.

__ADS_1


"Dari mana kamu tau?" tanya Dania. Dania emang sudah tau, tadi Darma sudah menceritakannya saat Devano ada mengantarkan Rahma ke kamarnya.


"Lah yang Dev temui di Mall kan putrinya Tuan Georger, Pa," balas Devano.


"Jadi itu putrinya Tuan Georger?" tanya Darma.


"Hem," jawab Devano dengan deheman.


"Terus gimana, kamu mau terima gak?" tanya Darma lagi.


"Kalau aku pasti terima pa, kalau dia suka sama aku, sayangnya dia udah punya pacar, tentu hati dan cintanya bukan untuk aku, tapi untuk pacarnya. Jika pun di paksa, malah hasilnya gak kan sempurna, bayangkan aja aku menikah dengan wanita yang di hatinya ada cowok lain. Ya walaupun gak aku pungkiri, aku tertarik padanya, tapi kan kita juga harus memikirkan peraaannya pa, jangan sampai dia tersiksa karena menikah denganku," tutur Devano menjelaskan panjang lebar.


"Baiklah biar nanti, papa bicarakan masalah ini dengan Tuan Georger," ujar Darma memutuskan.


"Aku harap Tuan George adalah papa yang baik, jangan hanya karena ingin berbesan dengan papa, membuat Tuan George memaksa putrinya untuk memutuskan laki laki yang dia cintai dan di paksa menikah denganku," tutur Devano.


"Baiklah papa mengerti. Sekarang sudah malam, lebih baik kita istirahat, besok kamu juga harus berangkat kerja kan?" tanya Darma.

__ADS_1


"Ya, dan aku mau mengajak Rahma ke kantor," ujar Devano.


"Lah kenapa adik kamu di bawa?" tanya Dania tak terima.


"Ya biar nemenin Devano di sana ma, sekalian belajar bisnis," jawab Devano.


"Enggak boleh, enak aja, besok itu mama mau bawa Rahma jalan jalan, ke salon dan tempat tempat lainnya. Mama tuh dulu ingin banget bisa jalan berdua sama putri mama, dan karena Tuhan memberikan mama kesempatan, jadi mama ingin melakukannya sekarang," ujar Dania.


"Ya sudah aku mengalah, biar besok Rahma ikut mama aja," ucap Devano tak ingin debat dengan mamanya.


"Nah gitu dong, itu baru anak sholeh, nanti masuk surga, InsyaAllah, asal sholatnya jangan bolong, jangan lupa sedekah, dan melakukan kebaikan, serta jadi anak yang berbakti sama orang tua," ujar Dania ceramah.


"Iya Ustadzah," ledek Devano tertawa lalu pergi.


"Dasar anak durhaka, lihat tuh pa anakmu, di kasih nasihat kog malah meledek mama," adu Dania ke suaminya.


"Sudahlah ma, jangan seperti anak kecil, lebih baik kita masuk kamar lalu istirahat, emang mama gak capek apa?" tanya Darma.

__ADS_1


"Ya capek lah pa,"


"Iya udah ayo tidur," ajak Darma dan akhirnya mereka berdua pun masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat tentunya.


__ADS_2