My Little Woman

My Little Woman
DNA cocok


__ADS_3

Saat Rahma belum sadarkan diri setelah dua hari di rawat di rumah sakit, akhirnya sambil menunggu, Devano pun melakukan tes DNA,dia melakukannya karena ia merasa ada ikatan batin dengan Rahma, ia tau ini sangatlah konyol, tapi apa salahnya jika ia melakukannya, toh gak da yang rugi. Karena ini pertama kalinya ia menolong orang yang bahkan ia tak kenal sama sekali, namun melihat dia sedih, hatinya juga terasa sangat sakit. Melihat dia menderita, hatinya seakan tertusuk jarum.


Sejak Rahma masuk rumah sakit, ia bahkan tak pergi ke kantor sama sekali, ia memilih untuk selalu ada di sampingnya, terus menatapnya berharap bahwa Rahma bisa segera sadar.


Jujur, ia merasa menyesal karena ia tak ada saat Rahma membuka kado dari suaminya, andai ia ada dan tau akan seperti ini, sudah pasti ia akan melarang membuka kado tersebut. Toh Rahma juga tak meminta kado itu, dia hanya membutuhkan boneka dari suaminya untuk ia peluk tiap malam.


Namun yah, dirinya juga mengerti, andai dirinya ada di posisi Gofur, setelah penyesalan yang ia rasakan, belum lagi ia tak pernah bertemu Rahma sekian tahun sampai dia harus sakit sakitan, dan jika ada kesempatan untuk mengirim sesuatu, pasti dirinya juga akan melakukan hal yang sama.


Jadi Devano juga tak bisa menyalahkan Gofur sepenuhnya.


\======


Dua Minggu sudah Rahma tak sadarkan diri, dan hasil tes DNA juga akan  keluar beberapa jam lagi dan itu membuat Devano gelisah, jujur ia berharap Rahma adalah benar benar adiknya yang hilang saat adiknya umur 6 tahun.


"Ra, aku harap kamu adalah adikku Ra, karena aku sangat menyayangimu Ra," ucap Devano sambil mencium kening adiknya.


Dan setelah itu, ia pun terus menunggu hingga akhirnya dokter chat dirinya untuk segera datang ke ruangannya. Devano pun segera pergi karena ia juga sudah tak sabar untuk melihat hasilya.


"Dok, bagaimana?" tanya Devano saat dirinya sudah ada di ruangan dokter. Ia duduk di kursi yang ada di depan meja dokter.


"Tuan bisa lihat hasilnya sendiri," ucapnya sambil memberikan kertas hasil tes DNA.


Devano pun membuka kertas tersebut dan membacanya, lalu ia tersenyum saat ia membaca bahwa hasil tes DNA itu 99% cocok.

__ADS_1


"Ra, kamu beneran adikku Ra," ujar Devano senang, ia bahkan tak berhenti tersenyum sambil terus menatap kertas yang ada di tangannya.


"Dok, kertas ini asli kan?" tanya Devano lagi.


"Iya Tuan," jawab dokter tersebut tersenyum, ia ikut bahagia melihat Devano yang juga terlihat sangat bahagia sekali.


"Aku harus memberitahu mama sama papa masalah ini, mereka  harus tau ini," ujar Devano, ia pun lalu pamit keluar dari ruangan dokter dan segera menelfon mama dan papanya dan untuk segera datang ke rumah sakit di negara S.


"Assalamualaikum Dev, tumben nelfon papa, ada apa?" tanya Danendra Darma Putra Wijaya, yang akrab di sapa dengan sebutan Darma atau Tuan Darma. Papanya Devano.


"Waalaikumsalam Pa. Pa, papa dan mama harus segera pergi ke negara S ya, di rumah sakit F,"


"Kenapa papa mesti ke sana?" tanya Darma bingung.


"Kamu sakit apa Dev, kenapa gak bilang sama mama dan papa, lukamu parah atau gimana?" tanya Darma dengan pertanyaan beruntun.


"Bukan aku pa, tapi anak papa yang lain," jawab Devano.


"Anak yang mana Dev, anak papa cuma kamu," ujar Darma.


"Apa papa lupa sama adik Dev pa, Davina Danendra?" tanya Devano.


"Tapi bukankah kamu tau Dev, adik kamu hilang saat umur 6 tahun, dan sampai sekarang kita bahkan gak ada yang tau dia ada di mana, bukankah kita juga sudah sepakat menganggap adik kamu itu sudah meninggal," ujar Darma kesal.

__ADS_1


"Tapi sekarang Davina lagi sama aku pa,'


"Apa maksudmu Dev?" tanya Darma lagi.


"Iya pa, selama dua tahun lebih Davina sama aku, dia koma hampir dua tahun dan dia baru sadar beberapa minggu yang lalu, namun kini ia tak sadarkan diri lagi, dan sudah dua minggu lebih ia terbaring di rumah sakit. Aku sudah melakukan tes DNA pa, dan 99% cocok. Pa, bawa mama ke sini, mama pasti senang kalau bertemu Davina, wajahnya juga hampir sama dengan mama, pa. Dia sangat cantik pa,"


"Dev, kamu serius. Papa gak suka bercanda," ujar Darma dengan nada serius.


"Apa pernah aku bercanda pa, apalagi dalam hal seperti ini?" tanya balik Devano.


"Baiklah papa dan mama akan segera ke sana, kamu jaga adik kamu sebaik mungkin,"


"Iya pa." Jawab Devano.


Setelah itu, ia pun segera mematikan Hp nya dan pergi menemui Rahma yang ternyata adalah adiknya sendiri, Davina Denandra. "Ra, aku bingung harus manggil kamu apa Ra. Rahma atau Davina? Tapi aku gak perduli siapapun namamu Ra, yang penting kamu itu adalah adikku. Ya Tuhan, aku benar benar tak menyangka Ra, Tuhan memberikan kita kesempatan Ra untuk bisa bertemu kembali setelah sekitan lama kamu berpisah denganku, berpisah dari mama dan papa.


Memang setiap kejadian itu pasti ada hikmahnya kan Ra, andai suamimu tak salah faham, mungkin kamu tak akan pergi hingga akhirnya kecelakaan dan aku lah yang menyelamatkan mu. Menyelematkan orang yang bahkan tidak aku kenal bahkan berani menculi kamu dari rumah sakit dan membawanya ke negara S. Bukankah itu sangat konyol Ra, bahkan aku rela merawat kamu, menjaga kamu, melindungi kamu, membiayai semua pengobatan kamu yang bahkan hampir menguras seperempat tabunganku, aku melakukan untuk wanita yang gak aku kenal Ra.


Namun hatiku selalu nyaman ada di dekat kamu Ra, aku selalu merasa kita ada hubungan yang lebih, apalagi wajahmu Ra, yang hampir mirip sama mama,  sungguh Ra, aku seperti ingin melakukan apapun demi kamu sampai rela meninggalkan proyek besar buat jaga kamu. Mengalami kerugian yang juga cukup besar hanya buat jaga kamu. Namun apa yang aku lakukan tidak sia sisa Ra. Perasaanku memang benar, hatiku juga tak salah, dan aku tak menyesal dengan apa yang aku lakukan buat kamu.


Karena kini aku tau, kamu adalah adikku. Adik yang hilang belasan tahun lalu," ucap Devano menceritakan semuanya, Rahma pun juga mendengar apa yang di ucapkan Devano hanya saja, ia gak bisa membuka mata dan rasanya sangat berat.


Rahma juga sangat bersyukur karena ternyata dia masih punya orang tua dan juga seorang kakak yang sangat baik. Ia juga sudah ingat akan masa lalunya, tentang suaminya, mertua dan juga sahabatnya, Della.

__ADS_1


"Dulu aku sempat bertanya tanya, kenapa wajahku tidak mirip sama abi dan umy, dan kini terjawab sudah kejanggalanku, karena memang aku bukan anak kandung mereka, tapi kenapa aku lupa tentang masa kecilku, apa aku pernah kecelakaan dan gak ingat dengan masa kecilku," gumam Rahma dalam hati.


__ADS_2