
Keesokan harinya, saat Rahma dan Della sibuk lari pagi di sekitar kosannya. Tiba tiba Refaldo datang mendekati mereka.
"Refaldo, ngapain kamu di sini?" tanya Della kaget.
"Aku mulai hari ini tinggal di sekitar sini." Jawab Refaldo sambil tersenyum.
"Tinggal di mana?' tanya Della.
"Itu di kosan." Jawab Refaldo sambil menunjuk tempat kos kosannya.
"Ha! serius?" tanya Della tak percaya.
"Iya." Jawab Refaldo santai.
"Kenapa pindah kesini, kamu kan anak orang kaya. Kenapa gak pilih nginep di hotel atau di apartemen aja?" tanya Della.
"Soalnya aku gak punya uang. Mama dan papaku udah bangkrut dan sekarang aku harus bisa hidup mandiri tanpa harus bergantung sama mereka apalagi keuangan mereka yang sudah mulai menipis karena semua barang kami di sita oleh bank." Ucap Refaldo.
"Kamu serius, gak lagi bercandakan?" tanya Della.
__ADS_1
"Iya. Kalau aku bercanda,, ngapain aku sampai rela rela pindah ke kosan yang kecil dan sempit ini." Jawab Refaldo.
"Iya juga sih. Aku turut berduka ya atas apa yang menimpa keluargamu." Ucap Della sedangkan Rahma hanya diama aja, entah kenapa Rahma tidak bisa percaya gitu aja dengan apa yang di ucapkan oleh Refaldo karena secara logika, tak mungkin keluarga Refaldo bisa jatuh bangkrut dalam waktu semalam.
"Iya gak papa santai aja." Ucap Refaldo tersenyum.
"Dell, aku haus. Boleh gak beliin aku minuman dulu sebentar soalnya aku capek banget sekarang." Pnta Rahma.
"Oke, tunggu di sini ya. Ref, aku titip Rahma dulu ya bentar" Ujar Della lalu ia pergi gitu aja untuk membeli minuman dingin buat Rahma.
Setelah kepergian Della, Rahma pun mengajak Refaldo untuk duduk di kursi kayu yang tak jauh dari mereka.
"Kamu benar. Kedua orang tauku tidak benar benar bangkrut. Tapi aku yang meminta mereka untuk membuat berita seakan akan keluargaku bangkrut dan smua itu aku lakukan karena aku sudah jenuh dengan kehidupanku sebagai orang kaya. Mereka hanya mendekatiku karena uang bukan karena apa adanya. Mereka ngefans sama aku karena aku anak orang kaya, andai kata aku miskin apakah mereka masih mau berteman dan ngefans sama aku apalagi jika aku merubah penampilanku menjadi laki laki culun? Andai kamu tau Rah, aku tersiksa dengan keadaanku selama ini. Mungkin banyak orang iri melihat kehidupanku yang seakan akan terlihat sempurna tapi asal kamu tau aja, aku menderita dengan kehidupanku yang serba ada. Aku ingin bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Aku gak mau jadi orang terkenal yang mempunyai banyak fans karena itu hanya membuatku muak dan jenuh." Ujar Refaldo berusaha untuk terbuka kepada Rahma.
"Aku tau Ref, kamu pasti punya alasan tertentu melakukan hal seperti ini. Aku akan dukung apapun yang kamu lakukan selama itu bisa bikin kamu nyaman dan bahagia." Ujar Rahma tersenyum.
"Terima kasih karena kamu mau mengerti aku." Ucap Refaldo.
"Selain aku yang tau, siapa lagi teman kamu yang tau tentang rencanamu itu?" tanya Rahma.
__ADS_1
"Basuki dan Joni. Karena mereka berdualah yang mempunyai ide seperti ini." Jawab Refaldo.
"Hemm gitu, semoga ide ini tidak berdampak buruk terhadap kalian bertiga dan semoga kalian tidak menyesalinnya di kemudian hari ." Ucap Rahma tersenyum.
"Aku tidak akan menyesal, insyaAllah." Ujar Refaldo.
"Iya semoga aja seperti itu." Ucap Rahma. Tak lama kemudian Della datang membwa 3 botol air mineral dingin dan memberikannya kepada Refaldo dan juga Rahma.
"Oh ya ini sudah jam 5.45. Ayo cepetan mandi biar gak telat. Oh ya Ref, kamu mau berangkat sama kami apa gak ke sekolah?" tanya Della.
"Kalau boleh, aku mau berangkat sama kalian." Ujar Refaldo.
"Tapi aku dan Rahma jalan kaki lho ke sekolah." Ucap Della.
"Gak papa, bukankah dengan jalan kaki akan membuat tubuh kita jadi sehat." Ujar Refaldo.
"Baiklah jika kamu gak keberatan. Nanti kita akan ketemu di sini lagi jam 06.20." Ucap Della.
"Oke." Refaldo pun segera berjalan menuju kamar kosannya begitupun dengan Della dan Rahma, merkea masuk ke kamar masing masing untuk siap siap berangkat sekolah.
__ADS_1