
Setelah kemarin Dodi membuat janji dengan asisten Tuan George, hari ini Dodi akan bertemu dengan Tuan George di perusahannya. Jadi hari ini setelah selesai makan siang, ia datang ke sana seorang diri, karena ini bukan menyangkut masalah bisnis, melainkan ia ingin membicarakan masalah putri Tuan George yang sudah membuat keributan di tempat ia bekerja.
Dan sebagai sekertaris dan tangan kanan Tuan Devano, yang sudah di kasih kepercayaan penuh, tentu ia tak akan membuat Tuan Devano kecewa padanya karena membiarkan seorang wanita setiap hari membuat keributan di perusahaan.
Tuan George sendiri sebenarnya sibuk banget, bahkan ia sempat menolak saat sekertarisnya memberitahu dirinya jika ada tangan kanan Devano yang ingin bertemu dengannya. Namun saat sekertarisnya menyebut bahwa yang ingin di bicarakan perihal putrinya, maka Tuan George pun menerimanya, ia bahkan rela membatalkan meeting penting hanya ingin bertemu dengan Dodi, selaku tangan kanan Devano.
Dan saat ini Dodi pun sudah sampai di depan perusahaan Tuan George. Setelah ia memarkirkan mobilnya, ia pun dengan gagahnya turun dari mobil dan berjalan menuju pintu utama. Dan ternyata di sana kedataangannya sudah di tunggu oleh seseorang.
"Apakah Anda Tuan Dodi?" tanya seorang laki laki dengan tubuh tegap dan wajah dingin.
"Iya," jawab Dodi ramah.
"Silahkan itut saya, Tuan George sudah menunggu di ruangannya," ucapnya. Dan Dodi pun menuruti keinginan dia, ia berjalan di belakang orang itu, mereka naik lift menuju lantai 34. Dan setelah sampai, barulah orang itu mengetuk pintu Tuan George, hingga Tuan George menyurush masuk, barulah laki laki itu membuka pintu lebar lebar.
"Silahkan masuk, Tuan." ucapanya Dodi pun masuk, tapi tidak dengan orang itu, ia pergi entah kemana.
"Selamat siang," sapanya ramah.
__ADS_1
"Siang." jawab Tuan George sambil berjabat tangan dengan Dodi.
"Silahkan duduk," ucap Tuan George ramah, walaupun wajahnya terkesan galak, tapi sebenarnya Tuan Geoge adalah orang yang cukup baik.
"Terima kasih," jawabnya sambil duduk di kursi di depan meja Tuan George. Sehingga saat ini mereka saling berhadap hadapan.
"Ada apa, Tuan Dodi sampai ingin bertemu dengan saya?" tanya Tuan George to the point.
"Saya ingin membahas Nona Dita, putri Anda," jawabnya tak gentar.
"Nona Dita selalu saja membuat keributan di kantor. Dan itu mengganggu kenyamanan karyawan di sana. Anda sudah pasti tau, perusahaan tempat bekerja, bukan sebuah hutan, dimana orang bisa seenaknya teriak teriak hingga membuat kekacauan. Mungkin sekali dua kali, saya makhlumi tapi jika setiap hari, atau bahkan sehari dua kali. Itu jujur membuat konsentrasi karyawan tidak lagi pada pekerjaan melainkan pada keributan yang di buat oleh putri Anda. Sebenarnya saya ke sini tanpa di ketahui oleh Tuan Devano. Saya datang sendiri karena saya sudah tak tahan dengan kelakuannya. Bukan hanya saya tapi juga orang orang di perusshaan. Bahkan saya pernah mendengar Tuan Devano sampai membatalkana banyak rapat dan tidak mengerjakan semua pekerjaannya karena terus di ganggu oleh putri Anda. Hingga Tuan Darma meminta Tuan Devano pergi ke Indonesia untuk menenangkan diri. Jadi saya minta tolong sama Anda selaku Papa dari Nona Dita untuk memberitahunya, karena saya tidak mampu untuk menasehatinya." ucapnya.
Tuan George yang mendapatkan laporan secara langsung dari tangan kanan Devano pun merasa malu Ia tak menyangka jika putrinya akan bertingkaah seperti itu.
"Apa Anda membawa bukti, saya tak bisa hanya percaya dengan ucapan Anda tanpa melihat buktinya,"
"Oh tentu, saya pasti membawanya. Ini rekaman saat Tuan Devano di ganggu di ruangannya, dan juga ada rekaman dimana Tuan Devano mengambil cuti dan Nona Dita datang tiap hari dan selalu berbuat ulah," Dodi memberikan rekaman itu kepada Tuan George. Dan Tuan George pun mengambilnya dan memutarnya di laptopnya.
__ADS_1
Saat memutarnya, Tuan George langsung di buat malu dengan tingkah laku putrinya, apalagi akhir akhir ini ia seperti orang kesurupan yang mengamuk di kantor orang.
"Setelah Anda lihat, ini bukan settingan atau apapun, tapi jujur, kalau bukan demi kenyamanan karyawan, saya tak akan sampai datang ke sini dan mengadu seperti ini. Dan jika sampai orang luar tau, tentang apa yang putri Anda lakukan di perusaahaan Tuan DEvano, tentu ini akan membuat Anda malu selaku ayah dari Nona Dita. Jadi saya mohon, sebelum Tuan Darma ataupun Tuan Devano mengambil tindak tegas, nasehatin putri ANda agar tak lagi berbuat ulah seperti ini. Atau saya sendiri yang akan meminta satpam buat mengusir Nona Dita setiap kali ke perusahaan," tutur Dodi ramah namun di setiap kata katanya, ada penekanan.
"Baiklah saya mengerti, saya berjanji, hal seperti ini tak akan terulang kembali," ujar Tuan George setelah selesai menoton rekaman tersebut.
"Tapi apa boleh saya tau," tanyanya.
"Apa?" jawab Dodi.
"Apakah benar Tuan Devano sudah menikah?" tanya Tuan George membuat Dodi terkejut, pasalnya orang luar belum ada yang tau jika Tuan Devano sudah menikah. Lalu bagaimana mungkin Tuan George tau.
"Maaf saya gak bsia jawab," sahutnya.
"Jika kamu gak bisa jawab, itu artinya emang iya." ujarnya. Namun Dodi tetap bungkam, ia tak ingin memberitahu, karena ia tak mau ikut campur teralalu dalam urusan pribadi Tuan nya itu.
Setelah ngobrol hampir setengah jam, Dodi pun kembali ke kantor karena ia harus bekerja lagi.
__ADS_1